Tamu Tak Diundang
Kyle dan Allison baru saja menikmati bulan madu yang indah di suatu tempat eksotik. Namun, sesampainya di rumah, Kyle menemukan ruam yang tidak lazim dan gatal pada kakinya. Mereka pun menemui dokter spesialis penyakit menular. Dokter itu mengatakan ada semacam parasit kecil yang menyusup lewat luka di kaki Kyle, yang disebabkan oleh sandal jepit barunya. Liburan idaman yang indah itu harus ditutup dengan pertarungan sengit melawan “tamu tak diundang”.
Kamu Pasti Bisa!
Dorongan semangat itu ibarat oksigen—kita tidak bisa hidup tanpanya. Hal itulah yang dialami James Savage yang berusia sembilan tahun. Bocah itu berenang bolak-balik sejauh lebih dari 3 km antara garis pantai San Francisco dan Pulau Alcatraz. Namun, setelah berenang selama 30 menit, ombak dan dinginnya air sempat membuat James ingin berhenti. Meski demikian, sekelompok orang yang sedang mendayung datang menyemangatinya, “Kamu pasti bisa!” Kata-kata tersebut mendorong James untuk meraih tujuannya. Ia pun mencatat rekor sebagai orang termuda yang berhasil berenang sejauh itu.
Allah Membela Kita
Seorang ibu di Colorado membuktikan bahwa ia akan melakukan apa saja untuk melindungi anaknya. Suatu ketika ia mendengar putranya yang berusia lima tahun menjerit saat sedang bermain di luar. Sang ibu yang segera berlari keluar itu sangat kaget melihat “teman main” anaknya yang tak disangka-sangka—seekor singa gunung. Singa besar tersebut menindih anaknya, dan kepala si anak berada dalam mulutnya. Dengan mengerahkan segenap keberanian dalam dirinya untuk melawan si singa, ibu itu lalu membuka paksa mulut hewan tersebut demi menyelamatkan putranya. Aksi heroiknya mengingatkan kita bagaimana sosok ibu digunakan dalam Alkitab untuk menggambarkan kegigihan kasih Allah dalam membela dan melindungi anak-anak-Nya.
Mendambakan Dia
Mengapa setelah berjanji, “Ini keripik kentang terakhir yang akan saya makan,” lima menit kemudian kita ingin menyantapnya lagi? Michael Moss menjawab pertanyaan ini dalam bukunya yang berjudul Salt Sugar Fat (Garam Gula Lemak). Ia menjelaskan bahwa para produsen camilan terbesar di Amerika sangat tahu bagaimana “menolong” orang mendambakan junk food (makanan dengan kandungan gizi rendah). Salah satu perusahaan terkenal bahkan menghabiskan 30 juta dolar setahun dan menyewa konsultan khusus untuk menentukan titik kepuasan konsumen supaya mereka dapat mengeksploitasi keranjingan kita pada makanan.
Usia Hanyalah Angka
Usia muda seharusnya tidak menghentikan siapa pun untuk berprestasi. Yang jelas, itu tidak menghentikan Mikaila yang berusia sebelas tahun. Bukan sekadar mendirikan kios penjualan jus limun, Mikaila justru membuka usaha limun, “Me & the Bees Lemonade,” dengan menggunakan resep sang nenek. Usahanya itu berhasil memperoleh suntikan dana sebesar 60.000 dolar dari para penanam modal di acara televisi Shark Tank. Ia juga menandatangani kontrak untuk menjual produknya di lima puluh lima cabang sebuah toko swalayan besar.
Allah Membersihkan Semua Noda
Bagaimana jika pakaian kita bisa bersih sendiri setelah tertumpah saus tomat, kecap, atau minuman? Menurut kantor berita BBC, para insinyur di Tiongkok telah mengembangkan “lapisan khusus yang membuat katun bisa bersih sendiri dari noda dan bau ketika terkena sinar ultraviolet.” Bisakah Anda bayangkan akibatnya mempunyai pakaian yang bisa bersih sendiri?
Bersedia Menunggu
Menunggu sering kali membuat kita kehilangan damai sejahtera. Menurut ahli komputer Ramesh Sitaraman, salah satu sumber “rasa frustrasi dan kemarahan universal” terbesar dari para pengguna internet adalah menunggu perambah (browser) yang lamban saat memuat halaman web. Penelitian menyatakan bahwa waktu untuk kita bersedia menunggu video daring dimuat rata-rata adalah dua detik. Setelah lima detik, sekitar dua puluh lima persen pengguna akan urung, dan setelah sepuluh detik, setengah dari pengguna membatalkan niatnya. Betapa tidak sabarannya kita!
Bukan untuk Kenyamanan Kita
Dan sedang mengendarai sepeda motor ketika sebuah mobil mendadak masuk ke jalurnya dan menabraknya hingga ia terlempar ke jalur yang berlawanan. Ketika terbangun di suatu pusat rehabilitasi dua minggu kemudian, kondisinya “babak belur.” Parahnya lagi, ia menderita cedera tulang belakang yang membuatnya lumpuh. Dan berdoa meminta kesembuhan, tetapi kesembuhan itu tidak pernah datang. Namun, ia percaya Allah telah mengajarinya dengan penuh kasih bahwa “hidup ini dimaksudkan agar kita menjadi serupa dengan citra Kristus. Sayangnya, itu tidak terjadi ketika semuanya baik dan indah. Hal itu . . . justru terjadi ketika hidup kita sulit. Ketika kita didesak mengandalkan Allah melalui doa, hanya untuk dapat melewati hari demi hari.”
Tidak Menaruh Dendam
Dalam suatu acara promosi tahun 2011, dua mantan atlet Liga Sepak Bola Kanada berumur 73 tahun terlibat dalam perkelahian di atas panggung. Keduanya masih menyimpan dendam yang belum tuntas dari pertandingan yang berakhir kontroversial pada tahun 1963. Setelah salah satu dari mereka menjatuhkan lawannya dari atas panggung, penonton berteriak agar ia menyudahi perkelahian dan segera berdamai.