“Datang-Nya diam-diam di dunia bercela; hati terbuka dan lembut ‘kan dimasuki-Nya.” Inilah kata-kata dalam pujian “O Little Town of Bethlehem” (Hai Kota Mungil Bethlehem, Kidung Jemaat No. 94) karya Phillips Brooks yang sangat terkenal. Lirik tersebut menunjukkan inti pesan Natal, yaitu Yesus Kristus datang ke dunia yang berdosa ini untuk menyelamatkan kita dari dosa, dan memberikan suatu hubungan yang baru dan penting dengan Allah kepada semua yang mau percaya kepada-Nya.

Dalam surat kepada seorang teman puluhan tahun setelah ia menulis pujian tersebut, Brooks menerangkan pengaruh besar dari hubungan dengan Allah itu dalam hidupnya sendiri: “Sungguh tak terungkapkan bagaimana aku makin menghayati hubungan dengan-Nya. Dia hadir bersamaku. Dia mengenalku dan aku mengenal Dia. Ini bukan sekadar kata-kata indah. Inilah hal yang paling nyata di dunia, dan bertambah nyata dari hari ke hari. Aku menantikan dengan penuh sukacita bagaimana hubungan ini akan terus bertumbuh di tahun-tahun mendatang.”

Keyakinan Brooks pada penyertaan Allah yang membawa ketenteraman mencerminkan salah satu nama Yesus yang dinubuatkan Nabi Yesaya: “Seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yes. 7:14). Injil Matius memberitahukan arti dari Imanuel, nama Ibrani itu, yakni: “Allah menyertai kita” (Mat. 1:23).

Allah mendekat kepada kita melalui kedatangan Yesus supaya kita dapat mengenal-Nya secara pribadi dan bersama dengan Dia selamanya. Penyertaan-Nya bersama kita merupakan anugerah terbesar yang pernah ada.