Penulis

Lihat Semua
Marvin Williams

Marvin Williams

Marvin Williams mulai menulis untuk buku renungan Our Daily Bread sejak tahun 2007 dan juga menulis untuk buku renungan Our Daily Journey. Marvin adalah pendeta pengajar senior di Trinity Church di Lansing, Michigan. Ia dan istrinya, Tonia, memiliki tiga anak.

Artikel oleh Marvin Williams

Secukupnya Saja

Dalam film Fiddle on the Roof, tokoh Tevye berbicara blak-blakan kepada Allah tentang cara kerja-Nya: “Engkau membuat banyak, banyak sekali orang miskin. Aku tahu miskin itu tidak memalukan, tetapi juga tidak terlalu terhormat! Jadi, apa salahnya kalau aku memiliki kekayaan sedikit saja? . . . Memangnya itu akan merusak suatu rencana agung dan kekal—kalau aku jadi kaya?”

Berjaga-jagalah!

Seorang pria dan beberapa temannya menyusup dan melewati gerbang sebuah resor ski yang sudah diberi peringatan “awas longsor salju” dan mulai bermain seluncur. Ketika berseluncur untuk kedua kalinya, seseorang berteriak, “Longsor!” Namun, pria itu tidak sempat menghindar dan lenyap ditelan longsoran salju. Beberapa orang mengkritik dirinya, dan menganggapnya “pemain pemula”. Sebenarnya, ia bukan pemain ski pemula, melainkan seorang pemandu bersertifikat untuk kegiatan ski di alam terbuka yang bersalju. Seorang peneliti berkata bahwa para pemain ski dan peseluncur yang paling terlatih justru yang paling mungkin melakukan kesalahan. “[Peseluncur salju itu] meninggal karena terlalu percaya diri sehingga tidak lagi waspada.”

Allah Berfirman

Pada tahun 1876, penemu Alexander Graham Bell berbicara pertama kalinya lewat telepon. Ia menelepon asistennya, Thomas Watson, dan berkata, “Watson, kemarilah. Aku ingin bertemu denganmu.” Suaranya gemerisik dan tidak jelas, tetapi dapat dimengerti. Watson menangkap ucapan Bell. Kalimat pertama yang Bell ucapkan lewat saluran telepon menandakan bahwa hari baru bagi komunikasi manusia telah tiba.

Keluar dari Hati

Misi penyelamatan “Operasi Bahtera Nuh” mungkin terdengar menyenangkan bagi kelompok pecinta hewan, tetapi sebenarnya tidak demikian bagi kelompok Pencegahan Kekerasan terhadap Hewan di Nassau. Setelah menerima banyak keluhan tentang suara berisik dan bau busuk yang berasal dari sebuah rumah di Long Island, para petugas memasuki rumah tersebut dan menemukan (serta menyelamatkan) lebih dari empat ratus ekor hewan yang berada dalam kondisi memprihatinkan.

Dua Jenis Rumah

Untuk menguji daya tahan dua jenis rumah, para insinyur memperagakan angin topan Kategori 3 dengan menggunakan kipas-kipas bertenaga besar yang menghasilkan embusan angin berkecepatan 160 kilometer per jam selama sepuluh menit. Rumah pertama dibangun tanpa mengikuti standar tahan badai, sementara rumah kedua dibangun dengan lantai dan atap yang diperkuat. Rumah pertama berguncang hingga akhirnya runtuh, tetapi rumah kedua tetap bertahan tegak dengan hanya sedikit kerusakan di bagian luar. Salah satu insinyur menyimpulkan eksperimen tersebut dengan bertanya, “Rumah manakah yang ingin Anda diami?”

Ayah yang Sayang

Setelah Gabriel yang berusia delapan tahun menjalani operasi untuk mengeluarkan tumor dari otaknya, terdapat bekas jahitan yang cukup terlihat pada sisi kepalanya. Waktu bocah itu berkata kepada ayahnya bahwa ia terlihat seperti monster, sang ayah mendapat ide: untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada anak lelakinya itu, ia membuat tato pada sisi kepalanya dengan bentuk yang mirip dengan bekas jahitan di kepala Gabriel.

Tamu Tak Diundang

Kyle dan Allison baru saja menikmati bulan madu yang indah di suatu tempat eksotik. Namun, sesampainya di rumah, Kyle menemukan ruam yang tidak lazim dan gatal pada kakinya. Mereka pun menemui dokter spesialis penyakit menular. Dokter itu mengatakan ada semacam parasit kecil yang menyusup lewat luka di kaki Kyle, yang disebabkan oleh sandal jepit barunya. Liburan idaman yang indah itu harus ditutup dengan pertarungan sengit melawan “tamu tak diundang”.

Kamu Pasti Bisa!

Dorongan semangat itu ibarat oksigen—kita tidak bisa hidup tanpanya. Hal itulah yang dialami James Savage yang berusia sembilan tahun. Bocah itu berenang bolak-balik sejauh lebih dari 3 km antara garis pantai San Francisco dan Pulau Alcatraz. Namun, setelah berenang selama 30 menit, ombak dan dinginnya air sempat membuat James ingin berhenti. Meski demikian, sekelompok orang yang sedang mendayung datang menyemangatinya, “Kamu pasti bisa!” Kata-kata tersebut mendorong James untuk meraih tujuannya. Ia pun mencatat rekor sebagai orang termuda yang berhasil berenang sejauh itu.

Allah Membela Kita

Seorang ibu di Colorado membuktikan bahwa ia akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya. Suatu ketika ia mendengar putranya yang berusia lima tahun menjerit saat sedang bermain di luar. Sang ibu yang segera berlari keluar itu sangat kaget melihat “teman main” anaknya yang tak disangka-sangka—seekor singa gunung. Singa besar tersebut menindih anaknya, dan kepala si anak berada dalam mulutnya. Dengan mengerahkan segenap keberanian dalam dirinya untuk melawan si singa, ibu itu lalu membuka paksa mulut hewan tersebut demi menyelamatkan putranya. Aksi heroiknya mengingatkan kita bagaimana sosok ibu digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan kegigihan kasih Allah dalam membela dan melindungi anak-anak-Nya.