Bersedia Menunggu
Menunggu sering kali membuat kita kehilangan damai sejahtera. Menurut ahli komputer Ramesh Sitaraman, salah satu sumber “rasa frustrasi dan kemarahan universal” terbesar dari para pengguna internet adalah menunggu perambah (browser) yang lamban saat memuat halaman web. Penelitian menyatakan bahwa waktu untuk kita bersedia menunggu video daring dimuat rata-rata adalah dua detik. Setelah lima detik, sekitar dua puluh lima persen pengguna akan urung, dan setelah sepuluh detik, setengah dari pengguna membatalkan niatnya. Betapa tidak sabarannya kita!
Bukan untuk Kenyamanan Kita
Dan sedang mengendarai sepeda motor ketika sebuah mobil mendadak masuk ke jalurnya dan menabraknya hingga ia terlempar ke jalur yang berlawanan. Ketika terbangun di suatu pusat rehabilitasi dua minggu kemudian, kondisinya “babak belur.” Parahnya lagi, ia menderita cedera tulang belakang yang membuatnya lumpuh. Dan berdoa meminta kesembuhan, tetapi kesembuhan itu tidak pernah datang. Namun, ia percaya Allah telah mengajarinya dengan penuh kasih bahwa “hidup ini dimaksudkan agar kita menjadi serupa dengan citra Kristus. Sayangnya, itu tidak terjadi ketika semuanya baik dan indah. Hal itu . . . justru terjadi ketika hidup kita sulit. Ketika kita didesak mengandalkan Allah melalui doa, hanya untuk dapat melewati hari demi hari.”
Tidak Menaruh Dendam
Dalam suatu acara promosi tahun 2011, dua mantan atlet Liga Sepak Bola Kanada berumur 73 tahun terlibat dalam perkelahian di atas panggung. Keduanya masih menyimpan dendam yang belum tuntas dari pertandingan yang berakhir kontroversial pada tahun 1963. Setelah salah satu dari mereka menjatuhkan lawannya dari atas panggung, penonton berteriak agar ia menyudahi perkelahian dan segera berdamai.
Berjaga-jagalah!
Seorang pegawai bank di Jerman yang tengah mentransfer 62,40 euro dari bank ke rekening seorang nasabah tanpa sadar tertidur sejenak di mejanya. Ia tertidur dengan jari memencet tombol “2”. Alhasil, 222 juta euro (300 juta dolar) berpindah ke rekening nasabah tersebut. Akibat kesalahan ini, si pegawai dan koleganya yang mengesahkan transfer tersebut ikut dipecat. Kekeliruan ini memang segera diketahui dan dapat diperbaiki, tetapi karena kelalaian pegawai yang mengantuk tadi, kesalahan kecil itu nyaris menjadi mimpi buruk bagi bank tersebut.
Kompas Milik Allah
Pada Perang Dunia II, Waldemar Semenov bertugas sebagai insinyur junior di kapal SS Alcoa Guide. Suatu hari, kapal selam Jerman muncul dan menembaki kapalnya dalam posisi kira-kira 483 km dari perairan Carolina Utara. Alcoa Guide terkena tembakan, terbakar, lalu tenggelam. Semenov dan krunya menurunkan sekoci, dan dengan petunjuk kompas berlayar menuju jalur lalu lintas kapal. Tiga hari kemudian, pesawat patroli melihat sekoci mereka dan kapal USS Broome mengevakuasi mereka keesokan harinya. Berkat kompas tersebut, Semenov dan dua puluh enak awak kapal lainnya diselamatkan.
Nama yang Sempurna
Pada suatu hari yang panas dan lembap di bulan Agustus, istri saya melahirkan putra kedua kami. Namun, hingga berhari-hari kemudian ia belum diberi nama, karena kami masih mencari-cari nama yang cocok. Setelah berjam-jam mendiskusikannya sambil menikmati es krim dan jalan-jalan naik mobil, kami belum juga memutuskan nama yang tepat. Setelah selama tiga hari hanya disebut sebagai “Bayi Williams”, akhirnya kami menamainya Micah.
Dia Mengisi Kekosongan Kita
Psikolog Madeline Levine memperhatikan baju lengan panjang yang dipakai seorang gadis berusia lima belas tahun di hadapannya. Orang-orang yang pernah melukai diri sendiri biasa mengenakan model baju itu untuk menutupi tangan mereka yang memiliki bekas luka. Ketika gadis itu menyingsingkan lengan bajunya, Levine terkejut melihat kata “empty” (kosong) yang digoreskan si gadis dengan silet pada kulitnya. Meski sedih, Levine bersyukur anak remaja itu bersedia menerima pertolongan yang sangat dibutuhkannya.
Sukacita dalam Hal-Hal Remeh
Pada tahun 2010, James Ward, kreator blog “I Like Boring Things,” menyelenggarakan acara bertajuk “Boring Conference” (Konferensi yang Membosankan). Konferensi satu hari ini diadakan untuk merayakan hal-hal biasa, remeh, atau yang biasanya terabaikan. Para pembicara mengangkat topik-topik remeh, seperti soal bersin, suara yang dikeluarkan oleh mesin penjual otomatis, dan mesin printer inkjet keluaran 1999. Ward tahu topik-topik tersebut mungkin membosankan, tetapi para pembicara dapat membahasnya dengan cara yang menarik, bermakna, dan bahkan menyenangkan.
Panduan Kehidupan bagi Pemula
Setelah kematian mendadak ibu saya, saya termotivasi untuk mulai membuat blog. Saya ingin menghasilkan tulisan-tulisan yang akan menginspirasi orang untuk menggunakan waktu mereka di dunia dengan menciptakan momen-momen kehidupan yang berarti. Saya pun mulai mempelajari panduan membuat blog bagi pemula. Saya mempelajari platform apa yang bisa digunakan, cara memilih judul, dan cara menulis artikel yang menarik. Akhirnya, pada tahun 2016, terbitlah artikel pertama di blog saya.