Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Arthur Jackson

Digerakkan oleh Iman

J.D. menyaksikan banyak hal menakjubkan dalam perjalanannya ke beberapa negara Afrika. Pesan singkat yang dikirimnya dari Zambia Timur memperlihatkan foto para wanita beriman yang memaparkan rencana penginjilan mereka untuk tiga tahun mendatang. “Itu salah satu pemaparan strategi paling berkesan yang pernah saya dengar. Alih-alih memakai papan tulis, mereka menggambar di tanah. Rencana yang mereka bagikan tidak dibuat di atas kertas yang rapi, melainkan pada kertas kusut seukuran poster yang dipegang oleh dua orang. Sungguh luar biasa!”

Kekuatan untuk Bertekun

Mark adalah seorang pelari maraton sekaligus gembala yang setia dari dua gereja dalam 35 tahun terakhir, dan ia baru saja pensiun. Salah satu hadiah yang ia terima adalah sepasang sepatu lari baru. Saya pernah berlari bersamanya sekali—lebih dari 20 tahun lalu—tetapi dalam hidupnya Mark sudah mengikuti maraton penuh sejauh 42 km di berbagai kota. Dalam acara pengucapan syukur atas masa pensiunnya, Mark mendengar jemaat dan komunitas yang ia layani menyampaikan apresiasi mereka atas kesetiaannya. Berkat kuasa dan kasih karunia Allah, Mark dapat menyelesaikan pelayanannya dengan baik.

Yesus, Santapan Utama bagi Jiwa

Dibesarkan dalam keluarga kulit hitam di Amerika, kami sering menikmati hidangan lezat yang disebut “soul food” (harfiah: makanan pemuas jiwa). Istilah ini muncul pada pertengahan 1960-an, ketika kata “soul” umum digunakan untuk menggambarkan budaya kulit hitam di Amerika. Menu “soul food” biasanya mencakup ayam goreng, makaroni keju, sayuran hijau, ubi jalar, roti jagung, dan banyak lagi. Hidangan penutup menjadi bonus tersendiri, seperti pai buah favorit saya. Semuanya begitu menggiurkan!

Menghormati Tuhan Yesus

Seorang wanita menyerahkan selembar amplop bertuliskan “Hari untuk Berbuat Baik dari John Daniels, Sr.” saat saya sedang berjalan kaki di area sebuah kampus. Isi amplop itu adalah uang kertas 20 dolar dan dua lembar selebaran dengan pesan tentang Tuhan Yesus. Setahun sebelumnya, John meninggal dunia karena tertabrak mobil setelah membantu seorang tunawisma dan membagikan kabar baik tentang kasih Kristus kepadanya. Teladan John yang bersaksi melalui kata dan tindakan itu masih hidup, lewat perbuatan wanita yang saya temui hari itu dan juga anggota keluarganya yang lain.

Berani Bersuara bagi Yesus

Pada tahun 155 M, Polikarpus, seorang bapa gereja mula-mula, menghadapi ancaman hukuman mati dengan dibakar hidup-hidup karena imannya kepada Kristus. Ia menjawab tantangan mereka yang ingin menghukumnya dengan berkata: “Aku telah melayani-Nya selama 86 tahun, dan Dia tidak pernah mengecewakanku. Bagaimana mungkin sekarang aku menghujat Sang Raja yang telah menyelamatkanku?” Kata-kata Polikarpus dapat menginspirasi kita yang sedang bergumul dengan pencobaan karena iman kita kepada Yesus Kristus.

Pelajaran yang Tak Terlupakan

Corey Brooks, yang dikenal sebagai “Pendeta di Atap Gereja,” tinggal selama 343 hari di atas atap gerejanya di selatan Chicago sebagai aksi untuk mendorong perubahan di komunitasnya. Melalui ruang daring, Brooks menyampaikan penghargaan khusus kepada guru sekolah dasarnya, Joe Stokes, yang telah meneruskan empat pelajaran penting yang tak terlupakan: kekuatan dari kegigihan, pentingnya integritas, nilai berharga dari keterlibatan dalam masyarakat, dan dampak dari pendidikan.

Wanita yang Takut Akan Allah

Perayaan ulang tahun Rosie berlangsung sangat seru dan tak terlupakan. Selain makanan yang lezat dan canda tawa di meja, kehadiran cucu pertamanya menjadi pelengkap yang sempurna! Namun, semua hal baik itu tak sebanding dengan penghormatan yang diberikan oleh kedua putra Rosie. Meski pernikahan Rosie kandas, keterampilannya yang luar biasa sebagai orangtua tunggal tecermin lewat putra-putranya. Kalimat pujian mereka mencerminkan bagaimana Rosie sudah melakukan semampunya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ucapan putra bungsunya sangat tepat dalam menggambarkan sikap Rosie di hadapan mereka: “Mama adalah wanita yang takut akan Allah.”

Yesus Sang Pemenang

Dalam pertandingan Super Bowl VII tanggal 14 Januari 1973, ada kesempurnaan yang dipertaruhkan. Sepanjang musim, sampai pada saat itu, tim sepak bola Amerika Miami Dolphins mencetak rekor sempurna—16 pertandingan tanpa kekalahan. Lalu, ketika Super Bowl berakhir, Dolphins yang menang tercatat dalam sejarah olahraga sebagai satu-satunya tim sepak bola profesional dengan rekor sempurna.

Dasar yang Teguh dalam Kristus

C.J. Stroud adalah pemain sepak bola Amerika yang masih muda, berbakat, dan tidak malu menyatakan imannya dalam Tuhan Yesus. Dalam karier olahraga yang rata-rata hanya berlangsung selama 3,3 tahun, pemain quarterback itu berani mengungkapkan keyakinannya dengan tegas. “Sepak bola penuh dengan . . . liku-liku dan kejutan. Namun, pada akhirnya, yang terpenting adalah dasar yang kita miliki. Dan, bagiku dasar itu adalah imanku.”