Penulis

Lihat Semua
Jennifer Benson Schuldt

Jennifer Benson Schuldt

Tulisan Jennifer Benson Schuldt pertama kali muncul di Our Daily Bread pada bulan September 2010. Ia juga menulis untuk buku renungan Our Daily Journey. Ia tinggal di pinggiran kota Chicago dengan suaminya, Bob, dan anak-anak mereka. Ia suka melukis, membaca puisi dan fiksi, dan berjalan-jalan bersama keluarganya.

Artikel oleh Jennifer Benson Schuldt

Guru Terbaik

“Aku tidak mengerti!” Putri saya membanting pensilnya ke atas meja. Ia sedang mengerjakan PR matematika, dan saya baru saja memulai “pekerjaan” sebagai guru baginya. Masalahnya, saya sudah tidak ingat lagi pelajaran yang pernah saya pelajari tiga puluh lima tahun lalu tentang cara mengubah bilangan desimal menjadi pecahan. Karena tidak mungkin saya mengajarkan sesuatu yang tidak saya pahami, maka kami menonton video penjelasan dari seorang guru di dunia maya.

Belajar dengan Sukacita

Di kota Mysore, India, terdapat sebuah bangunan sekolah yang terbuat dari dua gerbong kereta api yang sudah dipercantik dan tersambung satu sama lain. Para pendidik di sana bekerja sama dengan dengan perusahaan kereta api untuk membeli dan mengalihfungsikan gerbong yang sudah tidak terpakai itu. Pada dasarnya setiap gerbong hanyalah sebuah kotak besar berbahan besi yang tidak bisa digunakan sebelum para pekerja memasang tangga, kipas angin, lampu, dan meja. Mereka juga mengecat dinding dan menghiasinya dengan lukisan aneka warna pada dinding bagian dalam dan luar. Kini, enam puluh siswa dapat menerima pendidikan di sekolah itu berkat transformasi luar biasa yang pernah terjadi.

Sang Penyembuh Agung

Ketika seorang kerabat saya mulai menjalani suatu perawatan medis untuk menyembuhkan alergi makanan yang akut, saya begitu bersemangat sampai-sampai saya terus membicarakannya. Saya senang menjelaskan proses intensif yang dijalani sambil memuji-muji dokter yang menemukan program tersebut. Akhirnya, beberapa teman berkomentar, “Rasanya Tuhanlah yang seharusnya dipuji untuk kesembuhan itu.” Pernyataan mereka membuat saya tertegun. Apakah saya telah mengalihkan pandangan saya dari Sang Penyembuh Agung dan justru mendewa-dewakan kesembuhan itu sendiri?

Memilih Menghormati Allah

Dalam cerita pendek berjudul Family Happiness (Kebahagiaan Keluarga) karya Leo Tolstoy, Sergey dan Masha berjumpa pertama kalinya ketika Masha masih muda dan lugu. Sergey adalah seorang pengusaha yang berusia lebih tua, dan karena sering bepergian, ia memiliki pemahaman yang luas tentang dunia di luar lingkungan pedesaan tempat Masha tinggal. Seiring berjalannya waktu, keduanya saling jatuh cinta dan akhirnya menikah.

Lebih Besar dari Persoalan Kita

Seperti apa bayangan Anda tentang dinosaurus yang hidup pada masa lampau? Gigi besar-besar? Kulit bersisik? Buntut panjang? Seniman Karen Carr menggambarkan ulang makhluk-makhluk yang sudah punah itu dalam lukisan-lukisan dinding berukuran besar. Salah satu lukisan Carr memiliki tinggi sekitar enam meter dan panjang delapan belas meter. Karena ukurannya yang luar biasa, dibutuhkan sekelompok tenaga ahli untuk memasang bagian demi bagian di dalam Museum Sejarah Alam Sam Noble di Oklahoma, AS.

Kembali Berkembang

Karena menerima sinar matahari dan air yang cukup, bunga-bunga liar tumbuh dengan leluasa dan menghiasi beberapa wilayah di California seperti di Antelope Valley dan Figueroa Mountain. Namun, apa yang biasanya terjadi di musim kemarau? Para ilmuwan telah menemukan bahwa beberapa jenis bunga liar menyimpan benih dalam jumlah besar di bawah tanah daripada membiarkannya menembus tanah dan berkembang. Setelah musim kemarau berakhir, tumbuh-tumbuhan itu menggunakan benih-benih yang telah disimpan itu untuk kembali berkembang.

Bintang yang Bercahaya

Adakalanya saya memejamkan mata dan membayangkan kembali rumah masa kecil saya. Saya ingat bagaimana saya pernah memandangi bintang-bintang di langit bersama ayah saya. Kami bergantian melirik ke arah langit melalui teleskop, berusaha memperhatikan titik-titik cahaya yang berkilauan dan berkedip-kedip. Titik-titik terang yang terbuat dari panas dan api tersebut sangat kontras dengan permukaan langit yang hitam kelam. 

Rencana yang Tidak Sempurna

Saya sedang asyik melihat-lihat buku di sebuah perpustakaan yang terletak di lantai dasar sebuah pusat kegiatan masyarakat yang baru dibuka ketika tiba-tiba terdengar suara berdebam keras. Beberapa menit kemudian, suara itu terdengar lagi hingga berkali-kali. Seorang pegawai perpustakaan dengan wajah kesal menjelaskan bahwa tepat di atas perpustakaan tersebut terdapat arena angkat besi, dan suara berdebam itu terdengar setiap kali seseorang menaruh barbel. Para arsitek dan desainer telah merancang dengan saksama berbagai aspek dari fasilitas mutakhir ini, tetapi tampaknya mereka lupa menaruh perpustakaan di lokasi yang jauh dari area yang sarat aktivitas.

Sesuatu yang Jauh Lebih Besar

Lebih dari dua ratus relawan membantu memindahkan barang-barang inventaris milik October Books, sebuah toko buku di Southampton, Inggris, ke tempat baru di ujung jalan. Para relawan itu berbaris di pinggir jalan dan mengoper buku satu demi satu dalam rangkaian seperti “ban berjalan manusia.” Saat menyaksikan para relawan itu bekerja, seorang karyawan toko berkomentar, “Sungguh . . . mengharukan sekali melihat begitu banyak orang [membantu] . . . Mereka ingin menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.”