Penulis

Lihat Semua
Bill Crowder

Bill Crowder

Bill Crowder bertanggung jawab untuk isi materi pengajaran. Ia telah menulis banyak buklet Discovery Series dan buku Discovery House Publishers. Bill dan istrinya, Marlene, memiliki lima anak dan beberapa orang cucu.

Artikel oleh Bill Crowder

Bangkit Kembali

Chad Pennington adalah seorang mantan pemain American football yang telah mengalami beragam cedera yang mengancam kelangsungan kariernya. Dua kali mengalami cedera, Pennington harus menjalani operasi, terapi fisik selama berbulan-bulan, dan latihan berminggu-minggu agar ia dapat kembali ke arena pertandingan. Namun dalam dua kali kesempatan itu, ia tidak saja kembali bermain, tetapi juga mencapai prestasi yang luar biasa hingga ia dianugerahi gelar “Pemain Terbaik yang Bangkit Kembali” dalam Liga Football Nasional (NFL). Bagi Pennington, usahanya tersebut memperlihatkan kegigihannya untuk kembali bertarung di lapangan football.

Kenangan Yang Telah Dilupakan

Baru-baru ini, seorang teman lama dari masa remaja saya mengirimkan foto regu lari SMP kami melalui e-mail. Pada foto hitam-putih yang agak buram itu tampak sekelompok anak remaja, yang saya ingat samar-samar, bersama dengan dua orang pelatih kami. Pikiran saya segera dipenuhi akan kenangan masa lalu yang menyenang-kan ketika kami berlari dalam perlombaan 1 mil dan ½ mil pada berbagai kejuaraan yang kami ikuti. Namun sekalipun saya menikmati kenangan akan masa silam itu, saya juga teringat betapa mudahnya saya melupakan semua itu dan kemudian beralih kepada hal-hal lainnya.

Mahkota Kemuliaan

Seperangkat tanda dan jubah kebesaran milik Kerajaan Inggris Raya yang disebut Crown Jewels disimpan dengan aman di Menara London dan dijaga ketat 24 jam sehari. Setiap tahunnya, jutaan orang akan mengunjungi pameran itu untuk mengagumi harta benda yang penuh hiasan tersebut. Crown Jewels melambangkan kekuasaan dari kerajaan itu, sekaligus kewibawaan dan kedudukan dari orang-orang yang mengena-kannya.

Kanguru Dan Emu

Dua binatang asli Australia, kanguru dan emu, memiliki kesamaan—keduanya jarang bergerak mundur. Kanguru, karena bentuk tubuh dan ekor panjang yang kuat, dapat melompat dengan bergerak maju. Namun kanguru tidak bisa bergerak mundur dengan mudah. Emu bisa berlari cepat dengan kaki-kakinya yang kuat, tetapi persendian lutut emu tampaknya sulit untuk membuatnya bergerak mundur. Kedua gambar binatang itu tertera pada lambang negara Australia sebagai simbol bahwa bangsa tersebut akan selalu bergerak maju dan terus akan membuat kemajuan.

Sebuah Nama Yang Sesuai

Nama negara Indonesia tersusun dari dua kata dalam bahasa Yunani yang ketika digabungkan berarti “kepulauan”. Nama itu sangat sesuai karena Indonesia merupakan suatu negara yang terdiri lebih dari 17.500 pulau yang terbentang dalam wilayah seluas 1,2 juta kilometer persegi. Indonesia—nama yang sesuai untuk suatu negara kepulauan.

Penyembuhan Yang Lambat

Baru 4 minggu anak kami, Mark, ber-gabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat, ia menderita luka serius pada lututnya dalam suatu latihan. Alhasil, ia dibebastugas-kan dari ketentaraan. Jadi, pada usia 19 tahun, ia sudah harus menggunakan sebatang tongkat untuk membantunya berjalan sementara waktu; dan karena cederanya yang parah itu, ia harus menjalani masa pemulihan, istirahat, dan rehabilitasi selama dua tahun penuh. Akhirnya, Mark dapat melepaskan penyangga lutut yang telah ia kenakan sejak kecelakaan tersebut. Walaupun ia masih merasakan sedikit nyeri yang tersisa, proses pemulihan yang lambat dan memakan waktu panjang tersebut telah membuatnya kembali dapat mengguna-kan kakinya secara utuh.

Air Mata Syukur

Dalam ibadah perjamuan kudus yang saya hadiri bersama istri, anggota jemaat diundang maju ke depan untuk menerima roti dan anggur dari salah seorang pendeta atau penatua. Mereka memberikan ucapan kepada satu demi satu anggota jemaat yang maju tentang arti pengorbanan Yesus bagi masing-masing dari mereka. Pengalaman tersebut sangat menyentuh sehingga meninggalkan kesan yang berbeda dari suatu kegiatan yang sudah dilakukan secara rutin. Setelah kami kembali ke bangku, saya menyaksikan jemaat berjalan kembali dengan perlahan dan hening. Mengharukan sekali melihat banyak jemaat yang matanya berkaca-kaca. Bagi saya, dan orang lain yang berbicara dengan saya kemudian, air mata itu adalah air mata syukur.

Pertanyaan Yang Mengusik

Saat menaiki kereta api beberapa tahun setelah berakhirnya perang saudara di Amerika, Jendral Lew Wallace dari Angkatan Perang Bagian Utara bertemu dengan seorang rekan perwira, Kolonel Robert Ingersoll. Ingersoll adalah seorang penganut paham agnostik terkemuka di abad ke-19, sedangkan Wallace adalah seorang Kristen. Ketika pembicaraan mulai membahas perbedaan kepercayaan mereka, Wallace sadar ia tidak bisa menjawab pertanyaan dan keraguan yang dilontarkan Ingersoll. Didorong oleh rasa malu karena kurangnya pemahaman atas imannya sendiri, Wallace mulai menggali Kitab Suci untuk mencari jawabannya. Usahanya itu membuahkan suatu pernyataan iman yang kokoh mengenai sosok Sang Juruselamat yang tertuang dalam novel sejarah klasik karyanya: Ben-Hur: A Tale of The Christ (Ben-Hur: Kisah Tentang Kristus).

Salah Mengenali

Scott, adik bungsu saya, lahir ketika saya sudah akan lulus dari SMA. Selisih umur yang jauh ini menimbulkan kejadian menarik ketika Scott sudah menginjak usia kuliah. Pada perjalanan pertamanya mengunjungi kampus, saya dan Ibu pergi bersamanya. Sesampainya kami di sana, orang-orang menganggap bahwa saya adalah ayah Scott dan Ibu adalah neneknya. Karena terlalu banyak orang yang mengira demikian, kami pun memutuskan untuk berhenti meluruskan anggapan mereka. Tidak peduli apa pun yang kami katakan atau lakukan, hubungan kekeluargaan kami yang sesungguhnya telah dikesampingkan oleh anggapan mereka yang salah mengenali identitas kami.