Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Con Campbell

Mengenal Bapa

Konon, konduktor asal Inggris, Sir Thomas Beecham pernah bertemu dengan seorang wanita berpenampilan terhormat di lobi sebuah hotel. Karena merasa kenal dengan wanita itu tetapi tidak mengingat namanya, Beecham menghampiri dan menyapanya. Ketika mereka sedang berbincang-bincang, samar-samar Beecham ingat kalau sang wanita memiliki seorang saudara laki-laki. Berharap bisa mendapatkan petunjuk yang lebih jelas, ia pun menanyakan kabar kakak wanita itu, dan apakah ia masih bekerja di tempat yang sama. “Oh, ia baik-baik saja,” jawab wanita itu. “Dan sampai sekarang masih menjadi raja.”

Dikuatkan oleh Kasih Karunia

Pada masa Perang Saudara di Amerika Serikat, ganjaran bagi tentara yang desersi adalah hukuman mati. Namun, pihak tentara Serikat jarang menghukum mati para desertir karena panglima tertinggi mereka, Presiden Abraham Lincoln, mengampuni hampir seluruh tentara itu. Sikap itu membuat marah Edwin Stanton, yang menjabat sebagai Menteri Perang, karena ia yakin bahwa kemurahan hati Lincoln justru akan membuat para tentara tergoda untuk desersi. Akan tetapi, Lincoln turut merasakan apa yang dialami para tentara yang kehilangan keberanian dan takluk kepada ketakutan mereka di tengah sengitnya medan pertempuran. Rasa empati itulah yang membuat dirinya disayang oleh para tentara. Mereka mengasihi “Bapak Abraham” dan kasih itu membuat mereka semakin bersemangat melayani Lincoln.