Penulis

Lihat Semua
David Roper

David Roper

Setelah menjadi gembala gereja selama lebih dari 30 tahun, sekarang David H. Roper memimpin Idaho Mountain Ministries, suatu retret yang dikhususkan untuk menguatkan para pasangan pendeta. Ia suka memancing dan juga menyusuri sungai bersama istrinya, Carolyn.

Artikel oleh David Roper

Mulailah dari Tempat Anda Berada

Saya pernah melihat setangkai bunga tumbuh di padang rumput—bunga mungil berwarna ungu yang “menyia-nyiakan keindahannya di sahara,” meminjam ungkapan indah dari puisi karya penyair Thomas Gray. Saya rasa tak seorang pun pernah melihat bunga itu, dan mungkin tidak akan ada lagi yang melihatnya. Jika demikian, mengapa keindahan itu tumbuh di sini? pikir saya.

Guntur dan Petir

Bertahun-tahun lalu ketika saya dan seorang teman sedang memancing, tiba-tiba hujan mulai turun. Kami berteduh di bawah pepohonan aspen dekat situ, tetapi hujan terus turun. Maka kami memutuskan untuk pulang dan berlari ke arah mobil. Saya baru saja membuka pintu mobil dan tiba-tiba petir menyambar pohon-pohon aspen tadi dengan bola api yang bergemuruh. Api itu menghanguskan daun-daun, mengelupas kulit pohon, dan meninggalkan asap pada beberapa cabangnya. Dan kemudian senyap.

Berbuat Baik Kapan Saja

Mungkin Anda pernah mendengar ungkapan “Lakukanlah perbuatan yang baik kapan saja dan perbuatan yang indah tanpa pikir panjang.” Ungkapan yang terdapat pada selembar tatakan piring dari suatu restoran di tahun 1982 itu diduga ditulis oleh Anne Herbert, seorang penulis asal Amerika. Ungkapan itu lalu dipopulerkan melalui berbagai karya film dan tulisan.

Tidur Sesaat

Henry Durbanville, seorang pendeta asal Skotlandia di masa lampau, pernah bercerita tentang seorang wanita lanjut usia di gerejanya yang tinggal di suatu daerah terpencil di negeri itu. Wanita tua itu ingin mengunjungi kota Edinburgh, tetapi ia takut menempuh perjalanan tersebut karena kereta api yang menuju ke sana harus melalui sebuah terowongan panjang yang gelap gulita.

Selalu Baik Hati

Semasa kanak-kanak, saya senang sekali membaca buku-buku serial Land of Oz (Negeri Oz) karya L. Frank Baum. Baru-baru ini saya menemukan buku Rinkitink in Oz (Rinkitink di Oz) yang masih lengkap dengan semua ilustrasi aslinya. Saya kembali dibuat tertawa saat membaca tentang Raja Rinkitink dari Baum yang jenaka dan rendah hati. Pangeran muda bernama Inga begitu tepat menggambarkan sifat sang Raja: “Hatinya sangat baik dan lembut, dan itu jauh lebih baik daripada menjadi bijak.”

The Red Hackle

Beberapa tahun lalu saya tidak sengaja menemukan sedikit ilmu memancing dalam literatur yang ditulis oleh Aelian asal Yunani dari abad ke-2 SM. “Antara Boroca dan Tesalonika mengalir sebuah sungai bernama Astrakus, dan di dalamnya terdapat ikan-ikan dengan kulit bertutul (ikan Trout).” Ia kemudian menjelaskan tentang cara “membuat umpan pancing yang bisa memikat ikan-ikan itu. Mereka melekatkan benang wol berwarna merah tua di sekeliling mata kail dan menempelkan dua helai bulu. Kemudian mereka melemparkan umpan itu, dan ikan-ikan yang tertarik dengan warna pada umpan pancing tersebut akan berenang ke permukaan karena mengira akan memperoleh banyak makanan” (Tentang Natur Dunia Fauna).

Bukit Sulit

Pada sisi puncak Gunung Jughandle di sebelah utara dari rumah kami di Idaho terletak sebuah danau glasial. Untuk mencapai danau itu seseorang harus menyusuri punggung bukit yang curam, melewati bongkahan batu-batu besar, dan melintasi hamparan kerikil. Sungguh suatu pendakian yang berat.

Anugerah Ini

Beberapa tahun lalu saya pernah menulis sebuah esai tentang koleksi tongkat pembantu jalan yang saya miliki. Saya bercanda bahwa suatu hari nanti saya akan membutuhkan alat bantu jalan yang lebih canggih. Hari itu telah tiba. Kombinasi masalah tulang belakang dan kerusakan saraf perifer telah memaksa saya untuk menggunakan alat bantu jalan beroda tiga. Saya tidak dapat lagi menjelajahi alam. Saya tidak dapat lagi memancing. Saya tidak dapat lagi melakukan banyak hal yang selama ini memberikan kesenangan bagi saya.

Desert Solitaire

Desert Solitaire (Gurun Sunyi) adalah buku karya Edward Abbey yang menceritakan pengalamannya selama bertugas sebagai polisi taman yang menjaga Taman Nasional Arches di Utah. Buku tersebut layak dibaca karena gaya cerita Abbey yang cerdas dan penggambarannya yang hidup tentang wilayah Barat Daya Amerika.

Topik Terkait

> Santapan Rohani

Injil yang Viral

Proyek Viral Texts yang dilakukan oleh Northeastern University di Boston mempelajari bagaimana suatu berita cetak pada abad ke-19 tersebar melalui surat kabar—jaringan media sosial pada zaman itu. Pada era revolusi industri itu, sebuah artikel dianggap “viral” (tersebar dengan cepat dan luas) apabila dicetak ulang hingga 50 kali atau lebih. Dalam artikelnya di majalah Smithsonian, Britt Peterson mencatat bahwa sebuah artikel berita dari abad ke-19 tentang para pengikut Yesus yang dihukum mati karena iman mereka pernah dicetak ulang setidaknya 110 kali.

Pohon di Tepi Sungai

Ada sebatang pohon yang membuat iri. Karena tumbuh di tepi sungai, pohon itu tidak perlu khawatir dengan ramalan cuaca, suhu panas yang menyengat, atau masa depan yang tak menentu. Dipelihara dan disegarkan oleh aliran air sungai, pohon itu menikmati hari-harinya dengan ranting-ranting yang mengarah ke sinar matahari, akar-akar yang mencengkeram bumi, dauh-daun yang memurnikan udara, dan menyediakan tempat berteduh bagi semua yang memerlukan perlindungan dari teriknya sinar matahari.

Lebih Baik dari Piñata

Pesta ala Meksiko tidaklah lengkap tanpa piñata—sebuah wadah dari bahan karton atau tanah liat yang diisi permen atau mainan kecil. Anak-anak kemudian memukul piñata itu dengan tongkat sampai pecah agar dapat menikmati isinya.