Penulis

Lihat Semua
Marvin Williams

Marvin Williams

Marvin Williams mulai menulis untuk buku renungan Our Daily Bread sejak tahun 2007 dan juga menulis untuk buku renungan Our Daily Journey. Marvin adalah pendeta pengajar senior di Trinity Church di Lansing, Michigan. Ia dan istrinya, Tonia, memiliki tiga anak.

Artikel oleh Marvin Williams

Jangan Lagi Berprasangka

Sebuah survei oleh Newsweek pada tahun 2010 menunjukkan statistik yang mengejutkan: 57 persen dari para manajer yang menerima surat lamaran kerja meyakini bahwa pelamar kerja yang berpenampilan kurang menarik (sekalipun memenuhi per-syaratan) akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan; 84 persen berkata bahwa atasan mereka enggan merekrut seseorang yang lebih tua meski ia memenuhi persyaratan; 64 persen meyakini bahwa perusahaan seharusnya boleh merekrut orang berdasarkan penampilannya. Semua itu merupakan contoh nyata dari sikap prasangka yang tidak dapat diterima.

Menutup Lubang Besar

Pada akhir bulan Mei 2010, badai tropis Agatha melanda wilayah Amerika Tengah dan menyebabkan hujan lebat serta tanah longsor. Setelah badai itu berlalu, didapati ada sebuah lubang pada tanah dengan kedalaman 200 kaki (±61 meter) di pusat kota Guatemala City. Lubang besar ini menyebabkan lahan di sekitarnya runtuh dengan tiba-tiba, sehingga tanah, tiang-tiang listrik, dan sebuah bangunan setinggi 3 lantai amblas dan terhisap masuk ke dalam bumi.

Terus Bertahan

Suatu jajak pendapat terhadap lebih dari 1.000 responden berusia dewasa yang diadakan pada tahun 2006 menemukan bahwa rata-rata orang akan kehilangan kesabaran mereka setelah 17 menit menunggu dalam suatu antrian. Selain itu, kebanyakan orang akan kehilangan kesabaran mereka hanya setelah 9 menit diminta menunggu di telepon. Ketidaksabaran sudah menjadi sikap yang sangat umum.

Mengingat Perkataan Ayah Kita

Ketika Jim Davidson sedang menuruni Gunung Rainier, ia terjatuh di atas sebuah jembatan dari salju dan terperosok ke dalam suatu jurang gletser (celah yang sangat dalam dan sama sekali gelap yang terletak di antara dua tebing es pada suatu gletser). Sementara Jim berdiri dengan tubuh penuh darah dan memar di dalam jurang es yang gelap itu, ia merenungkan masa kecilnya dan mengingat kembali perkataan ayahnya. Sang ayah senantiasa mengingatkannya bahwa ia akan dapat mencapai hal-hal besar jika ia terus berjuang untuk mengatasi kesukaran yang dialaminya. Perkataan itu menolong Jim untuk terus bertahan sembari menghabiskan waktu lima jam berikutnya untuk memanjati jurang es yang gelap hingga mencapai tempat yang aman, hanya dengan peralatan terbatas dan dalam keadaan yang sangat sulit.

Penciptaan Kembali

Kehidupan Chris Simpson dahulu dipenuhi kebencian. Setelah ia dan istrinya kehilangan anak sulung mereka, Chris merasa bingung dan menjadi pemarah. Ia pun melampiaskan kemarahan itu terhadap beragam kelompok etnis yang berbeda dari-nya dan memenuhi seluruh tubuhnya dengan tato yang penuh dengan pesan kebencian.

Hidup Tanpa Roti

Di dalam budaya-budaya yang berlimpah dengan pilihan makanan, roti tidak lagi menjadi unsur penting dari menu makanan.Jadi karena berbagai alasan, ada sebagian orang yang memilih untuk tidak meng-konsumsi roti. Namun di abad pertama, roti dipandang sebagai bahan makanan pokok yang sangat penting. Makan tanpa roti adalah sesuatu yang tidak lazim.

Pengaruh Peneguhan

Dalam suatu penelitian yang diadakan baru-baru ini, 200 ribu orang pegawai diwawancara untuk mengetahui unsur yang hilang dalam produktivitas mereka. Penelitian itu menyimpulkan bahwa penghargaan dan peneguhan merupakan dua hal utama yang paling diinginkan para pegawai dari atasan mereka. Riset ini secara tidak langsung menyatakan bahwa peneguhan merupakan suatu kebutuhan dasar bagi manusia.

Langkah Yang Lebih Lambat

Ketika penulis Bruce Feiler didiagnosis menderita penyakit kanker tulang di pahanya, ia tidak bisa berjalan tanpa bantuan selama lebih dari setahun. Belajar berpergian ke mana-mana dengan tongkat membuatnya menghargai langkah hidup yang lebih lambat. Feiler berkata, “Pelajaran utama yang saya peroleh dari pengalaman saya tersebut adalah belajar untuk melangkah lebih lambat.”

Tanda Jempol Ke Atas

Pandora adalah salah satu keajaiban musik di era Internet ini. Pandora menolong Anda untuk membuat stasiun radio Anda sendiri di mana Anda bisa “menyusun” daftar musik sesuai selera Anda. Ketika lagu dimainkan, Anda dapat menekan tombol jempol ke atas sebagai tanda Anda menyukai lagu tersebut, atau tanda jempol ke bawah jika tidak. Pada akhirnya, Anda akan mempunyai satu koleksi musik berisi lagu-lagu yang 
Anda sukai saja.