Penulis

Lihat Semua
Anne Cetas

Anne Cetas

Anne Cetas mulai menulis untuk buku renungan ini sejak tahun 2004 dan menjabat sebagai editor pengelola publikasi. Ia dan suaminya, Carl, suka bersepeda bersama, dan melayani sebagai mentor dalam suatu pelayanan perkotaan.

Artikel oleh Anne Cetas

Saya Tidak Dipandang

Teman saya Jane pernah mengatakan sesuatu dalam suatu rapat kerja dan tidak ada yang menanggapinya. Jadi ia mengulangi perkataannya dan sekali lagi tidak ada yang menanggapinya; rekan sekerjanya mengabaikannya sama sekali. Ia menyadari bahwa pendapatnya tidak berpengaruh besar. Ia pun merasa diabaikan dan tidak dipandang. Anda mungkin pernah merasakannya juga.

Berani Main Warna

Sebuah iklan radio untuk sebuah merek jam tangan menyarankan para pendengarnya agar membeli jam tangan dengan tali berwarna cerah, dan kemudian memadukannya dengan pakaian yang berbeda warnanya. Ketika orang memperhatikan jam tangan Anda karena warnanya yang kontras, iklan itu berkata, “Mereka akan melihatmu ‘berani main warna.’ Mereka pun ingin menjadi seperti dirimu.” Ada sesuatu di dalam diri kita yang merasa senang jika orang lain meneladani kita.

Semua Karena Kasih

Saya melihat satu tulisan pada papan penanda di depan sebuah gereja yang menurut saya sangat tepat untuk menjadi moto dalam hubungan kita dengan sesama: Terimalah kasih. Berilah kasih. Terus ulangi demikian.

Tidak Tertarik Pada Ibadah

Sebuah iklan radio tentang suatu gereja menarik perhatian saya: “Mungkin dari apa yang Anda dengar tentang kekristenan, Anda jadi tidak berminat pada ibadah. Tahukah Anda, dan ini mungkin akan mengejutkan Anda—Yesus pun tidak berminat pada ibadah. Namun Dia sangat mementingkan relasi dan mengajar kita untuk saling mengasihi.” Iklan itu berlanjut, “Anda mungkin tak menyukai setiap hal tentang gereja kami, tetapi kami menawarkan suatu relasi yang tulus, dan kami terus belajar untuk mengasihi Allah dan sesama. Silakan berkunjung ke gereja kami.”

Ditopang 
Atau Tidak?

Ditopang atau tidak? Itulah kebingungan Marilyn saat menanam sebatang tunas pohon pada musim panas lalu. Penjualnya berkata, “Pasanglah penopang selama setahun agar pohon itu tetap kukuh dalam terpaan angin yang keras. Setelah itu lepas penopang tersebut sehingga akarnya dapat tumbuh semakin dalam dengan sendirinya.” Namun tetangganya berkata, “Memberi penopang lebih banyak membawa kerugian daripada manfaat. Pohon perlu menumbuhkan akar yang kuat sesegera mungkin, atau pohon itu takkan pernah punya akar yang kuat. Tidak menopangnya adalah tindakan tepat untuk kesehatan jangka panjang pohon itu.”

Memandang 
Ke Bawah

Setelah saya menjalani operasi kecil pada mata saya, perawat mengatakan kepada saya, “Jangan memandang ke bawah sampai 
2 minggu mendatang. Jangan memasak atau bersih-bersih.” Saya lebih mudah untuk tidak memasak dan bersih-bersih daripada tidak memandang ke bawah! Bekas operasinya perlu waktu untuk sembuh, dan ia tidak ingin saya memberi beban yang tidak perlu pada mata saya dengan melihat ke bawah.

Corine

Musim dingin yang lalu, ketika kami sedang menyusun paket-paket berisi materi untuk suatu acara pertemuan dengan para pembaca Our Daily Bread di Orlando, Corine datang dan menyapa kami. Saat itu sudah menjelang siang dan ia merasa bahwa kami pasti lapar dan haus. Saya mengatakan kepadanya bahwa kami “baik-baik saja,” tetapi ia menjawab, “Aku tahu kalian baik-baik saja, tetapi kalian perlu makan.” Selang beberapa menit, ia kembali dengan membawa minuman dingin dan makanan ringan.

Apakah 
Kasih Itu?

Ketika ditanya, “Apakah kasih itu?”, anak-anak punya jawaban yang luar biasa. Noelle, usia 7 tahun, berkata, “Kasih itu adalah saat seorang wanita bilang ia menyukai baju seorang pria, dan pria itu memakai baju itu setiap hari.” Rebecca, usia 8 tahun, menjawab, “Sejak nenek mengidap radang sendi, ia tak bisa membungkuk untuk mengecat kuku kakinya. Jadi kakek yang melakukannya setiap saat, bahkan setelah tangan kakek juga terkena radang sendi. Itu namanya kasih.” Jessica, yang juga berusia 8 tahun, menyimpulkan, “Jangan berani bilang ‘Aku sayang kamu’ kecuali kamu memang sungguh-sungguh. Jika kamu sungguh-sungguh sayang, katakan itu berulang-ulang. Orang itu gampang lupa.”

Tujuan 
Hidup Anda

Ada satu nasihat yang saya baca di sebuah buku pengembangan diri yang terdengar cukup baik: Lakukan saja apa yang paling mahir Anda lakukan, pada saat itulah Anda akan merasa paling berhasil. Penulis buku tersebut berusaha menolong para pembaca untuk mencapai suatu hidup yang mereka idam-idamkan. Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi jika saya hanya melakukan apa yang paling mahir saya lakukan, tidak ada banyak hal yang bisa saya hasilkan!