Terperangah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan reaksi para hadirin di acara wisuda Morehouse College di Atlanta, Georgia. Pembicara yang berpidato dalam acara itu mengumumkan bahwa ia dan keluarganya akan mendonasikan jutaan dolar kepada kampus untuk menghapuskan pinjaman biaya pendidikan yang ditanggung seluruh mahasiswa yang diwisuda hari itu. Seorang mahasiswa dengan pinjaman sejumlah $100.000 menjadi salah satu wisudawan yang terkejut dan meluapkan kegembiraannya dengan menangis serta bersorak-sorai.

Sebagian besar dari kita pernah berutang dalam berbagai bentuk—baik berupa cicilan rumah, kendaraan, biaya pendidikan, pengobatan, dan lain-lain. Namun, kita pasti pernah mengalami betapa leganya menerima tanda bukti pembayaran yang dicap “LUNAS”!

Setelah menyatakan Yesus sebagai “Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini,” Yohanes dengan penuh syukur mengakui karya Yesus yang menghapus utang dosa manusia: “Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya” (Why. 1:5). Pernyataan ini sederhana tetapi memiliki makna yang sangat mendalam. Yang lebih menggembirakan daripada pengumuman mengejutkan yang didengar para wisudawan tadi adalah kabar baik tentang kematian Yesus (pencurahan darah-Nya di kayu salib) yang membebaskan kita dari hukuman yang layak kita terima akibat perbuatan, hasrat, dan tindakan kita yang berdosa. Karena utang dosa itu telah dibayar sepenuhnya oleh Kristus, mereka yang percaya kepada Dia akan diampuni dan menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Allah (ay.6). Sungguh, itulah kabar terbaik yang pernah ada!