Penulis

Lihat Semua
Bill Crowder

Bill Crowder

Bill Crowder bertanggung jawab untuk isi materi pengajaran. Ia telah menulis banyak buklet Discovery Series dan buku Discovery House Publishers. Bill dan istrinya, Marlene, memiliki lima anak dan beberapa orang cucu.

Artikel oleh Bill Crowder

Harta untuk Dibagikan

Pada bulan Maret 1974, para petani di Tiongkok yang sedang menggali sumur menemukan sesuatu yang mengejutkan. Di bawah tanah kering di Tiongkok tengah itu terkubur Tentara Terakota—patung-patung tanah liat seukuran orang dewasa yang berasal dari abad ke-3 SM. Temuan yang luar biasa itu terdiri dari 8.000 tentara, 150 kuda kavaleri, dan 130 kereta yang ditarik oleh 520 kuda. Tentara Terakota itu telah menjadi salah satu lokasi wisata paling populer di Tiongkok, dengan memikat lebih dari satu juta pengunjung setiap tahunnya. Harta menakjubkan yang terkubur selama berabad-abad lamanya itu sekarang telah diperkenalkan kepada dunia.

Sumber Persediaan Kita

Pada Agustus 2010, perhatian dunia tertuju pada sebuah terowongan tambang di dekat Copiapó, Chili. Sebanyak 33 penambang berhimpitan dalam gelap dan terjebak di kedalaman 700 meter di bawah tanah. Mereka sama sekali tidak tahu kapan pertolongan akan tiba. Setelah menunggu 17 hari lamanya, mereka mendengar bunyi pengeboran. Regu penyelamat telah membuat sebuah lubang kecil di bagian atap terowongan, kemudian diikuti tiga lubang berikutnya, dengan maksud untuk menciptakan jalur pengiriman persediaan makanan, air, dan obat-obatan. Para penambang itu sangat bergantung pada saluran-saluran yang terhubung dengan permukaan tanah tersebut untuk menerima persediaan yang mereka butuhkan agar dapat bertahan hidup. Akhirnya, pada hari yang ke-69 semua penambang berhasil dibebaskan.

Katamu, Siapakah Dia?

Pada tahun 1929, dalam wawancara dengan surat kabar Saturday Evening Post, Albert Einstein berkata, “Sewaktu kecil, saya menerima pengajaran dari Alkitab maupun dari kitab Talmud. Saya seorang Yahudi, tetapi saya terpesona dengan orang Nazaret yang sangat menonjol itu. . . . Tak seorang pun dapat membaca Injil tanpa merasakan kehadiran Yesus di dalamnya. Kepribadian-Nya begitu nyata dalam setiap kata. Tak ada mitos yang menampilkan kehidupan seperti itu.”

Berapa Harga Diri Anda?

Alkisah pada tahun 75 sm, seorang bangsawan muda Romawi bernama Julius Caesar diculik oleh bajak laut dan baru akan dilepaskan dengan tebusan. Ketika bajak laut itu meminta tebusan sebesar 20 talen perak (sekitar 8 milyar rupiah pada masa kini), Caesar pun tertawa dan menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak tahu siapa dirinya. Ia mendesak mereka untuk menaikkan harga tebusannya menjadi 50 talen perak! Mengapa? Karena Caesar yakin bahwa harga dirinya jauh lebih tinggi daripada 20 talen perak.

Tujuan Hidup yang Baru

Jacob Davis adalah seorang penjahit yang sedang menghadapi masalah. Pada masa perburuan emas abad ke-19 di wilayah barat Amerika, celana para penambang di sana cepat sekali rusak. Untuk memecahkan masalah itu, Davis mengunjungi toko milik Levi Strauss yang menjual segala macam kain. Davis pun membeli kain yang biasa dipakai sebagai bahan tenda dan membuat celana kerja dari kain yang tebal dan tidak mudah rusak tersebut. Itulah cikal bakal dari celana blue jeans. Saat ini, jeans berbahan denim dalam beragam bentuknya (termasuk merek Levi’s) adalah salah satu jenis pakaian paling populer di dunia, dan semua itu berawal dari sebuah kain bahan tenda yang diubah menjadi sesuatu yang baru.

Perjalanan Anda

Saya tumbuh dalam suasana pemberontakan sosial di era 1960-an dan sama sekali tidak berminat pada hal-hal rohani. Meski sepanjang hidup tidak pernah absen ke gereja, saya baru sungguh-sungguh beriman pada awal usia dua puluhan setelah mengalami suatu kecelakaan yang mengerikan. Sejak saat itu, saya mengisi hidup saya dengan memberitakan kepada sesama tentang kasih Yesus bagi mereka. Sungguh suatu perjalanan hidup yang luar biasa.

Membebaskan Tahanan

Ketika saya dan istri berkunjung ke Museum Nasional dari The Mighty Eighth Air Force di dekat kota Savannah, Georgia, Amerika Serikat, kami sangat tersentuh oleh bagian pameran yang menceritakan tentang para tahanan perang, lengkap dengan benda-benda pameran yang dibuat menyerupai barak-barak tahanan perang di Jerman.

Pencobaan yang Hebat

Api dapat menjadi musuh terbesar dari hutan, tetapi dapat juga bermanfaat. Para ahli mengatakan bahwa pembakaran yang kecil dan sering, yang disebut “pembakaran terkendali”, akan membersihkan bagian dasar hutan dari dedaunan dan ranting-ranting pohon yang telah mati, tetapi tidak akan menghancurkan pepohonannya. Pembakaran terkendali itu menyisakan abu yang sangat berguna bagi pertumbuhan benih pohon. Api dalam intensitas kecil ternyata sangat penting bagi pepohonan agar bertumbuh dengan sehat.

Yang Terutama

Ketika Yohanes, murid yang Yesus kasihi, bertambah tua, pengajaran yang diberikannya dalam ketiga suratnya semakin terfokus sepenuhnya pada kasih Allah. Dalam buku Knowing the Truth of God’s Love (Mengetahui Kebenaran tentang Kasih Allah), Peter Kreeft mengutip sebuah hikayat kuno yang menceritakan bahwa salah seorang pemuda murid Yohanes pernah datang kepadanya dan mengeluh, “Mengapa Anda tidak pernah berbicara apa pun selain kasih Tuhan?” Yohanes menjawab, “Karena memang tak ada yang lebih penting untuk dibicarakan selain hal itu.”

Topik Terkait

> Santapan Rohani

Tidak Sia-Sia

Seorang penasihat keuangan yang saya kenal menggambarkan realitas tentang investasi uang demikian, “Harapkanlah yang terbaik dan bersiaplah untuk yang terburuk.” Hampir setiap keputusan yang kita buat dalam hidup ini tidak bisa kita pastikan hasilnya. Namun ada satu jalan yang dapat kita tempuh karena apa pun yang terjadi, kita tahu bahwa pada akhirnya hal itu tidak akan sia-sia.

Tak Kekurangan Apa Pun

Bayangkan melakukan perjalanan tanpa membawa koper. Tidak membawa kebutuhan pokok, pakaian ganti, uang, atau kartu kredit. Rasanya tidak bijaksana dan agak menakutkan, bukan?

Wajah Kristus

Sebagai penulis, sebagian besar masalah yang saya bahas adalah seputar penderitaan. Saya terus-menerus kembali ke pertanyaan-pertanyaan yang sama, seolah mengorek kembali luka lama yang tidak kunjung sembuh. Saya menerima kabar dari para pembaca buku saya dan kisah-kisah penderitaan yang mereka hadapi menunjukkan bahwa apa yang saya pertanyakan itu benar-benar terjadi. Saya teringat kepada seorang pembina kaum muda yang menelepon saya setelah istri dan bayinya terjangkit penyakit AIDS dari transfusi darah. Ia bertanya, “Bagaimana mungkin aku berkhotbah kepada pemuda-pemudi yang kulayani tentang Allah yang Mahakasih?”