Berdoa dengan Kepedulian
Seorang wanita terlihat sangat gelisah saat memeriksakan giginya ke dokter. Beban keluarga yang berat tampak jelas membayangi wajahnya. Dokter gigi yang merawatnya merasakan kegelisahan itu, lalu menanyakan keadaannya. Setelah wanita itu bercerita, sang dokter bertanya dengan lembut, “Bolehkah saya mendoakan Anda?” Kemudian, dokter higiene gigi yang masuk ke ruangan pun ikut mendoakannya. Setelah dua kali didoakan, dan perawatan giginya selesai, wanita itu meninggalkan ruangan dengan menyadari bahwa dirinya sungguh dipedulikan.
Berjalan bersama Allah
Suatu hari di gym, istri saya bergabung dengan para pejalan kaki yang mengikuti aturan berjalan searah jarum jam. Tiba-tiba, seorang perempuan melangkah masuk ke lintasan dan berjalan berlawanan arah. Beberapa temannya menyusul, dan tak lama kemudian orang-orang lain mengikuti. Lintasan yang semula tertib pun berubah menjadi kacau. Butuh beberapa menit untuk mengembalikan keteraturan dan memastikan semua kembali ke arah yang benar.
Paradoks dari Penganiayaan
Sesuatu yang tidak biasa terjadi dalam rangkaian sepuluh ayat yang dimulai dengan Kisah Para Rasul 7:59. Kisahnya begitu cepat beralih dari kematian mengerikan dari Stefanus yang dirajam batu, kepada pengalaman orang-orang percaya lainnya yang tersebar dan “memberitakan Injil,” hingga akhirnya tiba pada kalimat yang luar biasa ini: “Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu” (8:8).
Dibutuhkan Dua Orang
Mendaki air terjun Sungai Dunn di Jamaika adalah pengalaman yang mendebarkan. Air itu mengalir deras melewati bebatuan halus dalam perjalanannya menuju Karibia. Melawan arus air menjadi tantangan yang dihadapi para pendaki yang ingin mencapai puncak. Bagi seorang remaja bernama JW, hal itu hampir tidak mungkin dilakukan. Ia memiliki gangguan penglihatan, dengan kemampuan melihat hanya selebar lubang jarum.
Tidak Malu Bersaksi bagi Yesus
Sebelum mati martir karena imannya yang teguh di dalam Yesus, seorang pendeta tanpa nama asal Afrika menulis sepenggal doa yang diberi judul “Doa Seorang Martir.” Pesan mendalam dari masa silam itu kini dikenal sebagai “Persekutuan Mereka yang Tidak Malu.”
Mengasihi Sesama
Setelah hujan badai di akhir musim panas menerjang kota kami, kami harus mengurus kerusakan rumah kami akibat pohon tumbang, ditambah pembersihan besar-besaran terhadap halaman kami yang dipenuhi dedaunan dan ranting. Saat saya menghabiskan sepanjang hari berikutnya dengan membereskan kerusakan dan puing-puing pohon, saya mencoba untuk menghibur diri dengan mengatakan berulang-ulang: “Kami tidak punya pohon!” Itu memang benar. Selain tiga pohon pinus mungil setinggi 90 cm, kami tidak memelihara pohon. Namun, saya menghabiskan banyak waktu membersihkan sisa-sisa badai atau dedaunan yang jatuh dari pohon-pohon milik tetangga.
Harta yang Kristus Tawarkan
Michael Sparks masuk ke sebuah toko barang bekas dan membeli salinan suvenir Deklarasi Kemerdekaan AS seharga USD 2,48 sebagai oleh-oleh. Di kemudian hari, saat melihat lebih dekat salinan tersebut, ia merasa ada sesuatu yang tidak lazim. Jadi ia meminta sejumlah ahli untuk memeriksanya, dan mereka menyatakan bahwa itu adalah salah satu dari 36 salinan yang tersisa dari 200 salinan resmi yang ditugaskan oleh John Quincy Adams pada tahun 1820. Sparks lalu menjual salinan Deklarasi Kemerdekaan yang langka itu seharga USD 477.650!
Sulit Tidur?
Teman saya bercerita bahwa belakangan ini ia sulit untuk tidur nyenyak. Masalah yang dialaminya itu berkaitan dengan kesulitan dalam keluarga yang sering membuatnya terjaga di malam hari. Bukan kebetulan, pada hari itu saya sedang menyiapkan diri untuk membahas Mazmur 3 di kelas pembinaan bagi kaum dewasa.
Mengasihi Sesama dalam Tuhan
Ada sebuah cabang olahraga baru yang dimainkan di kalangan sekolah menengah, dan itu merupakan salah satu pengalaman yang paling membangkitkan semangat mereka yang menyaksikannya.