Kisah kami bukanlah “Tentang Kami”

Pada tahun 1938, pelayanan kami dimulai dengan sebuah siaran radio yang disebut Detroit Bible Class. Sejak itu, pelayanan yang awalnya dinikmati oleh sekelompok kecil pendengar radio yang setia telah berkembang hingga menjangkau jutaan pengguna materi alkitabiah kami dari berbagai bangsa di dunia.

Seiring perjalanan waktu, nama kami terus berubah untuk lebih mencerminkan materi-materi kami yang kian beragam. Saat ini, kami menyadari bahwa banyak orang mengenal kami melalui renungan Our Daily Bread yang telah banyak menjadi berkat. Oleh karena itu, kami mengubah nama pelayanan kami menjadi Our Daily Bread Ministries untuk membuat orang lebih mengenal pelayanan kami. Meskipun nama kami telah berubah, fokus kami tetaplah sama, yakni untuk membawa kabar kasih Allah pada jiwa-jiwa di seluruh dunia.

Kami adalah lembaga pelayanan interdenominasi nirlaba dengan staf dan volunter di lebih dari 35 kantor pelayanan yang bekerja bersama untuk menyebarluaskan lebih dari 60 juta materi di 150 negara. Baik melalui siaran radio atau televisi, DVD, siaran podcast, buku, situs Internet, media sosial, atau aplikasi mobile, kami menyediakan materi-materi untuk menolong setiap pribadi bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Allah.

Jadi, ini bukanlah tentang kami, melainkan tentang kesetiaan Allah. Dan kesetiaan Anda.

Selama lebih dari 75 tahun, kami telah menyaksikan kesetiaan Allah dalam misi yang diemban oleh Our Daily Bread Ministries. Dan kami sadar bahwa hanya bersama Anda, keluarga Anda, sahabat Anda, gereja Anda, dan dukungan Anda, kami disanggupkan untuk membagikan kabar baik tentang kasih, anugerah, dan pengampunan Allah hingga ke seluruh dunia.

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Mazmur 100:5)

Sejarah Kami

Kantor kami di Indonesia berdiri pada tahun 1998 dengan suatu keyakinan bahwa “di sini banyak kesempatan bagi [kami] untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting” (1Kor. 16:9).

Kami memulai pelayanan kami dengan sebuah siaran radio dan menyediakan bacaan rohani dalam bahasa Inggris dan Mandarin. Pada tahun 2006, kami mulai menerjemahkan dan menerbitkan Our Daily Bread ke dalam bahasa Indonesia, yang disebut Santapan Rohani.

Tahun demi tahun, Tuhan terus membuka kesempatan baru bagi pelayanan kami. Saat ini, kami telah bekerja sama dengan lebih dari 84 stasiun radio di seluruh Indonesia, dan menyiarkan renungan Our Daily Bread dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Selain menyebarluaskan materi-materi rohani yang alkitabiah, kami juga menyelenggarakan sesi-sesi pengajaran Alkitab yang disebut Bible Conference guna menguatkan iman umat Tuhan, dan bermitra dengan berbagai gereja dan pribadi untuk mewartakan kabar pengharapan dari Allah pada ribuan jiwa di dunia usaha melalui materi-materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain melayani jiwa-jiwa di Indonesia, kami juga memfasilitasi pencetakan dan pengepakan materi-materi bagi kantor-kantor kami yang lain di wilayah Asia Pasifik. Kami bersyukur kepada Allah untuk banyaknya volunter dan rekan pelayanan yang begitu mengasihi Allah sehingga memberikan waktu dan tenaga mereka untuk melayani bersama kami dan memampukan kami untuk melayani hingga ke mancanegara.

Kami bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melayani Dia. Oleh karena kesetiaan-Nya, kini kami dapat menyediakan beragam materi yang menguatkan iman orang percaya dan menolong jiwa-jiwa datang kepada Yesus Kristus. Materi-materi rohani itu tersedia dalam beragam media, baik audio, video, atau cetak, dan banyak juga yang tersedia secara online di santapanrohani.org dan warungsatekamu.org.

Pendiri Kami

“Selamatkan nyawaku dan aku akan melayani-Mu.”

Dr. M. R. DeHaan adalah seorang dokter yang pernah mengucapkan kalimat tersebut kepada Tuhan ketika ia menderita karena kerasnya reaksi suatu suntikan dan sedang berada dalam kondisi yang kritis. Allah menjawab doa itu, dan Dr. DeHaan pun memenuhi janjinya. Setahun kemudian, ia menjual praktek medisnya, rumahnya, beserta perlengkapan kantornya, dan kemudian mempelajari teologi di Western Theological Seminary di Holland, Michigan.
Ia memulai pelayanannya sebagai seorang gembala gereja hingga kemudian mulai mengajar di kelas pendalaman Alkitab dan melalui siaran radio yang berdurasi setengah jam. Program-program itu kemudian disiarkan juga oleh stasiun-stasiun radio nasional, Pada saat Dr. DeHaan pulang ke surga pada tahun 1965, siaran itu sudah berkembang hingga ke 600 stasiun radio di seluruh dunia.

Dr. DeHaan memulai pelayanan ini di ruang bawah tanah rumahnya sebagai sebuah pelayanan keluarga, dan visi serta prinsip pelayanan ini tetap teguh dipegang dari generasi ke generasi. Richard, putra Dr. DeHaan, adalah penerusnya, disusul oleh cucu-cucunya, Mart dan Rick, yang terus memajukan pelayanan ini hingga berkembang seperti sekarang.