Seniman Foley
Kreezz, kreezz. Wuuss! Pada masa industri perfilman baru berkembang, para seniman Foley menciptakan bunyi-bunyian untuk mendukung adegan dalam cerita. Mereka meremas kantong kulit yang penuh berisi tepung maizena untuk menghasilkan bunyi salju berderak, menggoyangkan sepasang sarung tangan untuk mendapat bunyi yang mirip kepakan sayap burung, dan mengibaskan sebilah tongkat tipis untuk menghasilkan suara hembusan. Agar film yang dibuat sedekat mungkin dengan kenyataan, para seniman itu menggunakan teknik-teknik kreatif untuk menghasilkan bunyi tiruan.
Tamu Tak Diundang
Baru-baru ini, saya dan istri saya, Marlene, menerima telepon bernada panik dari putra kami dan istrinya. Malam sebelumnya, mereka menemukan dua ekor kelelawar di dalam rumah mereka. Saya tahu bahwa kelelawar memang bagian penting dari ekosistem, tetapi di antara segala binatang yang ada, saya merasa paling geli dengan kelelawar, apalagi jika kelelawar itu beterbangan di dalam rumah.
Menyibak Misteri
Salah satu daya tarik wisata yang paling populer di Inggris ialah pilar-pilar batu raksasa Stonehenge. Pilar-pilar granit raksasa itu juga merupakan sumber misteri yang besar. Setiap tahun, orang-orang berkunjung ke Stonehenge dengan pertanyaan: Mengapa bangunan raksasa ini dibangun? Siapa yang menyelesaikan karya agung yang mengagumkan ini? Mungkin pertanyaan terbesarnya adalah bagaimana mereka memba-ngunnya. Namun, para pengunjung tidak memperoleh jawaban apa pun dari batu-batu yang membisu itu. Semuanya tetap misterius.
Rindu Diselamatkan
Film Man of Steel, yang dirilis pada tahun 2013, merupakan sebuah penggambaran baru tentang kisah Superman. Dipenuhi dengan efek spesial yang mengagumkan dan aksi-aksi nonstop yang menegangkan, film itu memikat banyak orang untuk menyaksikannya di bioskop-bioskop di seluruh dunia. Ada yang mengatakan bahwa daya tarik film itu terletak pada penggunaan teknologinya yang menakjubkan. Yang lainnya merujuk pada ketertarikan yang selalu dimiliki orang terhadap “mitologi Superman”.
Membangun Jembatan
Buku karya James Michener yang berjudul Centennial (Seabad) berisi sebuah kisah fiksi tentang sejarah pada masa pendudukan wilayah barat Amerika. Berkisah melalui pandangan mata seorang pedagang berdarah Perancis-Kanada yang bernama Pasquinel, Michener menyatukan kisah-kisah tentang Arapaho dari Great Plains (Dataran Besar) dan komunitas para pendatang dari Eropa di St. Louis. Ketika si petualang yang bertabiat keras itu berpindah-pindah di antara kota yang semakin padat penduduk dengan area-area yang terbuka di dataran sekitarnya, dirinya kemudian menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan dua dunia yang sangat jauh berbeda.
Siapa Bosnya?
Ketika dua cucu kami sedang dalam penjagaan istri saya, keduanya mulai bertengkar memperebutkan sebuah mainan. Tiba-tiba, sang adik (yang lebih muda 3 tahun), dengan lantang memerintah kakaknya, “Cameron, pergi ke kamarmu!” Mendengar-kan hardikan tersebut, dengan bahu terkulai dan sikap gontai, sang kakak mulai berjalan ke arah kamarnya. Namun kemudian, istri saya berkata, “Cameron, kamu tidak harus pergi ke kamarmu. Nathan bukan bosmu!” Menyadari hal itu, sikap Cameron pun berubah, dan dengan tersenyum, ia kembali duduk untuk bermain dengan adiknya.
Mengatasi Pengalih Perhatian
Setiap hari saya berkendara di jalan raya yang sama dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Dari hari ke hari saya melihat semakin bertambahnya jumlah pengemudi yang teralihkan perhatiannya. Biasanya mereka sedang berbicara di telepon atau mengirim/membaca SMS, tetapi saya juga pernah melihat pengemudi yang membaca koran, merias wajah, dan makan semangkuk sereal sambil berusaha mengemudikan mobil yang melaju dengan kecepatan lebih dari 110 km per jam! Dalam keadaan tertentu, pengalih perhatian itu akan berlalu dengan cepat dan tidak membahayakan. Namun dalam sebuah kendaraan yang sedang melaju, pengalih perhatian bisa mematikan.
Ajaibnya Penglihatan
Di situs livescience.com, saya membaca sepenggal informasi yang sangat menak-jubkan: “Jika Anda berdiri di puncak suatu gunung dan mengarahkan pandangan pada suatu bercak di atas bumi yang tampak lebih besar daripada biasanya, mata Anda akan dapat menangkap cahaya terang yang berada ratusan mil jauhnya. Dan di suatu malam yang gelap, Anda bahkan dapat melihat kerlip sebatang lilin yang jaraknya sejauh 30 mil (48 km).” Anda tidak memerlukan teleskop atau kacamata khusus untuk malam hari—karena mata manusia dirancang sedemikian luar biasa sehingga dengan mata telanjang pun kita bahkan dapat melihat dengan jelas benda yang sedemikian jauh.
Perlu Dipasang
Putri kami dan calon suaminya sangat gembira menerima hadiah pernikahan sebelum hari pernikahan mereka. Salah satu hadiah itu adalah sebuah rak kayu yang harus dipasang—dan saya mengajukan diri untuk membantu memasangnya karena mereka sudah sangat sibuk dalam mempersiapkan pernikahan mereka. Memasang rak itu ternyata lebih mudah daripada yang saya bayangkan, meski tetap butuh beberapa jam untuk menyelesaikannya. Semua bagiannya yang dari kayu sudah dipotong dan dilubangi, dan semua perkakas yang dibutuhkan untuk memasangnya sudah tersedia. Instruksinya sangatlah jelas dan lengkap.