Penulis

Lihat Semua
Adam R. Holz

Adam Holzz

Author is Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Quisque pellentesque, elit dictum eleifend luctus, massa risus auctor erat, ut porttitor odio urna ac eros. Vestibulum sodales sagittis sodales. Donec sed sodales tortor. Vivamus a nisl ante. Quisque consectetur nec nisl eget commodo. Interdum et malesuada fames ac ante ipsum primis in faucibus. Sed quis arcu metus.2

Artikel oleh Adam Holzz

Para Perongrong

Awalnya tenggorokan saya terasa gatal. Gawat, pikir saya. Rasa gatal itu ternyata gejala flu. Itu baru permulaan dari infeksi tenggorokan. Flu berubah menjadi batuk rejan—batuk hebat yang disertai napas berbunyi—dan batuk hebat itu kemudian berkembang menjadi pneumonia.

Tenggelam dalam Pelukan 

“Ayah, maukah membacakan cerita untukku?” tanya putri saya. Ini pertanyaan yang lazim diajukan oleh seorang anak kepada orangtuanya. Akan tetapi, putri saya berumur sebelas tahun. Sekarang ia sudah jarang minta dibacakan cerita, tidak seperti waktu ia masih kecil. “Tentu saja,” jawab saya dengan gembira, dan ia pun meringkuk di sebelah saya di atas sofa. 

Badai Ketakutan

Dalam iklan yang saya saksikan baru-baru ini, seorang wanita bertanya secara santai kepada seseorang yang sedang menonton TV, “Apa yang kau cari-cari, Mark?” “Saya berusaha menjadi orang yang tidak mengambil keputusan karena didorong rasa takut,” jawab Mark dengan serius—meskipun wanita itu hanya ingin tahu acara apa yang ingin Mark tonton di TV! 

Dipangkas agar Semakin Berbuah

Ketika memperhatikan seekor lebah hinggap pada tanaman Russian sage, saya dibuat kagum oleh rimbunnya daun dan bunga-bunga yang berwarna ungu terang. Warna bunga itu memikat mata saya dan juga memikat lebah. Namun, pada musim gugur lalu, saya sempat mengira tanaman itu tidak akan berbunga lagi. Ketika mertua saya memangkas tanaman tersebut hingga tersisa batangnya, saya kira mereka hendak memusnahkannya. Namun, sekarang saya menyaksikan indahnya hasil pemangkasan yang awalnya terlihat brutal itu.

Bergerak Seirama dengan Yesus

Baru-baru ini, mobil saya perlu diperbaiki. Bengkel tempat saya memperbaiki mobil terletak tidak jauh dari rumah saya, jadi saya memutuskan pulang dengan berjalan kaki. Namun, ketika berjalan santai di pinggir jalan raya yang ramai, saya menyadari sesuatu: Mobil-mobil di jalan bergerak sangat cepat.

Belajar Dari Kalkun

Saya baru saja kembali dari kegiatan akhir pekan di sebuah pondok di gunung. Selama di sana, setiap hari saya mengagumi sekawanan kalkun yang berjalan berbaris melewati teras kami.

Hati yang Senang Menyanyi

Lagu pujian itu terdengar sampai ke bawah . . . pada pukul setengah tujuh pagi di hari Sabtu. Saya pikir belum ada yang bangun tidur, tetapi suara serak putri bungsu saya menunjukkan itu tidak sepenuhnya benar. Meski belum sadar betul, bibirnya sudah mengeluarkan lagu pujian.

Mengarungi Jeram Kehidupan

“Semua yang di sisi kiri, dayung maju kuat-kuat!” teriak pemandu rakit arung jeram kami. Mereka yang duduk di sisi kiri mengayuh hingga rakit kami dapat menjauhi pusaran air yang bergolak. Selama beberapa jam, kami belajar pentingnya mendengarkan instruksi pemandu. Suaranya yang tegas menolong kami berenam yang tidak berpengalaman untuk bekerja sama mencari jalur yang tepat agar jeram itu dapat kami lalui dengan aman.

Dalam Perbaikan

Bukankah jalan ini baru selesai diaspal? pikir saya di tengah lalu lintas yang melambat. Kenapa sekarang dibongkar lagi? Lalu, dalam hati saya bertanya-tanya, Mengapa perbaikan jalan rasanya tidak selesai-selesai? Sepertinya saya belum pernah melihat papan pengumuman yang bertuliskan, “Perbaikan jalan sudah selesai. Selamat menikmati jalan yang mulus ini.”