Kemenangan dari Kebaikan Hati
Ketika Jackie Robinson, pemain kulit hitam pertama di Liga Utama Bisbol modern, bertanding di Shibe Park, Philadelphia, tanggal 9 Mei 1947, Doris yang berusia 10 tahun berada di tribun atas bersama ayahnya. Ketika seorang pria tua berkulit hitam berjalan menuju kursi di sebelah mereka, ayah Doris membuka percakapan untuk berkenalan dengan pria tersebut. Doris mengatakan bahwa percakapan kedua pria tentang skor pertandingan bisbol itu membuat ia merasa lebih dewasa. Di kemudian hari, ia berujar, “Aku takkan pernah lupa bapak itu dan juga senyum di wajahnya.” Interaksi yang menyenangkan antara Doris, seorang gadis muda berkulit putih, dan pria tua baik hati dari keturunan budak tersebut menjadikan hari itu istimewa.
Diterima Yesus Apa Adanya
Sejak kecil, hidup Eric telah diwarnai banyak tantangan, termasuk ruam kulit yang parah, masalah di sekolah, dan kecanduan alkohol atau narkoba setiap hari pada usia yang sangat muda. Namun, pemuda yang menjuluki dirinya sendiri sebagai “raja kejahatan” itu merasa cukup mahir bermain bisbol—walau akhirnya ia pun berhenti menekuni bisbol karena mengalami diskriminasi. Hal ini justru membuatnya memiliki lebih banyak waktu untuk menggunakan dan mengedarkan narkoba.
Kepedulian dalam Kristus
Nyonya Charlene, ibunda teman saya Dwayne, berusia 94 tahun dengan tinggi sekitar 150 cm dan berat badan kurang dari 45 kg. Namun, beliau masih berusaha semampunya untuk merawat sang putra, yang tidak dapat mengurus diri sendiri karena terhalang oleh kondisi kesehatannya. Biasanya beliau tinggal di lantai atas di rumah mereka yang bertingkat dua. Ketika ada tamu yang berkunjung, dengan perlahan-lahan beliau akan menuruni 16 anak tangga sampai ke lantai bawah untuk menyambut mereka, sama seperti yang beliau lakukan untuk membantu merawat putra yang dikasihinya.
Tergerak untuk Bercerita
“Kamu tahu Yesus mengasihimu. Dia benar-benar mengasihimu.” Itulah kata-kata terakhir John Daniels. Hanya beberapa detik setelah memberikan uang kepada seorang tunawisma dan mengucapkan kata-kata perpisahan itu, ia tertabrak mobil dan tewas seketika. Lembar warta dari kebaktian untuk mengenang hidup John mencantumkan kisah ini, “Ia ingin mencoba untuk menjangkau lebih banyak orang, jadi pada suatu Minggu sore, saat ia berusaha menolong seorang pria, Allah memberinya jalan untuk menjangkau dunia. Semua saluran TV lokal menyiarkan berita tentang dirinya, dan berita itu disaksikan oleh teman-teman, keluarga, dan banyak orang di seluruh negeri.”
Bertatap Muka dengan Allah
Tahun 2022 terasa sangat istimewa bagi saya dan istri. Pada tahun itu cucu kami, Sophia Ashley, dilahirkan—satu-satunya perempuan dari delapan cucu kami. Kami tidak bisa menyembunyikan kegembiraan kami! Saat anak laki-laki kami menghubungi kami melalui panggilan video, kegembiraan kami semakin meluap. Meski tidak seruangan dengan istri saya, saya bisa mendengar pekik riangnya, tanda bahwa ia sempat melihat Sophia lewat video. Sungguh luar biasa, bagaimana sekarang kita dapat berjumpa dengan orang-orang yang kita kasihi cukup dengan satu panggilan video atau satu klik saja.
Kebugaran Rohani
Tre rajin berolahraga di pusat kebugaran dan hasilnya jelas terlihat. Bahunya lebar, ototnya menonjol, dan lengan atasnya nyaris seukuran paha saya. Kondisi fisiknya mendorong saya untuk mengajaknya berbicara tentang hal-hal rohani. Saya bertanya apakah komitmennya terhadap kebugaran fisik mencerminkan relasinya yang sehat dengan Allah. Meski kami tidak terlalu dalam membahasnya, Tre jujur mengakui ada Allah dalam hidupnya. Di tengah pembicaraan kami, ia menunjukkan potret dirinya saat berbobot sekitar 181 kilogram, dalam kondisi tidak bugar dan tidak sehat. Perubahan gaya hidupnya telah menghasilkan perubahan fisik yang luar biasa.
Bahaya yang Mengancam
Suatu hari, sewaktu jalan pagi, saya menghentikan paksa sebuah mobil karena berjalan melawan arah. Pengemudinya tidak menyadari bahaya yang mengancam dirinya dan orang lain karena ia sempat tertidur dan terlihat berada di bawah pengaruh alkohol. Situasinya berbahaya, dan saya harus bertindak. Setelah membuatnya cukup sadar untuk pindah ke sisi kursi penumpang, saya duduk di kursi pengemudi lalu mengemudikan mobilnya ke tempat aman.
Menjaga Hati
Jantung manusia adalah organ yang menakjubkan. Stasiun pemompa berukuran kepalan tangan ini bobotnya antara 200 hingga 425 gram. Setiap hari jantung manusia berdetak sekitar 100.000 kali dan memompa 7.571 liter darah melalui pembuluh darah sepanjang lebih dari 96.560 km dalam tubuh kita! Dengan tugas sepenting itu dan beban kerja seberat itu, wajar jika kesehatan jantung menjadi pusat bagi kesejahteraan seluruh tubuh. Ilmu kedokteran mendorong kita untuk menjalani kebiasaan-kebiasaan yang sehat karena kondisi jantung sungguh mempengaruhi kualitas kesehatan kita.
Pecinta Kitab Suci
Seorang mempelai wanita yang cantik bersiap melangkah menuju altar gereja sambil menggenggam lengan ayahnya yang bangga. Namun, sebelum itu, keponakan laki-lakinya yang berusia 13 bulan akan masuk terlebih dahulu. Alih-alih membawa “cincin” yang sudah umum, sang keponakan menjadi “pembawa Alkitab”. Dengan cara itu, kedua mempelai yang sungguh-sungguh beriman kepada Yesus itu ingin bersaksi tentang kecintaan mereka pada Kitab Suci. Nyaris tanpa kesulitan, si keponakan akhirnya tiba di depan altar. Yang menarik, bekas gigi si batita tercetak pada sampul kulit Alkitab tersebut. Sungguh gambaran yang sangat pas tentang aktivitas orang percaya atau mereka yang ingin mengenal Dia, yaitu merasakan dan menikmati Kitab Suci.