Penulis

Lihat Semua
Keila Ochoa

Keila Ochoa

Keila Ochoa dan suaminya tinggal di Meksiko dan mempunyai dua anak yang masih kecil. Wanita yang telah menulis beberapa buku ini juga melayani bersama Media Associates International untuk melatih para penulis dari seluruh dunia.

Artikel oleh Keila Ochoa

Lebih Baik dari Piñata

Pesta ala Meksiko tidaklah lengkap tanpa piñata—sebuah wadah dari bahan karton atau tanah liat yang diisi permen atau mainan kecil. Anak-anak kemudian memukul piñata itu dengan tongkat sampai pecah agar dapat menikmati isinya.

Yang Baik, Buruk, dan Terburuk

Seorang sahabat pernah mengirimkan pesan pendek yang tertulis, “Aku senang kita bisa bercerita tentang apa saja. Yang baik, yang buruk, bahkan yang jelek-jelek sekalipun!” Kami sudah bersahabat bertahun-tahun lamanya, dan kami telah belajar untuk berbagi suka-duka yang kami alami. Kami menyadari bahwa masing-masing dari kami tidak sempurna, sehingga kami tidak hanya berbagi pergumulan tetapi juga berbagi sukacita dalam setiap keberhasilan yang kami raih.

Mendengar dan Menyimak Allah

Putra saya yang masih kecil senang mendengar suara saya, kecuali ketika saya memanggil namanya dengan nada keras dan tegas, lalu diikuti dengan pertanyaan, “Di mana kamu?” Biasanya saya memanggil seperti itu karena ia telah berbuat nakal dan mencoba bersembunyi dari saya. Saya ingin putra saya mendengarkan suara saya karena saya peduli pada keadaannya dan tidak ingin ia terluka.

Harta Karun di Makam 7

Pada tahun 1932, arkeolog Meksiko, Antonio Caso, menemukan Makam 7 di Monte Alban, Oaxaca. Ia menemukan lebih dari empat ratus artefak, termasuk ratusan potong perhiasan dari masa pra-Hispanik, yang disebutnya “Harta Karun dari Monte Alban”. Harta karun tersebut merupakan salah satu penemuan terpenting dalam dunia arkeologi Meksiko. Sungguh tak terbayangkan kegembiraan Caso ketika memegang sebuah cangkir dari batu giok dalam keadaannya yang masih asli.

Roti, Roti!

Saya tinggal di sebuah kota kecil di Meksiko. Setiap pagi dan sore, saya biasa mendengar teriakan “Roti, roti!” dari seorang pria yang menjajakan berbagai jenis roti manis maupun asin yang masih hangat dalam keranjang besar di sepedanya. Saya pernah tinggal di kota yang lebih besar dan di sana saya harus pergi ke toko untuk membeli roti. Jadi saya sangat senang bisa menikmati roti yang masih hangat langsung di depan rumah saya.

Belajar Berhitung

Putra saya sedang belajar berhitung dari satu sampai sepuluh. Ia menghitung semuanya, mulai dari mainan sampai pepohonan. Ia menghitung hal-hal yang cenderung saya abaikan, seperti bunga-bunga di pinggir jalan dalam perjalanannya ke sekolah atau jumlah jari pada kaki saya.

Tetap Semangat

Putra saya suka membaca. Jika ia membaca lebih banyak buku daripada yang diwajibkan oleh sekolahnya, ia akan mendapatkan sertifikat penghargaan. Dorongan semacam itu memotivasinya untuk tetap bersemangat melakukan hal yang baik itu.

Bau yang Harum

Seorang pembuat parfum di New York menyatakan bahwa ia dapat mengenali kombinasi aroma tertentu dan menebak siapa pembuat wewangian tersebut. Dengan hanya sebuah endusan, ia dapat berkata, “Ini pasti karya Jenny.”

Semua Berasal dari Allah

Saya mendapatkan pekerjaan penuh waktu yang pertama pada usia 18 tahun, dan saya telah belajar pentingnya menabung dengan tekun. Saya bekerja dan menabung hingga memiliki cukup dana untuk bersekolah selama satu tahun. Namun kemudian, ibu saya perlu menjalani operasi darurat, dan saya menyadari bahwa saya mempunyai cukup uang di bank untuk membiayai operasinya.

Topik Terkait

> Santapan Rohani

Injil yang Viral

Proyek Viral Texts yang dilakukan oleh Northeastern University di Boston mempelajari bagaimana suatu berita cetak pada abad ke-19 tersebar melalui surat kabar—jaringan media sosial pada zaman itu. Pada era revolusi industri itu, sebuah artikel dianggap “viral” (tersebar dengan cepat dan luas) apabila dicetak ulang hingga 50 kali atau lebih. Dalam artikelnya di majalah Smithsonian, Britt Peterson mencatat bahwa sebuah artikel berita dari abad ke-19 tentang para pengikut Yesus yang dihukum mati karena iman mereka pernah dicetak ulang setidaknya 110 kali.

Pohon di Tepi Sungai

Ada sebatang pohon yang membuat iri. Karena tumbuh di tepi sungai, pohon itu tidak perlu khawatir dengan ramalan cuaca, suhu panas yang menyengat, atau masa depan yang tak menentu. Dipelihara dan disegarkan oleh aliran air sungai, pohon itu menikmati hari-harinya dengan ranting-ranting yang mengarah ke sinar matahari, akar-akar yang mencengkeram bumi, dauh-daun yang memurnikan udara, dan menyediakan tempat berteduh bagi semua yang memerlukan perlindungan dari teriknya sinar matahari.

Lebih Baik dari Piñata

Pesta ala Meksiko tidaklah lengkap tanpa piñata—sebuah wadah dari bahan karton atau tanah liat yang diisi permen atau mainan kecil. Anak-anak kemudian memukul piñata itu dengan tongkat sampai pecah agar dapat menikmati isinya.