Mata Air atau Saluran Pembuangan?
Terkadang, hikmat muncul dari sumber yang paling tak terduga. Baru-baru ini, saya menemukannya saat membaca sebuah artikel tentang pemain sepak bola Amerika, Travis Kelce. Pelatihnya yang frustrasi pernah berkata kepadanya, “Setiap orang yang kita jumpai di dunia ini adalah mata air atau saluran pembuangan.” Mungkin keduanya ada dalam hidup kita, dan pada waktu-waktu tertentu, kita cenderung berperilaku seperti salah satunya. Namun, mengikuti Yesus berarti kita dipanggil untuk lebih menyerupai mata air yang mengalirkan kebaikan daripada saluran pembuangan yang menguras kehidupan.
Dalam Hadirat Allah
Pada tahun 1692, tulisan seorang biarawan bernama Brother Lawrence, The Practice of the Presence of God, pertama kali diterbitkan. Di dalamnya dijelaskan bagaimana ia mengundang Allah untuk hadir dalam aktivitas yang biasa dikerjakannya sehari-hari. Hingga saat ini, tulisan Brother Lawrence masih mendorong kita untuk sungguh-sungguh merindukan hadirat Allah dalam setiap hal yang kita lakukan—dari memotong rumput, berbelanja kebutuhan rumah tangga, atau menemani anjing peliharaan berjalan-jalan.
Mengembangkan Sikap Bersyukur
“Papa, bisa tolong ambilkan air minum?” pinta putri bungsu saya. “Ini ya,” jawab saya, sambil menyodorkan secangkir penuh. Ia menerimanya tanpa sepatah kata pun. Tak lama kemudian, putri sulung saya meminta hal yang sama—dan reaksinya sama: diam. Dengan nada kesal, akhirnya saya berkata, “Mengapa tidak ada yang mengucapkan terima kasih? Apa susahnya?”
Tidak Sekadar Impian
Semasa saya remaja, pada tiap musim gugur, nenek saya akan membawa katalog Natal dari toserba JCPenney. Dengan gembira, saya langsung mengambilnya dan menikmati foto-foto yang mengagumkan di dalamnya.
Karya Yesus
Pada tahun 1997, Universitas Negeri Iowa memberi nama stadion sepak bola mereka dengan nama atlet kulit hitam pertama di kampus tersebut: Jack Trice. Tragisnya, Trice sendiri belum pernah bermain kandang di Ames, Iowa—ia meninggal dunia karena cedera internal yang dideritanya saat bermain dalam pertandingan keduanya di tingkat perguruan tinggi, yang dimainkan di Minneapolis, Minnesota, tanggal 6 Oktober 1923.
Pada malam…
Megalodon dan Lewiatan
Beberapa tahun lalu, sebuah paket berbentuk gumpalan tiba di kotak surat saya. Saya tersenyum melihat bahwa pengirimnya adalah seorang teman baik saya. Joe terkadang mengirimi saya hal-hal yang tidak terduga. Kali ini juga sama: Di dalamnya terdapat gigi seekor hiu, dengan warna coklat tua dan panjang hampir 13 cm.
Jarak Sampai Bensin Habis
Mobil van mini saya yang sudah tua memiliki indikator digital bertuliskan inisial DTE: Distance ’Til Empty (Jarak sampai Bensin Habis). Indikator tersebut menolong saya untuk menghitung jarak yang tersisa sebelum saya perlu mengisi tangki bahan bakar. Sebagian besar mobil keluaran terbaru juga memiliki fitur yang sangat berguna ini. Alangkah pentingnya mengetahui persis sejauh mana saya bisa mengemudi agar terhindar dari bahaya mogok!
Menggali untuk Menemukan Makna
Kami memiliki anak anjing baru, yang kami beri nama Winston. Berbagai aktivitas dilakukannya: menggigit, tidur, makan. Oh, Winston juga menggali. Namun, ia tidak menggali dengan asal-asalan. Ia membuat semacam terowongan, seperti mau melarikan diri dari penjara. Ia melakukannya dengan beringas, rusuh, dan juga mengotori dirinya sendiri.
Allah Mengirimkan . . . Ngengat?
“AaaaAAAAHHHK!” putri saya menjerit. “AyaaAAHH! Cepat ke SINI!”