Category  |  Santapan Rohani

Penginjil atau Petani?

Konon pada suatu ketika, dua bersaudara laki-laki bernama Billy dan Melvin sedang berada di tanah pertanian keluarga ketika mereka melihat sebuah pesawat yang lewat membuat tulisan “GP” di langit.

Bertumbuh Bersama

Dalam suatu pertandingan bisbol, suami saya, Alan, menempati posisi lapangan di bawah lampu sorot. Ketika bola dipukul tinggi oleh lawan menuju sudut lapangan yang gelap, Alan berlari secepat mungkin untuk menangkapnya. Karena matanya tertuju pada bola, ia tidak melihat ada pagar besi di depan dan menabraknya! Malam itu, saya menanyakan keadaannya. Sambil mengusap-usap pundaknya yang sakit, ia berkata, “Seandainya saja tadi teman-temanku memperingatkan kalau aku sedang berlari ke arah pagar.” Suatu tim baru berfungsi baik bila anggota-anggotanya bekerja sama. Cedera Alan bisa saja dihindari apabila rekan setimnya memperingatkannya lebih awal.

Allah Memegang Kita

Fredie Blom asal Afrika Selatan diakui luas sebagai manusia tertua di dunia. Ia berulang tahun ke-114 pada tahun 2018. Blom yang lahir pada tahun 1904, semasa Wright bersaudara menciptakan pesawat terbang pertama mereka, pernah melewati dua Perang Dunia, masa politik apartheid, dan era Depresi Besar. Ketika ditanya rahasia umur panjangnya, Blom mengaku tidak tahu. Seperti kebanyakan dari kita, ia tidak selalu menjaga makan atau melakukan aktivitas tertentu untuk tetap sehat. Namun, ada satu hal yang dikemukakan Blom sebagai alasannya: “Hanya satu hal, yaitu [Tuhan]. Dia yang berkuasa . . . Dia memegangku.”

Mengasihi Orang Asing

Ketika saya pindah ke luar negeri, ada sebuah pengalaman di awal yang membuat saya merasa kurang diterima. Setelah duduk di sebuah gereja kecil tempat suami saya akan berkhotbah hari itu, seorang lelaki tua membuat saya kaget ketika tiba-tiba ia berkata dengan nada kasar, “Minggir.” Istrinya meminta maaf dan menjelaskan bahwa saya duduk di bangku yang selalu mereka duduki. Bertahun-tahun kemudian baru saya tahu bahwa gereja itu pernah menyewakan tempat duduk untuk pendanaan gereja, sekaligus memastikan bahwa bangku-bangku tertentu tidak akan ditempati oleh orang lain. Rupanya sebagian jemaat masih memelihara mentalitas seperti itu hingga puluhan tahun kemudian.

Dicari: Hikmat

Kenneth, seorang bocah berusia dua tahun, sempat hilang. Namun, hanya dalam tempo tiga menit setelah ibunya menghubungi nomor darurat 911, seorang petugas menemukannya di sebuah pasar malam yang jauhnya dua blok dari rumah. Sang ibu pernah menjanjikan Kenneth bahwa ia bisa pergi ke sana hari itu bersama kakeknya. Namun, Kenneth justru mengendarai mobil-mobilan traktornya sendiri ke sana, dan memarkirnya di dekat wahana permainan kesukaannya. Setelah si bocah pulang dengan selamat, ayahnya dengan bijak melepas baterai traktor mainan itu.

Bergulat Melawan Naga

Pernahkah Anda bergulat melawan naga? Jika jawabannya tidak, dengarlah pendapat Eugene Peterson. Dalam buku A Long Obedience in the Same Direction, ia menulis, “Naga merupakan proyeksi dari ketakutan kita, wujud mengerikan dari segala sesuatu yang bisa mencelakakan kita . . . Naga bisa membuat seseorang merasa kalah telak.” Maksud Peterson adalah bahwa hidup ini memang penuh dengan “naga”: krisis kesehatan yang mengancam nyawa, pemutusan hubungan kerja yang tiba-tiba, kegagalan dalam pernikahan, kepergian anak yang memberontak. Semua “naga” itu adalah tantangan dan persoalan hidup yang terlalu besar untuk kita hadapi sendirian.

Kritikan Pedas

Kata-kata yang keras dapat menyakitkan hati. Teman saya—seorang penulis peraih penghargaan—merasa sulit menanggapi kritik yang ia terima. Buku barunya sudah mendapatkan banyak pujian sekaligus penghargaan. Namun kemudian, seorang pengulas di sebuah majalah terkenal memberinya pujian yang dibungkus kritikan, dengan menggambarkan bukunya sebagai novel yang ditulis dengan baik tetapi masih terdapat banyak kekurangan di sana-sini. Memikirkan hal itu, teman saya pun meminta pendapat teman-temannya, “Bagaimana saya harus menanggapinya?”

Karakter Zax

Dalam salah satu dongeng ganjil khas Dr. Seuss, diceritakan “seorang Zax yang menuju ke Utara dan seorang Zax yang menuju ke Selatan” pergi menyeberangi padang rumput Prax. Ketika akhirnya mereka bertemu berhadap-hadapan, tidak ada dari mereka yang mau memberikan jalan. Zax yang pertama bersumpah tidak akan bergerak sedikit pun—bahkan jika hal itu membuat “seluruh dunia diam tak bergerak.” (Kenyataannya, dunia tidak terpengaruh dan terus bergerak, bahkan dibangun sebuah jalan raya di sekeliling tempat mereka berdiri).

Apakah Kita Berarti?

Beberapa bulan ini, saya sedang berkorespondensi dengan seorang anak muda yang mempunyai pemikiran mendalam tentang iman. Suatu waktu ia menulis, “Manusia tidak lebih dari titik-titik yang amat sangat kecil dalam perjalanan zaman. Apakah kita berarti?”