Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Arthur Jackson

Tidak Pernah Dilupakan

“Paman Arthur, ingatkah waktu Paman mengajakku ke tukang cukur dan belanja? Aku pakai celana warna krem, kemeja kotak-kotak biru, kardigan biru tua, kaus kaki coklat, dan sepatu Rockport coklat. Waktu itu hari Kamis, tanggal 20 Oktober 2016.” Meskipun Jared, keponakan saya, memiliki kondisi autisme yang membuatnya sulit melakukan berbagai hal, ia memiliki kelebihan dalam bentuk daya ingat yang fenomenal. Ia sanggup mengingat secara rinci hari, tanggal, bahkan pakaian yang dikenakannya bertahun-tahun setelah berlangsungnya peristiwa tersebut.

Prasangka dan Pengampunan

Setelah mendengar khotbah tentang mengoreksi ketidakadilan, seorang jemaat gereja menghampiri gembalanya sambil menangis dan memohon pengampunan. Ia mengaku pernah menolak memilih pendeta berkulit hitam itu menjadi gembala di gereja mereka karena ia memiliki prasangka terhadap kaum kulit hitam. “Saya benar-benar minta maaf. Saya tidak ingin prasangka dan sifat rasialis yang buruk ini merasuk dalam kehidupan anak-anak saya. Saya tidak memilih Anda dahulu, dan saya keliru.” Air mata dan pengakuannya disambut dengan air mata dan pengampunan dari sang pendeta. Seminggu kemudian, seluruh gereja bersukacita mendengar pria itu bersaksi tentang bagaimana Allah telah bekerja di dalam hatinya.

Coba Bayangkan!

Dalam sebuah program televisi populer tentang renovasi rumah, pemirsa sering mendengar sang pembawa acara berseru, “Coba bayangkan!” Kemudian ia akan menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika barang-barang lama diperbaiki, tembok yang kusam dicat, dan lantainya dipulas dengan warna. Dalam salah satu episode, seorang pemilik rumah yang direnovasi merasa begitu gembira sampai-sampai ungkapan “Indah sekali!” terlontar dari bibirnya sebanyak tiga kali.

Berat tetapi Tetap Berharap

Dalam komik Peanuts, tokoh Lucy yang sangat rajin digambarkan memasang iklan yang menawarkan “bantuan kejiwaan” dengan tarif lima sen. Linus datang ke tempat Lucy dan mengeluhkan dirinya sedang “depresi berat.” Ketika Linus bertanya apa yang dapat ia lakukan untuk mengatasi masalahnya, Lucy berujar, “Tinggalkan saja depresimu! Nah, mana uang lima sennya?”

Berperang bersama Allah

Tindakan kepahlawanan Desmond Doss, seorang tentara Angkatan Darat Amerika Serikat, diangkat ke layar perak pada tahun 2016 dengan judul Hacksaw Ridge. Doss menganut keyakinan yang melarangnya merenggut nyawa sesama manusia, dan sebagai petugas medis di kemiliteran ia berkomitmen untuk memelihara nyawa orang lain, meskipun dengan risiko kehilangan nyawanya sendiri. Dalam penganugerahan Medali Kehormatan untuk Doss pada tanggal 12 Oktober 1945, tanda penghargaannya mencantumkan kata-kata berikut: “Prajurit Satu Doss menolak berlindung dan tetap berada di medan perang bersama banyak tentara yang cedera, membopong mereka satu per satu hingga ke pinggir lereng curam . . . Tanpa ragu dan dengan gagah berani ia menembus hujan peluru dan tembakan senjata musuh untuk menolong seorang prajurit artileri.”

Allah Sedang Bekerja

“Tuhan menangis.” Itulah kata-kata yang dibisikkan oleh putri Bill Haley yang baru berusia sepuluh tahun ketika ia berdiri di bawah hujan lebat bersama sekelompok orang percaya yang berasal dari berbagai etnis. Mereka mengunjungi Lembah Shenandoah di Virginia untuk berdoa kepada Allah sembari berusaha memahami akar perpecahan rasial di Amerika Serikat. Ketika tiba di tempat para budak dahulu dikuburkan, mereka bergandengan tangan dan berdoa. Tiba-tiba angin bertiup kencang, dan hujan pun turun. Ketika pemimpin kelompok berdoa untuk terjadinya pemulihan hubungan antar-etnis, hujan turun makin deras. Mereka yang berkumpul saat itu percaya bahwa Allah sedang bekerja untuk mendatangkan perdamaian dan pengampunan.

Bagaimana Anda Dikenal?

Dalam berbagai kejuaraan olahraga tingkat SMA, Ted dikenal sebagai penonton dengan badan paling tinggi dan suara paling nyaring di bangku penonton. Sebelum menderita penyakit degeneratif yang mematikan, Ted memiliki tinggi badan hampir dua meter dan berat 130 kilogram. Dengan yel-yel “Blue!” (dari warna sekolahnya) yang membangkitkan semangat penonton dan aksi menghambur-hamburkan permen di berbagai pertandingan sekolah membuat Ted dikenal dengan nama “Big Blue.”

Bergumul dalam Doa

Kehidupan Dennis berubah total ketika seseorang memberinya Alkitab Perjanjian Baru. Ia sangat tertarik membaca Alkitab itu dan selalu membawanya ke mana-mana. Dalam tempo enam bulan, dua perubahan besar terjadi dalam hidupnya. Dennis mempercayai Tuhan Yesus dan menerima pengampunan atas segala dosanya, dan kemudian ia didiagnosis mengidap tumor otak setelah sering merasa sakit kepala. Karena menderita kesakitan yang luar biasa, ia hanya dapat terbaring di tempat tidur dan tidak bisa bekerja. Suatu malam, karena kesakitannya, ia tidak bisa tidur dan terus berseru-seru kepada Tuhan. Ia baru bisa tidur sekitar pukul 4.30 pagi.

Kemenangan Pengampunan

Mack sudah lama bergumul dengan penyalahgunaan narkoba dan dosa seksual, dan sekarang ia merasa putus asa. Hubungan yang selama ini sudah dibinanya sedang bermasalah, dan hati nuraninya diliputi perasaan bersalah. Dalam kesusahan hatinya, ia pergi ke sebuah gereja dan meminta waktu berbicara dengan seorang pendeta. Di sana, ia merasa lega dapat menceritakan kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan juga mendengar tentang belas kasihan dan pengampunan Allah.