Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Adam Holz

Juruselamat yang Mengenal Kita

“Ayah, jam berapa sekarang?” tanya putra saya dari kursi belakang. “Jam setengah enam.” Saya tahu pasti apa yang akan ia katakan selanjutnya. “Salah! Sekarang masih setengah enam kurang dua menit!” Saya perhatikan wajahnya yang sangat gembira, seakan hendak mengatakan, “Kena deh!” Saya juga merasa senang, karena sebagai orangtua, saya mengenal persis kebiasaan anak saya.

Objek dalam Cermin

“Harus. Lari. Lebih cepat.” Begitulah ucapan legendaris Dr. Ian Malcolm, diperankan oleh Jeff Goldblum, dalam adegan film Jurassic Park keluaran tahun 1993 saat ia dan dua rekannya melarikan diri dari amukan tiranosaurus dengan mengendarai sebuah mobil jip. Ketika pengemudi melihat ke belakang dari kaca spion, rahang dari reptil raksasa itu terlihat tepat di atas kata-kata: “OBJEK DALAM CERMIN MUNGKIN LEBIH DEKAT DARIPADA YANG TERLIHAT.”

Menara Gereja yang Miring

Ternyata menara gereja yang miring membuat orang gelisah. Ketika kami mengunjungi beberapa teman, mereka bercerita bahwa setelah terjadi badai topan yang sangat dahsyat, menara gereja kebanggaan mereka miring dan menimbulkan kepanikan.

Butuh Hati yang Baru?

Kabar itu begitu suram. Belakangan, ayah saya mengalami sakit di bagian dadanya. Pemeriksaan menunjukkan adanya penyumbatan pada tiga titik di pembuluh darah arterinya. Ayah saya dijadwalkan menjalani operasi triple-bypass pada tanggal 14 Februari. Meskipun cemas, Ayah merasa tanggal tersebut membawa pengharapan baginya: “Saya akan dapat jantung baru sebagai hadiah Valentine!” Operasi berjalan lancar, sehingga pembuluh darah kembali mengalirkan kehidupan kepada jantung yang selama ini bekerja susah payah—jantungnya yang “baru”.

Mengharapkan Penundaan

Yang benar saja? Saya sudah terlambat, tetapi tulisan di papan informasi jalan di depan saya mengandaskan harapan saya untuk tiba di kantor tepat waktu: “Ada Hambatan di Depan”.

Ke Mana Tujuan Anda?

Apa yang menentukan arah hidup Anda? Suatu kali, saya mendengar jawabannya di tempat yang tak terduga, yaitu tempat kursus mengendarai motor. Saya dan sejumlah teman ingin mengendarai motor, jadi kami pun mendaftar kursus di sana. Salah satu materinya membahas tentang memusatkan perhatian.

Strategi Kita Hanyalah Berharap

Tim sepakbola favorit saya sudah kalah delapan kali berturut-turut pada waktu saya menulis renungan ini. Dengan banyaknya kekalahan, sulit untuk berharap mereka akan bertahan hingga akhir musim. Pelatih sudah mengubah strategi permainannya setiap minggu, tetapi tak juga membuahkan hasil. Dalam percakapan dengan seorang rekan kerja, saya bergurau sambil mengatakan bahwa niat saja tidak akan menjamin terjadinya perubahan. “Harapan bukan strategi,” ledek saya.

Ayah di Tempat Dokter Gigi

Saya tak mengira akan menerima pelajaran yang mendalam tentang hati Allah Bapa di tempat praktek dokter gigi. Saya ada di sana bersama putra saya yang berumur sepuluh tahun. Ada satu gigi permanen yang baru tumbuh di bawah sebuah gigi susu yang belum lepas. Tidak ada jalan lain—gigi susu itu harus dicabut.

Duri yang Menusuk

Sebuah duri menusuk jari telunjuk saya dan membuatnya berdarah. Saya berteriak dan mengaduh, lalu menarik tangan saya dengan cepat. Namun, hal itu tidak seharusnya mengejutkan saya karena saya sedang memangkas semak berduri tanpa memakai sarung tangan.