Penulis

Lihat Semua
Dave Branon

Dave Branon

Selain menulis untuk Our Daily Bread, Dave Branon juga merupakan seorang editor untuk Discovery House Publishers dan telah menulis 15 judul buku. Ia dan istrinya, Sue, suka bermain rollerblade dan meluangkan waktu bersama anak dan cucu mereka.

Artikel oleh Dave Branon

Berserah Penuh

Ketika saya bermain bola basket di perguruan tinggi, saya secara sadar mengambil keputusan pada awal setiap musim pertandingan untuk berlatih dan mengabdikan diri secara total kepada pelatih saya, yaitu melakukan apa pun yang ia minta untuk saya lakukan.

Lama tetapi Baru

Pada tahun 2014, sebuah lubang tiba-tiba menganga di Museum Nasional Corvette di Kentucky, Amerika Serikat, dan menelan 8 mobil sport Chevrolet Corvette yang langka dan antik. Semua mobil itu rusak parah, bahkan ada yang tidak dapat diperbaiki.

Sekaranglah Harinya

Maggie, cucu kami yang berusia prasekolah, dan Katie, saudaranya yang sudah TK, menarik beberapa lembar selimut ke halaman belakang untuk membangun tenda yang akan menjadi tempat mereka bermain. Setelah mereka bermain di luar beberapa waktu lamanya, tiba-tiba Maggie memanggil ibu mereka.

Suara Surround

Studio Walt Disney adalah yang pertama memperkenalkan konsep baru dalam mendengarkan film. Konsep itu disebut “suara stereofonik” atau suara surround (sekeliling). Hal itu dikembangkan karena para produser menginginkan para penonton bioskop untuk mendengarkan musik dalam film mereka dengan cara yang baru.

Indah di Mata Allah

Ada dua gadis remaja. Yang pertama adalah gadis yang kuat dan sehat. Gadis yang satu lagi tak pernah merasakan kebebasan untuk bergerak ke mana pun secara mandiri. Dari atas kursi rodanya, ia tak hanya merasakan pergumulan batin dalam hidupnya, tetapi juga serangkaian penderitaan dan pergumulan jasmani.

Sama Sekali Tidak Tahu

Pada suatu malam yang dingin, para sukarelawan dari sebuah gereja lokal membagi-bagikan makanan kepada para penghuni dari suatu kompleks rumah susun sangat sederhana. Seorang wanita yang menerima makanan itu merasa begitu gembira. Ia menunjukkan kepada mereka lemarinya yang kosong dan mengatakan bahwa mereka adalah jawaban dari doa-doanya.

Tak Pernah Habis

Ketika saya bertanya kepada seorang teman yang hendak pensiun tentang apa yang ia khawatirkan dalam masa hidupnya mendatang, ia mengatakan, “Aku ingin memastikan bahwa aku tidak akan kehabisan uang.” Keesokan harinya, saat berbicara kepada seorang konsultan keuangan, saya diberi nasihat tentang langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk memiliki jaminan keuangan. Tentu saja kita semua ingin merasakan ketenangan dengan mengetahui bahwa kita memiliki kecukupan dana yang dibutuhkan untuk sisa hidup kita.

Keputusan Evie

Evie adalah salah seorang dari 25 anggota paduan suara remaja dari sekolahnya yang melakukan perjalanan ke Jamaika untuk bernyanyi, bersaksi, dan menunjukkan kasih Allah kepada orang-orang dari budaya dan generasi yang berbeda. Ada satu hari dari perjalanan itu yang sangat berkesan dan membawa sukacita bagi Evie.

Allah Berbicara

Baru-baru ini, menantu saya, Ewing, sedang menjelaskan kepada anaknya, Maggie, bahwa kita dapat berbicara kepada Allah dan Dia berkomunikasi dengan kita. Ketika Ewing mengatakan bahwa Allah terkadang berbicara kepada kita melalui Alkitab, Maggie menjawab dengan yakin: “Dia tak pernah mengatakan apa pun kepadaku. Aku tak pernah dengar Dia berbicara kepadaku.”

Topik Terkait

> Santapan Rohani

Tidak Sia-Sia

Seorang penasihat keuangan yang saya kenal menggambarkan realitas tentang investasi uang demikian, “Harapkanlah yang terbaik dan bersiaplah untuk yang terburuk.” Hampir setiap keputusan yang kita buat dalam hidup ini tidak bisa kita pastikan hasilnya. Namun ada satu jalan yang dapat kita tempuh karena apa pun yang terjadi, kita tahu bahwa pada akhirnya hal itu tidak akan sia-sia.

Tak Kekurangan Apa Pun

Bayangkan melakukan perjalanan tanpa membawa koper. Tidak membawa kebutuhan pokok, pakaian ganti, uang, atau kartu kredit. Rasanya tidak bijaksana dan agak menakutkan, bukan?

Wajah Kristus

Sebagai penulis, sebagian besar masalah yang saya bahas adalah seputar penderitaan. Saya terus-menerus kembali ke pertanyaan-pertanyaan yang sama, seolah mengorek kembali luka lama yang tidak kunjung sembuh. Saya menerima kabar dari para pembaca buku saya dan kisah-kisah penderitaan yang mereka hadapi menunjukkan bahwa apa yang saya pertanyakan itu benar-benar terjadi. Saya teringat kepada seorang pembina kaum muda yang menelepon saya setelah istri dan bayinya terjangkit penyakit AIDS dari transfusi darah. Ia bertanya, “Bagaimana mungkin aku berkhotbah kepada pemuda-pemudi yang kulayani tentang Allah yang Mahakasih?”