Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Tim Gustafson

Kebohongan Kecil dan Anak Kucing

Seorang ibu memperhatikan Elias, anaknya yang berumur 4 tahun, berlari-lari mendekati beberapa ekor anak kucing yang baru lahir. Ia telah melarang Elias menyentuh anak-anak kucing itu. Lalu ia bertanya, “Elias, apa kau menyentuh anak kucing itu?”

Keraguan yang Hilang

Kita mengenalnya sebagai “Tomas si Peragu” (baca Yoh. 20:24-29), tetapi julukan itu sebenarnya tidak begitu adil. Lagipula, berapa banyak dari kita yang benar-benar percaya bahwa pemimpin kita yang dihukum mati telah bangkit dari kematian? Kita mungkin bisa menjulukinya “Tomas si Pemberani”. Setidaknya Tomas menunjukkan keberanian yang luar biasa pada saat Yesus sedang menjalani peristiwa demi peristiwa menjelang kematian-Nya.

Untuk Acara Apa?

Wajah Asher yang masih berumur 4 tahun itu terlihat ceria di bawah tudung kaos kesukaannya. Kaos lengan panjang dengan tudung kepala berbentuk buaya itu lengkap dengan rahang bergigi yang terlihat seperti menerkam kepalanya! Ibunya sempat cemas. Mereka sekeluarga hendak berkunjung ke rumah kerabat yang sudah lama tidak mereka temui dan ia ingin memberikan kesan yang baik.

Manusia Lemah

Seorang novelis asal Inggris, Evelyn Waugh, mempunyai gaya bicara yang menampilkan kelemahan karakter dirinya. Meski akhirnya percaya kepada Kristus, Waugh masih terus bergumul dengan tutur katanya. Suatu hari seorang wanita bertanya kepadanya, “Tuan Waugh, bagaimana mungkin Anda bersikap seperti itu dan tetap menyebut diri Anda sebagai orang Kristen?” Ia menjawab, “Nyonya, mungkin saya memang seburuk yang Anda katakan. Namun percayalah, jika bukan karena agama saya, disebut sebagai manusia saja saya tidak pantas.”

Kasih yang Berlipat Ganda

Karen bercerita tentang teman segerejanya yang didiagnosa menderita penyakit ALS (amyotrophic lateral sclerosis, juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig). Keadaan temannya itu tidak terlalu baik, karena penyakit ganas itu telah mempengaruhi saraf dan ototnya hingga mengakibatkan kelumpuhan. Asuransi kesehatan yang dimiliki keluarga temannya itu tidak mencakup biaya untuk perawatan di rumah, sedangkan suami dari temannya itu tidak ingin menempatkan istrinya di panti jompo.

Kisah Pribadi

Ada sorang bayi yang baru berumur beberapa jam ditinggalkan di dalam palungan dari diorama Natal di luar sebuah gereja di New York. Seorang ibu muda yang putus asa membungkus bayi itu supaya tetap hangat dan sengaja menempatkannya di sana agar ia ditemukan. Mungkin kita tergoda untuk menghakimi ibu itu, tetapi syukurlah si bayi sekarang mempunyai kesempatan untuk hidup.

Uang

Di awal karier saya, saya pernah melakukan suatu pekerjaan yang lebih mirip sebagai pelayanan. Saat itu ada perusahaan lain menawarkan kedudukan yang menjanjikan gaji jauh lebih besar. Jika saya menerima pekerjaan tersebut, kami sekeluarga tentu akan lebih punya banyak uang. Namun ada satu masalah. Saya tidak sedang mencari pekerjaan baru karena saya senang dengan peran saya saat itu, peran yang saya rasakan sesuai dengan panggilan saya.

Pengamat Langit

Gelisah karena persoalan di tempat kerja dan di rumah, Matt memutuskan untuk berjalan-jalan menghirup udara malam di musim semi. Seiring dengan perubahan warna langit dari biru menjadi hitam, kabut tebal turun dan perlahan menutupi rawa. Bintang-bintang mulai berkelip, mengiringi bulan purnama yang terbit di timur. Bagi Matt, saat-saat itu terasa seperti sebuah pengalaman rohani. Dia hadir, pikirnya. Allah hadir, dan segalanya aman di tangan-Nya.

Tanda dan Perasaan

Seorang pemuda yang saya kenal memiliki kebiasaan untuk meminta tanda kepada Allah. Sikap itu tidak selalu salah, tetapi doa-doa yang dinaikkannya cenderung meminta konfirmasi atas perasaannya. Sebagai contoh, ia akan berdoa, “Tuhan, jika Engkau ingin aku melakukan X, tolonglah Engkau melakukan Y, maka aku akan tahu bahwa Engkau berkenan atas hal itu.”

Topik Terkait

> Santapan Rohani

Injil yang Viral

Proyek Viral Texts yang dilakukan oleh Northeastern University di Boston mempelajari bagaimana suatu berita cetak pada abad ke-19 tersebar melalui surat kabar—jaringan media sosial pada zaman itu. Pada era revolusi industri itu, sebuah artikel dianggap “viral” (tersebar dengan cepat dan luas) apabila dicetak ulang hingga 50 kali atau lebih. Dalam artikelnya di majalah Smithsonian, Britt Peterson mencatat bahwa sebuah artikel berita dari abad ke-19 tentang para pengikut Yesus yang dihukum mati karena iman mereka pernah dicetak ulang setidaknya 110 kali.

Pohon di Tepi Sungai

Ada sebatang pohon yang membuat iri. Karena tumbuh di tepi sungai, pohon itu tidak perlu khawatir dengan ramalan cuaca, suhu panas yang menyengat, atau masa depan yang tak menentu. Dipelihara dan disegarkan oleh aliran air sungai, pohon itu menikmati hari-harinya dengan ranting-ranting yang mengarah ke sinar matahari, akar-akar yang mencengkeram bumi, dauh-daun yang memurnikan udara, dan menyediakan tempat berteduh bagi semua yang memerlukan perlindungan dari teriknya sinar matahari.

Lebih Baik dari Piñata

Pesta ala Meksiko tidaklah lengkap tanpa piñata—sebuah wadah dari bahan karton atau tanah liat yang diisi permen atau mainan kecil. Anak-anak kemudian memukul piñata itu dengan tongkat sampai pecah agar dapat menikmati isinya.