Penulis

Lihat Semua
Jennifer Benson Schuldt

Jennifer Benson Schuldt

Tulisan Jennifer Benson Schuldt pertama kali muncul di Our Daily Bread pada bulan September 2010. Ia juga menulis untuk buku renungan Our Daily Journey. Ia tinggal di pinggiran kota Chicago dengan suaminya, Bob, dan anak-anak mereka. Ia suka melukis, membaca puisi dan fiksi, dan berjalan-jalan bersama keluarganya.

Artikel oleh Jennifer Benson Schuldt

Ungkapan Cinta

Ketika sejumlah papan bertuliskan “Aku mencintaimu” dalam warna merah jambu muncul secara beruntun dan misterius di kota Welland, Ontario, seorang wartawan lokal bernama Maryanne Firth memutuskan untuk menyelidikinya. Investigasinya tidak membuahkan hasil. Beberapa minggu kemudian, sejumlah papan baru muncul dan mencantumkan nama taman di kota itu sekaligus tanggal dan waktu tertentu.

Diuji dan Dimurnikan

Dalam sebuah wawancara, penyanyi dan penulis lagu Meredith Andrews menceritakan pergumulannya saat ia berusaha mencari keseimbangan antara mengurus pelayanan, pekerjaan, pernikahan, dan perannya sebagai ibu. Sambil merenungkan pergumulan itu, ia berkata, “Saya merasa sepertinya Allah membawa saya ke dalam masa pemurnian, bahkan hampir-hampir saya merasa patah semangat.”

Lembah Pujian

Henri Matisse, seorang seniman Prancis, merasa bahwa karyanya di tahun-tahun terakhir dari hidupnya adalah karya yang paling ia banggakan. Pada masa itu, ia bereksperimen dengan gaya baru, yakni melukis gambar-gambar berukuran besar yang berwarna-warni tidak menggunakan cat melainkan dengan kertas. Ia menghias dinding kamarnya dengan gambar-gambar cerah tersebut. Henri menganggap semua itu penting karena ia telah didiagnosa mengidap kanker dan itu sering membuatnya harus terbaring di tempat tidur.

Tak Seperti Kenyataannya

Don adalah seekor anjing collie yang tinggal di peternakan milik Tom di wilayah Lanarkshire Selatan, Skotlandia. Suatu pagi, Tom mengajak Don pergi memeriksa sejumlah hewan ternaknya. Mereka bersama menaiki sebuah truk kecil. Setibanya di tempat tujuan, Tom turun dari truk itu tetapi ia lupa menarik rem tangan. Truk itu pun meluncur menuruni bukit dengan Don duduk di belakang kemudi, dan sempat melintasi dua lajur jalan raya sebelum akhirnya berhenti di tempat yang aman. Di mata para pengemudi lain, seolah-olah seekor anjing sedang mengemudikan truk tersebut. Memang, yang terlihat tidak selalu sesuai dengan kenyataan yang ada.

Waktu Pribadi Bersama Allah

Pagi itu suasana di kelas sekolah Minggu tempat saya melayani sangat ramai. Sekitar 12 anak kecil terus berceloteh dan bermain di ruangan. Karena banyaknya kegiatan yang berlangsung, ruangan kami menjadi panas. Saya pun membuka pintu ruangan dan mengganjalnya. Seorang anak laki-laki melihat itu sebagai kesempatan untuk kabur. Ia pun berjingkat keluar dari ruangan, mengira tidak ada yang memperhatikannya. Setelah membuntutinya, saya pun tidak heran menemukan bahwa ia mencari ayahnya dan langsung memeluknya.

Hidup dalam Terang

Pagi itu begitu mendung. Awan kelabu yang melayang rendah memenuhi langit, dan cuaca yang sangat gelap membuat saya harus menyalakan lampu untuk bisa membaca buku. Saya baru saja merasa nyaman ketika ruangan saya tiba-tiba menjadi terang. Saya menengadah dan melihat angin sedang meniup awan mendung ke arah timur, sehingga langit menjadi cerah dan matahari pun kembali terlihat.

Bekerja Bersama

Ketika Nicholas Taylor hendak menaiki kereta di Perth, Australia, ia jatuh dan kakinya pun terjepit di celah antara peron dan gerbong kereta. Ketika para petugas tidak sanggup melepaskannya, mereka menggalang bantuan dari hampir 50 orang penumpang. Pada hitungan ketiga, para penumpang yang berdiri berjajar itu akan mendorong badan kereta itu secara serentak. Dengan bekerja dalam satu kesatuan, mereka dapat mengangkat gerbong kereta yang berat itu sehingga kaki Taylor dapat terlepas.

Cara Pandang Kita

Robby berperawakan bak binaragawan—badannya besar, kekar, dan berotot. Bobotnya saja lebih dari 100 kg! Meski demikian, Robby bersikap sangat ramah terhadap siapa saja. Robby melayani sebagai sukarelawan di sejumlah panti asuhan dan rumah sakit dan suka bermain sulap untuk menghibur para penghuninya.

Larilah Kepada-Ku

Ketika berjalan-jalan di taman dekat rumah, saya dan anak-anak bertemu sepasang anjing dengan rantai pengikat yang terlepas. Pemilik anjing itu sepertinya tidak menyadari bahwa seekor dari anjing tersebut mulai menakut-nakuti putra saya. Ia berusaha mengusirnya, tetapi anjing itu justru semakin berani mengganggunya.

Topik Terkait

> Santapan Rohani

Injil yang Viral

Proyek Viral Texts yang dilakukan oleh Northeastern University di Boston mempelajari bagaimana suatu berita cetak pada abad ke-19 tersebar melalui surat kabar—jaringan media sosial pada zaman itu. Pada era revolusi industri itu, sebuah artikel dianggap “viral” (tersebar dengan cepat dan luas) apabila dicetak ulang hingga 50 kali atau lebih. Dalam artikelnya di majalah Smithsonian, Britt Peterson mencatat bahwa sebuah artikel berita dari abad ke-19 tentang para pengikut Yesus yang dihukum mati karena iman mereka pernah dicetak ulang setidaknya 110 kali.

Pohon di Tepi Sungai

Ada sebatang pohon yang membuat iri. Karena tumbuh di tepi sungai, pohon itu tidak perlu khawatir dengan ramalan cuaca, suhu panas yang menyengat, atau masa depan yang tak menentu. Dipelihara dan disegarkan oleh aliran air sungai, pohon itu menikmati hari-harinya dengan ranting-ranting yang mengarah ke sinar matahari, akar-akar yang mencengkeram bumi, dauh-daun yang memurnikan udara, dan menyediakan tempat berteduh bagi semua yang memerlukan perlindungan dari teriknya sinar matahari.

Lebih Baik dari Piñata

Pesta ala Meksiko tidaklah lengkap tanpa piñata—sebuah wadah dari bahan karton atau tanah liat yang diisi permen atau mainan kecil. Anak-anak kemudian memukul piñata itu dengan tongkat sampai pecah agar dapat menikmati isinya.