Penulis

Lihat Semua
Dave Branon

Dave Branon

Selain menulis untuk Our Daily Bread, Dave Branon juga merupakan seorang editor untuk Discovery House Publishers dan telah menulis 15 judul buku. Ia dan istrinya, Sue, suka bermain rollerblade dan meluangkan waktu bersama anak dan cucu mereka.

Artikel oleh Dave Branon

Ada Pertanyaan?

Ann menemui seorang ahli bedah mulut untuk menjalani pemeriksaan awal. Ia sudah mengenal dokter itu selama bertahun-tahun. Ketika dokter itu bertanya, “Ada pertanyaan?” Ann menjawab, “Ada, dok. Apakah dokter pergi ke gereja hari Minggu lalu?” Pertanyaan Ann tidak dimaksudkan untuk menghakimi lawan bicaranya, melainkan hanya untuk memulai percakapan tentang iman.

Cara yang Baru dan Berbeda

Menjelang akhir abad ke-19, Mary Slessor berlayar menuju Calabar (sekarang Nigeria) di Afrika. Ia sangat antusias melanjutkan pekerjaan misi yang telah dirintis oleh almarhum David Livingstone. Tugas pertama Mary adalah mengajar di sekolah dan tinggal bersama sesama misionaris. Namun, ia terbeban untuk melayani dengan cara yang berbeda. Mary pun melakukan sesuatu yang jarang dilakukan di daerah itu. Ia memilih tinggal bersama orang-orang yang dilayaninya. Mary mempelajari bahasa setempat, hidup seperti penduduk setempat, dan makan makanan mereka. Mary bahkan menampung puluhan anak telantar. Selama hampir 40 tahun, Mary membawa pengharapan dan kabar baik Injil kepada orang-orang yang membutuhkan keduanya.

Dari Kegelapan kepada Terang

Tidak ada yang dapat mengeluarkan Aakash dari perasaan depresinya yang sangat dalam. Setelah terluka parah dalam kecelakaan truk, ia dibawa ke sebuah rumah sakit misi di Asia Barat Daya. Meskipun delapan kali operasi berhasil memperbaiki tulang-tulangnya yang patah, ia tidak bisa makan. Depresi pun melanda jiwanya. Sebagai tulang punggung keluarga, ia tidak bisa mencari nafkah, dan kenyataan itu membuat dunianya semakin suram.

Kata-Kata Perpisahan

Menjelang akhir hidupnya, John M. Perkins menitipkan satu pesan untuk orang-orang yang akan ia tinggalkan. Perkins, yang terkenal karena seruannya tentang rekonsiliasi rasial, berkata, “Pertobatan adalah satu-satunya jalan untuk kembali kepada Allah. Jika tidak bertobat, kalian semua akan binasa.”

Menjelajahi Bintang-Bintang

Agar dapat menyelidiki luar angkasa dengan lebih baik, pada tahun 2021, beberapa negara bergabung untuk membuat dan meluncurkan Teleskop Antariksa James Webb, yang kemudian ditempatkan dalam jarak hampir satu juta mil dari Bumi. Teleskop tersebut sanggup melihat hingga kedalaman angkasa dan mempelajari bintang-bintang serta keajaiban semesta lainnya.

Kuasa Pengampunan

Sebuah berita dari tahun 2021 melaporkan tentang tujuh belas misionaris yang diculik sebuah geng. Geng tersebut mengancam akan membunuh mereka (beserta anak-anak) apabila tebusan yang mereka tuntut tidak dipenuhi. Namun, luar biasa, semua misionaris itu akhirnya dilepaskan atau berhasil melarikan diri. Setelah selamat, mereka mengirimkan pesan kepada para penculik: “Tuhan Yesus mengajar kami melalui perkataan dan teladan hidup-Nya bahwa kuasa pengampunan yang dilandasi kasih lebih kuat daripada kebencian terhadap kekerasan. Oleh karena itu, kami mengampuni kalian.”

Mengapa Melakukan Ini?

Ketika saya membantu Logan, cucu saya yang duduk di kelas enam, mengerjakan PR aljabar yang cukup rumit, ia bercerita tentang cita-citanya untuk menjadi insinyur. Lalu, saat kami kembali mengerjakan x dan y dalam soal-soal sekolahnya, Logan berkata, “Memangnya kapan aku perlu memakai semua pelajaran ini, Kek?”

Manusia Paling Sendirian

Pada tanggal 20 Juli 1969, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin melangkah keluar dari modul pendaratan mereka di bulan dan menjadi manusia pertama yang berjalan di permukaan bulan. Namun, kita jarang sekali mengingat orang ketiga dalam regu mereka, yaitu Michael Collins, yang menerbangkan modul komando Apollo 11. 

Teror Tujuh Menit

Ketika Perseverance, kendaraan penjelajah Mars, mendarat di planet merah itu pada tanggal 18 Februari 2021, para petugas yang memonitor pendaratannya sempat mengalami “teror tujuh menit”. Setelah menempuh perjalanan sepanjang 470 juta kilometer, kendaraan tersebut harus melewati prosedur pendaratan yang rumit tanpa bantuan dari pihak luar. Sinyal dari Mars membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai ke Bumi, jadi NASA tidak dapat mendengar apa-apa dari Perseverance selama proses pendaratan tersebut. Bagi tim yang telah mengerahkan begitu banyak upaya dan sumber daya dalam misi tersebut, putus kontak itu terasa sangat menakutkan.