Penulis

Lihat Semua
Anne Cetas

Anne Cetas

Anne Cetas mulai menulis untuk buku renungan ini sejak tahun 2004 dan menjabat sebagai editor pengelola publikasi. Ia dan suaminya, Carl, suka bersepeda bersama, dan melayani sebagai mentor dalam suatu pelayanan perkotaan.

Artikel oleh Anne Cetas

Membutuhkan Penolong

Bagi sejumlah orang, istilah asisten atau penolong mengandung konotasi makna yang lebih rendah. Para asisten di kelas telah menolong para guru profesional dalam memberikan pelajaran. Asisten juga menolong para montir, tukang ledeng, dan pengacara dalam pekerjaan mereka. Karena tidak seterampil para pekerja profesional, para asisten ini mungkin dipandang sebelah mata. Namun kenyataannya, diperlukan keterlibatan setiap orang untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada.

Dua Pria

Ada dua pria yang meninggal pada hari yang sama dalam peristiwa pembunuhan di kota tempat kami tinggal. Pria yang pertama adalah seorang perwira polisi yang tertembak mati ketika berusaha menyelamatkan sebuah keluarga. Pria yang kedua adalah seorang tunawisma yang ditembak pada saat ia sedang minum-minum bersama teman-temannya pada dini hari itu.

Tetangga Dan Pagar

Pagar samping halaman rumah kami mulai terlihat rusak dan usang, maka saya dan suami saya, Carl, memutuskan untuk men-copotnya sebelum roboh. Tidak sulit untuk mencopot pagar yang rusak itu. Jadi pada suatu siang kami dapat melakukannya dengan cepat. Beberapa minggu kemudian ketika Carl sedang menyapu halaman, seorang wanita yang sedang mengajak anjingnya berjalan-jalan sempat berhenti untuk memberikan pendapatnya: “Halamanmu kelihatan jauh lebih baik tanpa pagar. Lagipula, aku tak menyukai pagar.” Ia menjelaskan bahwa ia menyukai adanya suatu “kebersamaan” dan tiadanya penghalang antarsesama.

Natal Yang Dibatalkan

Kami merasa seolah-olah Natal kami tahun lalu telah dibatalkan. Yang sebenarnya terjadi adalah dibatalkannya penerbangan pesawat yang semestinya kami tumpangi akibat hujan salju. Kami mempunyai tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya untuk merayakan Natal bersama keluarga di Missouri. Jadi alangkah kecewanya kami ketika hanya bisa sampai di Minnesota dan terpaksa pulang kembali ke Michigan.

Persaingan Memberi

Sebuah iklan televisi di masa Natal yang saya sukai menampilkan dua orang tetangga yang saling bersaing secara baik-baik untuk melihat siapa yang paling banyak bisa menyebarkan sukacita Natal. Mereka berdua mengamati satu sama lain ketika menghias rumah mereka dan pohon-pohon dengan lampu yang berkelap-kelip. Kemudian mereka memperbaiki rumah masing-masing supaya yang satu lebih baik daripada yang lain. Selanjutnya, mereka mulai bersaing untuk melihat siapa yang bisa memberi paling banyak kepada tetangga-tetangga yang lain, dan mereka pun berlarian dengan riang gembira sambil membagi-bagikan hadiah.

Satu Regangan

Selama bertahun-tahun, Sarah telah menderita sakit punggung bagian bawah yang makin memburuk. Dokter mendorongnya untuk menjalani terapi fisik, dan ia diminta untuk melakukan 25 kali peregangan setiap hari. Sakitnya memang berkurang tetapi tidak hilang sepenuhnya. Jadi dokter mengadakan pemeriksaan dengan sinar-X dan memintanya untuk ke terapis yang lain. Sarah diminta berhenti melakukan peregangan seperti yang dianjurkan terapis sebelumnya dan cukup melakukan satu kali peregangan saja dalam satu hari. Ajaibnya, justru satu kali peregangan sederhana itulah yang berhasil menolongnya.

Pahlawan Yang Mengalahkan Dosa

Beberapa waktu yang lalu, seseorang mengajukan suatu pertanyaan yang sangat sulit kepada saya: “Berapa lama Anda bisa bertahan tanpa berbuat dosa? Seminggu, sehari, atau satu jam?” Bagaimana kita dapat menjawab pertanyaan semacam itu? Jika mau jujur, kita mungkin berkata, “Tak ada hari tanpa aku berbuat dosa.” Atau ketika kita mengingat kembali sepanjang minggu yang baru saja berlalu, mungkin kita menyadari bahwa kita belum mengakui dosa-dosa kita kepada Allah. Tentulah kita sedang mem-bodohi diri sendiri apabila kita berkata bahwa kita tidak pernah berbuat dosa dalam pikiran maupun tindakan kita selama seminggu ini.

Hadiah Untuk Sikap Baik

Dalam pelayanan sekolah Minggu bagi anak-anak di gereja saya, kami memberikan selembar kartu kepada anak-anak yang kami lihat telah bersikap baik. Mereka dapat mengumpulkan kartu-kartu tersebut dan menerima hadiah atas sikap baik mereka. Kami berusaha mendorong anak mengembangkan sikap yang baik ketimbang berfokus pada sikap yang tidak baik.

Gerakan Berlaku Baik

Setiap tahun para pemuda di lingkungan kami berpartisipasi dalam gerakan sosial berjudul “Be Nice” (Berlakulah Baik) yang dipelopori oleh sebuah organisasi kesehatan mental. Dalam salah satu acara mereka di tahun 2012, sekitar 6.000 orang siswa membentuk kata-kata “BE NICE” dengan gerak tubuh mereka di tengah lapangan olahraga sekolah mereka masing-masing. Salah seorang kepala sekolah mengatakan, “Kami ingin para siswa dapat datang ke sekolah dan belajar tanpa diusik perasaan takut atau sedih atau merasa tidak nyaman di sekitar teman-teman sebaya mereka. Kami bekerja keras untuk memastikan bahwa semua siswa akan mendukung satu sama lain, dan bukan saling menjatuhkan.”