Doa-doa dalam Alkitab adalah pemberian Allah yang luar biasa dan yang mengajar kita banyak hal. Melalui doa-doa tersebut, kita dapat memahami bagaimana Yesus, Ayub, Musa, Daud, Samuel, Yesaya, Yeremia, Maria, Petrus, Paulus, dan tokoh-tokoh lainnya berbicara kepada Allah.

Doa-doa itu juga dapat menolong kita berbicara kepada Allah. Sama seperti Yesus menggunakan beberapa doa Daud pada saat-saat terakhir-Nya di atas kayu salib (lihat Matius 27:46, bandingkan dengan Mazmur 22:2; juga Lukas 23:46 bandingkan dengan Mazmur 31:6), kita pun dapat menemukan doa-doa dari Kitab Suci, yakni serangkaian kata yang dapat menolong kita menyampaikan pikiran dan perasaan kita kepada Allah.

Saat dengan rendah hati dan penuh harap kita menggunakan doa-doa dari firman Tuhan untuk semakin diteguhkan dalam doa-doa kita sendiri, kita pun membuka hati dan hidup kita untuk menerima iman yang semakin teguh, kekuatan yang diperbarui, berkat-berkat yang baru, dan kuasa Allah.

Allah mengundang kita mendekat kepada-Nya melalui doa-doa dalam Alkitab. Roh-Nya “membantu kita dalam kelemahan kita” (Roma 8:26). Saat kita sungguh-sungguh berdoa dengan menggunakan firman-Nya, Roh Kudus menghembuskan kehidupan baru ke dalam doa-doa kita dan juga diri kita.

Doa untuk Mengucap Syukur 

Apa jadinya hidup kita tanpa Yesus? Ambillah waktu sejenak untuk benar-benar memikirkannya. Kata-kata dalam Efesus 2:12 menyimpulkannya dengan baik: “tanpa pengharapan dan tanpa Allah.” Tanpa Yesus, kita akan selamanya terhilang tanpa pengharapan.

Takkan pernah ada kata yang cukup untuk mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah. Berdoa dengan menggunakan doa syukur dari Alkitab akan menumbuhkan rasa syukur dalam diri kita dan membuka mata kita pada “betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus” (Efesus 1:18). Menggunakan doa-doa itu bagaikan menghitung segala kekayaan yang pernah dan akan dilimpahkan Allah bagi Anda.

Yesus pernah berjumpa dengan 10 penderita kusta di perbatasan Samaria dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Dia menyembuhkan mereka semua, tetapi hanya satu orang yang kembali untuk mengucap syukur.

Di mana sembilan orang yang lain? Terlalu gembira dengan pemberian sehingga lupa dengan Sang Pemberi. Ingin rasanya saya menuding dan menyalahkan mereka, tetapi harus saya akui bahwa saya pun sering kali bersikap sama seperti mereka.

Si penderita kusta yang datang kembali dan tersungkur di bawah kaki Yesus untuk “mengucap syukur kepada-Nya” itu adalah seorang Samaria. Yesus berkata kepadanya, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Lukas 17:15-16, 19). Kata “menyelamatkan” yang digunakan Yesus itu bermakna lebih daripada kesembuhan fisik. Kata tersebut digunakan juga pada perkataan Yesus kepada perempuan yang membasahi kaki-Nya dengan air mata (lihat Lukas 7:50). Yesus tak hanya mengatakan bahwa orang itu telah sembuh, tetapi Dia bermaksud mengatakan, “Imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Rasa syukur yang sungguh-sungguh akan membuat kita kembali kepada Allah. Pilihan di tangan kita. Kita bisa sibuk sendiri dengan segala pemberian Allah, atau kita bisa datang kepada Yesus dan memuliakan Dia atas apa yang telah dilakukan-Nya.

Apabila Anda memusatkan perhatian Anda pada pemberian Allah, (mungkin) Anda akan menikmatinya selama pemberian itu masih ada. Namun, jika Anda mengarahkan hati Anda kepada Sang Pemberi, Anda pasti akan diberkati selama-lamanya.

Hayati, gunakan, dan ucapkanlah doa-doa yang terambil dari Kitab Suci berikut ini untuk mengucap syukur kepada Allah:

  • Ya Allahku, aku bersyukur Engkau telah menciptakanku. Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya. Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. (dari Mazmur 139:13-18)
  • Tuhan, aku percaya dan memuji-Mu dengan segenap hatiku. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mendengar permohonanku. Tuhan pelindung dan pembelaku, aku percaya kepada-Nya. Ia menolong dan menggirangkan hatiku, aku memuji Dia dengan lagu syukur. (dari Mazmur 28:6-7 BIMK)
  • Bapa, aku bersyukur atas kabar keselamatan yang dimengerti orang kecil sepertiku! Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. (dari Matius 11:25-26)
  • Allah yang baik, aku bersyukur karena Engkau mengabulkan doaku. Aku memuji Engkau, sebab Engkau mengabulkan doaku; Engkau telah memberi aku kemenangan. (dari Mazmur 118:21 BIMK)

Kiranya Allah memberkati Anda ketika Anda berdoa! Kiranya Tuhan yang penuh kasih semakin mendekatkan diri-Nya dan berkenan kepada Anda ketika Anda berdoa dengan menggunakan firman-Nya dan janji-Nya.

Dikutip dan diadaptasi dari artikel oleh James Banks, dari buku Dari Hati ke Hati dengan Bapa—Prinsip dan Praktik Berdoa yang Alkitabiah, terbitan DHD Indonesia

Baca Juga:

Dari Hati ke Hati dengan Bapa—Prinsip dan Praktik Berdoa yang Alkitabiah

Apakah Anda rindu memiliki hubungan yang lebih erat dan mendalam dengan Allah? Dalam buku ini, Anda akan belajar berdoa dan menikmati percakapan dari hati ke hati dengan Bapa Surgawi, yang rindu memberkati dan melimpahi Anda dengan kasih-Nya.

Dapatkan di DHD Indonesia!


Pelayanan Our Daily Bread Ministries di Indonesia didukung terutama oleh persembahan kasih dari para pembaca, baik individu maupun gereja di Indonesia sendiri, yang memampukan kami untuk terus membawa hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup kepada banyak orang di dalam negeri.