Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Arthur Jackson

Berani Bersuara bagi Yesus

Pada tahun 155 M, Polikarpus, seorang bapa gereja mula-mula, menghadapi ancaman hukuman mati dengan dibakar hidup-hidup karena imannya kepada Kristus. Ia menjawab tantangan mereka yang ingin menghukumnya dengan berkata: “Aku telah melayani-Nya selama 86 tahun, dan Dia tidak pernah mengecewakanku. Bagaimana mungkin sekarang aku menghujat Sang Raja yang telah menyelamatkanku?” Kata-kata Polikarpus dapat menginspirasi kita yang sedang bergumul dengan pencobaan karena iman kita kepada Yesus Kristus.

Pelajaran yang Tak Terlupakan

Corey Brooks, yang dikenal sebagai “Pendeta di Atap Gereja,” tinggal selama 343 hari di atas atap gerejanya di selatan Chicago sebagai aksi untuk mendorong perubahan di komunitasnya. Melalui ruang daring, Brooks menyampaikan penghargaan khusus kepada guru sekolah dasarnya, Joe Stokes, yang telah meneruskan empat pelajaran penting yang tak terlupakan: kekuatan dari kegigihan, pentingnya integritas, nilai berharga dari keterlibatan dalam masyarakat, dan dampak dari pendidikan.

Wanita yang Takut Akan Allah

Perayaan ulang tahun Rosie berlangsung sangat seru dan tak terlupakan. Selain makanan yang lezat dan canda tawa di meja, kehadiran cucu pertamanya menjadi pelengkap yang sempurna! Namun, semua hal baik itu tak sebanding dengan penghormatan yang diberikan oleh kedua putra Rosie. Meski pernikahan Rosie kandas, keterampilannya yang luar biasa sebagai orangtua tunggal tecermin lewat putra-putranya. Kalimat pujian mereka mencerminkan bagaimana Rosie sudah melakukan semampunya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ucapan putra bungsunya sangat tepat dalam menggambarkan sikap Rosie di hadapan mereka: “Mama adalah wanita yang takut akan Allah.”

Yesus Sang Pemenang

Dalam pertandingan Super Bowl VII tanggal 14 Januari 1973, ada kesempurnaan yang dipertaruhkan. Sepanjang musim, sampai pada saat itu, tim sepak bola Amerika Miami Dolphins mencetak rekor sempurna—16 pertandingan tanpa kekalahan. Lalu, ketika Super Bowl berakhir, Dolphins yang menang tercatat dalam sejarah olahraga sebagai satu-satunya tim sepak bola profesional dengan rekor sempurna.

Dasar yang Teguh dalam Kristus

C.J. Stroud adalah pemain sepak bola Amerika yang masih muda, berbakat, dan tidak malu menyatakan imannya dalam Tuhan Yesus. Dalam karier olahraga yang rata-rata hanya berlangsung selama 3,3 tahun, pemain quarterback itu berani mengungkapkan keyakinannya dengan tegas. “Sepak bola penuh dengan . . . liku-liku dan kejutan. Namun, pada akhirnya, yang terpenting adalah dasar yang kita miliki. Dan, bagiku dasar itu adalah imanku.”

Persekutuan dengan Allah

Dalam bukunya Man of Honor, Ray Pritchard berbagi kisah tentang pengalamannya berjalan-jalan di sebuah area pemakaman dan melihat nisan pada makam seorang pria dengan tulisan penghormatan yang panjang lebar. Namun, ia menemukan sepenggal kalimat yang lebih menarik pada batu nisan anak laki-laki pria tersebut: “Pria dengan integritas yang tidak diragukan.” Pritchard menulis: “Enam kata untuk menyimpulkan seumur hidupnya. Enam puluh tahun lebih dirangkum dalam enam kata. Namun, alangkah indah kebenaran yang disampaikannya.”

Tak Berdaya, tetapi Tetap Berdoa

Hati Anita Bailey merasa dikuatkan ketika ia menerima pesan seseorang di media sosial mengenai putranya, Jalen: “Hari ini aku melayani sebagai penyambut jemaat di gereja ketika seorang pria muda yang sedang menggendong anak menghampiri serta memeluk saya. . . . Saya menatapnya sejenak, sebelum mengenalinya dan berseru, ‘Jalen’! Kami berpelukan dan mengobrol singkat. Benar-benar pemuda yang luar biasa!” Orang itu mengetahui masa lalu Jalen yang penuh pemberontakan. Saat itu, Anita dan Ed, suaminya, merasa tidak berdaya untuk menyelamatkan Jalen dari konsekuensi kesalahan yang diperbuatnya sehingga ia harus mendekam di penjara selama 12 tahun.

Kekuatan Allah yang Tak Tertandingi

Dalam buku From the Pit to the Pulpit (Dari Liang ke Mimbar), John Stroup membagikan kisah tentang tekanan hidupnya yang sangat kuat dan kejam, yang membuatnya babak belur secara jasmani, seksual, dan emosional. Ia menulis, “Saya sudah menggunakan narkoba sebelum saya bisa mengemudi. . . . Saya berhenti bersekolah dan semakin terjerumus dalam gaya hidup kriminal.” Pada akhirnya, tindak kriminal yang dilakukan John menjebloskannya ke dalam penjara. Saat menjalani lima tahun masa hukumannya, firman Tuhan dalam Alkitab menjadi nyata baginya, sehingga ia pun merendahkan hatinya di hadapan Allah. Oleh kasih karunia Allah, ia dibebaskan dari kebiasaan-kebiasaan yang selama ini menguasai dirinya.

Serupa dengan Kristus

Seperti kebanyakan anak yang besar di dekade 1950-an dan 60-an, saya menekuni olahraga bisbol sebagai hobi. Setiap hari saya tidak sabar untuk pergi ke taman dan bermain bisbol, dan salah satu kegembiraan terbesar saya adalah saat saya mengenakan kaus tanding yang bertuliskan nama tim kami—GIANTS! Meski nomor 9 di punggung membedakan saya dari yang lain, seragam tersebut menjadi identitas bahwa kami semua anggota dari tim yang sama.