Penulis

Lihat Semua
Dennis Fisher

Dennis Fisher

Dennis Fisher bergabung dengan RBC sejak tahun 1998 dan menjabat sebagai editor pengelola ChristianCourses.com. Ia mempunyai dua anak dan seorang cucu. Ia dan istrinya, Janet, saat ini tinggal di De Witt, Michigan.

Artikel oleh Dennis Fisher

Jangan Menyerah!

Pada tahun 1952, Florence Chadwick berusaha berenang hampir sejauh 42 km dari pantai California ke Pulau Catalina. Setelah berenang selama 15 jam, kabut tebal mulai menghalangi pandangannya. Ia pun kehilangan arah dan menyerah. Ia sangat menyesal setelah menyadari bahwa ia berhenti ketika tujuannya hanya tinggal 1,5 KM lagi.

Bunga Es

Ketika masih berusia lima belas tahun, Wilson Bentley terpikat oleh keindahan dari serpihan salju. Dengan menggunakan mikroskop tua pemberian ibunya, ia mengamati serpihan salju itu dengan rasa kagum dan membuat ratusan sketsa dari beragam bentuknya yang luar biasa. Namun serpihan salju itu terlalu cepat meleleh sebelum detailnya dapat terlihat jelas. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1885, Bentley mendapat ide untuk menempelkan kamera bellows di mikroskopnya. Setelah mengalami banyak kegagalan, akhirnya ia berhasil memotret serpihan salju pertamanya. Sepanjang hidupnya, Bentley memotret 5.000 serpihan salju dan masing-masing memiliki bentuk yang berbeda. Ia menamainya “keajaiban mungil yang indah” dan “bunga es”.

Gerbang Surga

Seniman asal Italia, Lorenzo Ghiberti (1378–1455) menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memahat dengan indahnya lukisan tentang kehidupan Yesus pada pintu-pintu perunggu dari gedung Florence Baptistery di Italia. Relief perunggu tersebut begitu menggetarkan jiwa sampai-sampai Michelangelo menyebutnya sebagai Gerbang Surga.

Terbang di Udara

Dalam bukunya yang berjudul On the Wing (Di Atas Sayap), Alan Tennant menceritakan usahanya untuk melacak migrasi burung alap-alap kawah (Peregrine Falcon). Pemangsa yang dikagumi karena keindahan, kegesitan, dan kekuatannya itu dahulu menjadi sahabat berburu bagi para kaisar dan bangsawan. Sayangnya, maraknya penggunaan pestisida DDT pada dekade 1950-an mengganggu siklus reproduksi burung tersebut dan menjadikannya sebagai salah satu spesies yang terancam punah.

Charity Island

Charity Island adalah pulau terbesar di Teluk Saginaw yang menjadi bagian dari Danau Huron di Michigan. Selama bertahun-tahun pulau tersebut menyediakan sebuah mercusuar sebagai alat bantu navigasi dan pelabuhan yang aman bagi para pelayar di perairan tersebut. Nama Charity diberikan oleh para pelaut karena mereka percaya bahwa pulau itu ada di sana “karena kemurahan (charity) Allah.”

Sukacita dalam Hadirat-Nya

“Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya,” menurut Katekismus Westminster. Sebagian besar isi Kitab Suci menyerukan manusia untuk bersyukur kepada Allah yang hidup dengan hati yang penuh sukacita dan pengagungan. Ketika kita menghormati Allah, kita mengagungkan Dia sebagai Pemberi dari segala kebaikan yang kita terima.

Bermain Api

Saat saya masih anak-anak, Ibu memperingatkan saya untuk tidak bermain api. Namun suatu hari, saya memutuskan untuk melihat apa yang akan terjadi jika saya melakukannya. Dengan membawa sekotak korek api dan beberapa lembar kertas, saya pergi ke halaman belakang rumah untuk bereksperimen. Dengan jantung berdebar kencang, saya berlutut, menyalakan korek api, dan membakar kertas yang saya bawa.

Merasa Ditinggalkan

Dalam buku karyanya The Screwtape Letters (Surat-Surat Screwtape), C. S. Lewis menceritakan percakapan imajiner antara setan senior dan setan junior yang sedang berdiskusi tentang cara-cara yang tepat untuk mencobai seorang Kristen. Kedua setan itu ingin menghancurkan iman orang Kristen tersebut kepada Allah. “Jangan tertipu,” ujar si setan senior kepada juniornya. “Usaha kita berada dalam bahaya yang amat besar ketika seorang anak manusia . . . memandang ke seluruh jagad raya yang seakan tidak lagi menyisakan jejak-jejak [Allah], dan bertanya mengapa ia ditinggalkan oleh-Nya, tetapi masih tetap taat.”

Mencerminkan Kemuliaan Allah

Li Tang, seniman asal Tiongkok dari abad ke-12, sering melukis pemandangan alam yang diramaikan dengan gambar orang, burung, dan kerbau. Karena keahliannya dalam membuat lukisan halus di atas bahan sutra, Li Tang dipandang sebagai pakar seni Tiongkok untuk lukisan pemandangan alam. Selama berabad-abad, para seniman dari mancanegara telah melukiskan apa yang mereka saksikan melalui galeri seni dari karya ciptaan Allah: “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mzm. 19:2). Alkitab memberi tahu kita bahwa kreativitas yang kita miliki sebagai manusia itu disebabkan karena kita diciptakan menurut gambar Allah, Sang Perancang Agung (Kej. 1:27).