Anda ingin menjadi bagian dari apa? Siapa yang menentukan identitas Anda? Identitas mana yang akan menopang dan memperkaya Anda?

Saya percaya bahwa eksistensi dasar kita sebagai manusia berkaitan dengan “siapa yang bersama” kita. Siapa yang bersama kita pada akhirnya menentukan siapa kita. Karena itu, kita perlu memilih tempat utama kita dengan sungguh-sungguh. Pertanyaannya, milik siapakah kita?

Jika kita menerima undangan itu dan menjadi milik Allah, kita mempunyai identitas kekal yang tidak akan lenyap tersapu gelombang waktu dan sejarah.

Pertama-tama, kita harus menemukan bahwa kita ini milik Allah. Dialah Pencipta dan Penebus kita, yang mengampuni dan menyelamatkan kita dari keberdosaan dan sikap hati kita yang mendua. Hubungan kita dengan Allah adalah yang terpenting. Hubungan itulah yang menentukan dan mempengaruhi semua hubungan kita yang lain.

Doktrin Kristen tentang Allah Tritunggal, yakni Allah yang esa dengan tiga Pribadi tetapi tetap satu, memperkenalkan kita kepada komunitas yang paling sempurna dan agung. Ada kesatuan dan keragaman sejati dalam Tritunggal.

Kita pun diundang untuk mengambil bagian dalam kehidupan dari komunitas ilahi ini, untuk menjadi milik dari Allah Tritunggal. Dalam Alkitab, inilah yang dimaksud dengan menjadi anak-anak Allah (baca Yohanes 1:12). Jika kita menerima undangan itu dan menjadi milik Allah, kita mempunyai identitas kekal yang tidak akan lenyap tersapu gelombang waktu dan sejarah.

Menjadi anggota dari lembaga buatan manusia dan kelompok tertentu mungkin berarti untuk sesaat, tetapi ketika semua lembaga itu menjadi usang, identitas kita pun lenyap seiring waktu. Untuk mendapatkan identitas yang kekal, kita harus menemukan sebuah tambatan yang lebih kuat.

Rasul Paulus menulis dengan sangat jelas tentang kepemilikan yang paling utama: “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 8:37-39).

Menjadi Bagian dari Komunitas

Ketika kita menjadi milik Allah yang kekal, kita menjadi bagian dari keluarga-Nya. Alkitab menyebut keluarga ini dengan berbagai cara, dan yang paling dikenal adalah bahwa kita merupakan anggota tubuh Kristus. Kita saling memiliki dengan identitas kita bersama di dalam Kristus. Alkitab juga berulang kali menggambarkan Allah menjalin relasi perjanjian dalam kasih dengan umat-Nya. Sebagai anggota komunitas ini, kita memiliki harta yang tak ternilai.

Pertama, kita mempunyai Alkitab. Kita juga memiliki kepercayaan, nilai-nilai, narasi, dan tata ibadah dalam komunitas yang membentuk kita dan mendasari hidup kita ini. Semua itu (Alkitab, gereja, pengakuan iman, ibadah, dan narasi) menolong kita untuk memahami siapa (dan milik siapa) kita ini.

Apa yang kita yakini tentang Allah, diri sendiri, dan anggota komunitas kita tidak hanya membentuk kita, tetapi juga memelihara identitas kita. Ketika kita menjauhkan diri dari sumber-sumber identitas kita tersebut, kita cenderung tergoda untuk mencari alternatif lain yang semu.

Jika Anda ingin berlari dalam perlombaan kehidupan dan berhasil menyelesaikan perjalanannya, Anda perlu menjadi bagian dari komunitas keluarga Allah. Kalau tidak, Anda tidak dapat mengikuti perlombaan dengan baik.

Seperti lomba lari estafet atau pertandingan beregu, Anda tidak berlari atau bertanding seorang diri. Bahkan dalam olahraga perorangan, dan hanya ada sedikit contoh olahraga semacam ini, kita merupakan anggota dari regu yang lebih besar. Tak seorang pun berdiri sendiri dalam sebuah tim. Itulah hakikatnya. Demikian pula, dalam hal rohani, kita adalah anggota dari satu tim. Anda harus menemukan tim Anda karena Anda tidak dapat berlari seorang diri.

Apa yang kita yakini tentang Allah, diri sendiri, dan anggota komunitas kita tidak hanya membentuk kita, tetapi juga memelihara identitas kita.

Persekutuan dan komunitas Kristen sangat penting bagi kehidupan Kristen. Kita diciptakan untuk berkomunitas, dan di dalam perlombaan kehidupan, kita akan bertemu dengan komunitas tersebut jika kita menggunakan hati untuk mendengarkan suara Allah yang berbicara kepada kita. Keputusan kita akan mengubah hakikat perjalanan kita dan hasil akhirnya untuk selamanya.

Renungkan:

Apa komunitas terpenting yang melibatkan Anda di dalamnya? Dengan kata lain, jika Anda memilih untuk menjadi bagian dari satu komunitas saja, komunitas apakah itu dan mengapa? Seperti apa komitmen Anda kepada komunitas ini, dan seberapa baik Anda memenuhi komitmen itu?

Dikutip dan diadaptasi dari “Menjalani Perlombaan Iman: Hidup dengan Fokus yang Benar demi Mahkota Abadi” oleh Robert M. Solomon, terbitan DHD Indonesia

Baca Juga:

Menjalani Perlombaan Iman: Hidup dengan Fokus yang Benar demi Mahkota Abadi

Temukan hikmat alkitabiah bagi siapa saja yang merasa bimbang, penat, atau resah dengan hidupnya, dan bagi mereka yang merindukan jalan hidup yang lebih baik. Buku ini akan menolong Anda memeriksa kembali hidup Anda, supaya Anda menjalaninya—dan mengakhirinya kelak—dengan baik.


Pelayanan Our Daily Bread Ministries di Indonesia didukung terutama oleh persembahan kasih dari para pembaca, baik individu maupun gereja di Indonesia sendiri, yang memampukan kami untuk terus membawa hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup kepada banyak orang di dalam negeri.