Informasi dan Bukti
Ketika Doris Kearns Goodwin memutuskan untuk menulis sebuah buku tentang Abraham Lincoln, fakta bahwa sudah ada sekitar empat belas ribu judul buku yang menulis tentang presiden ke-16 Amerika Serikat tersebut sempat membuatnya merasa terintimidasi. Apa lagi yang dapat dikatakan tentang sosok pemimpin yang sangat dicintai ini? Pantang mundur, akhirnya Goodwin menulis buku berjudul A Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln. Wawasannya yang segar tentang gaya kepemimpinan Lincoln menempatkan bukunya pada peringkat teratas dan menjadi buku yang paling banyak diulas.
Melawan Orang Banyak
“Adakalanya manusia berani melawan raja-raja yang paling berkuasa dan menolak tunduk di hadapan mereka,” demikian hasil pengamatan filsuf dan penulis Hannah Arendt (1906–75). Ia menambahkan, “Namun, tidak banyak yang berani melawan orang banyak, yang berjuang seorang diri menentang sekumpulan orang yang sesat pikir, untuk menghadapi kegilaan mereka yang tak kenal ampun tanpa menggunakan senjata.” Sebagai seorang Yahudi, Arendt menyaksikan sendiri kenyataan tersebut di negeri asalnya, Jerman. Ada kengerian tersendiri ketika ditolak oleh satu kelompok.
Dengarkanlah Lonceng Natal
“I Heard the Bells on Christmas Day” (Dengarkanlah Lonceng Natal, Nyanyian Pujian no. 52) adalah lagu Natal yang sungguh luar biasa. Lagu ini didasarkan pada puisi karya Henry Wadsworth Longfellow dari tahun 1863. Alih-alih bertutur tentang kegembiraan Natal seperti lazimnya, lagu itu justru menyuarakan ratapan, “Mungkin hati jadi cemas / Oleh bantahan yang keras / Di manakah sesungguhnya / Damai sejaht’ra di bumi?” Meski demikian, ratapan ini berubah menjadi pengharapan yang meyakinkan kita bahwa “Allah hidup berkuasa / Kejahatan digagalkan / Damai sejaht’ra di bumi.”
Klub Socratic
Klub Socratic didirikan di Universitas Oxford, Inggris, pada tahun 1941. Perkumpulan itu dibentuk untuk mendorong berlangsungnya perdebatan antara orang percaya dan penganut ateis atau agnostik.
Hati yang Marah
Guernica, lukisan bernada politis yang terpenting karya Pablo Picasso, merupakan penggambaran modernis dari peristiwa penghancuran Guernica, sebuah kota kecil di Spanyol pada tahun 1937. Selama revolusi Spanyol hingga Perang Dunia II, pasukan Nasionalis Spanyol mengizinkan pesawat-pesawat tempur Nazi Jerman untuk menggunakan kota tersebut sebagai sasaran dalam latihan pengeboman. Pengeboman yang kontroversial itu merenggut banyak nyawa dan menarik perhatian masyarakat dunia terhadap kebejatan pengeboman yang menargetkan rakyat sipil. Lukisan Picasso berhasil menangkap imajinasi dari dunia sekitar dan memicu perdebatan tentang kapasitas manusia untuk menghancurkan satu sama lain.
Membangun Rumah
Pada tahun 1889, dimulailah proyek pembangunan sebuah rumah pribadi yang paling ambisius di Amerika Serikat. Sebuah pabrik batu bata yang dibangun di lokasinya memproduksi sekitar 32.000 buah batu bata setiap hari hingga “rumah musim panas” milik George Vanderbilt II rampung enam tahun kemudian. Sampai sekarang, rumah di Asheville, Carolina Utara yang dinamai Biltmore Estate tersebut masih merupakan kediaman pribadi terbesar di Amerika, dengan 250 ruangan (termasuk 35 kamar tidur dan 43 kamar mandi) dan luas lantai sekitar 16.226 meter persegi.
Titik Pendaratan
Hewan impala, yang termasuk keluarga antelop, dapat melompat hingga ketinggian tiga meter dan sejauh sembilan meter. Kemampuan yang luar biasa ini sangat penting bagi kelangsungan hidup impala di alam liar Afrika. Namun, di banyak kandang impala dalam kebun binatang, Anda akan menemukan hewan ini terkurung di balik dinding setinggi tak sampai satu meter. Bagaimana mungkin dinding serendah itu dapat menahan hewan yang atletis ini? Hal itu mungkin karena impala tak pernah melompat kecuali mereka dapat melihat tempat mendaratnya. Dinding serendah itu dapat menahan impala tetap berada dalam kandang karena hewan ini tak dapat melihat apa yang ada di balik dinding.
Hati yang Rela Diajar
Sayang sekali, pada masa sekarang, menyerang pendapat yang berbeda sekaligus individu yang melontarkan pendapat tersebut dianggap sudah “normal”. Kenyataan itu juga dapat terjadi di kalangan akademis. Karena itu, saya tercengang ketika akademisi dan teolog Richard B. Hays menulis makalah yang justru mematahkan dalil-dalil yang ia tulis sendiri bertahun-tahun sebelumnya! Dalam bukunya, Reading with the Grain of Scripture, Hays menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa dengan mengoreksi pemikirannya sendiri di masa lalu. Pemikirannya yang berkembang itu selaras dengan komitmennya untuk terus belajar seumur hidup.
Menjadi Berbeda
Pada bulan November 1742, kerusuhan pecah di Staffordshire, Inggris, untuk memprotes pesan Injil yang dikhotbahkan oleh Charles Wesley. Tampaknya Charles dan saudaranya, John, telah mengubah beberapa tradisi lama gereja, dan banyak penduduk kota menganggap hal itu keterlaluan.