Hati Gembala
“Ada anak rusa tersangkut di pagar kita!” seru Heather memanggil suaminya, Tim. Dengan hati-hati, Tim melepaskan anak rusa itu, tetapi induk rusanya tidak terlihat di sana.
Wajah yang Bercahaya
“Anjing Anda memiliki sugar face!” ujar dokter hewan saat memeriksa kesehatan anjing muda yang kami pelihara. “Sugar face?” tanya saya. “Oh, itu sebutan untuk anjing retriever yang wajahnya memutih lebih cepat dari biasanya,” jawab sang dokter sambil tersenyum. “Itu tanda dari manisnya hati di dalam dirinya.”
Kasih yang Melampaui Segala Jarak
“Kita melambaikan tangan sampai mereka tidak terlihat lagi. Itulah caranya menunjukkan rasa sayang kita.” Demikian ucapan ibu saya ketika saya kecil, yang menjelaskan kebiasaan dirinya dan ayah saya setiap kali salah seorang anggota keluarga pulang setelah berkunjung. Mereka berdiri di luar rumah dan melambaikan tangan sampai orang itu benar-benar tak terlihat. Kadang mereka berdiri lumayan lama, tetapi itu tidak masalah bagi mereka. Saya baru mengerti alasannya ketika saya sendiri meninggalkan rumah.
Setia dan Rela Mengampuni
“Itu bukan salahku!” kata Han Solo dalam film The Empire Strikes Back saat pesawatnya diserang. Jalan keluar tampaknya mustahil, karena ada perbaikan yang belum dilakukan. Ucapan Han membuat penonton berpikir apakah sebenarnya ia ikut bertanggung jawab atas kesulitan tersebut, tetapi enggan mengakuinya.
Kebaikan Allah
“Oh, tidak!” Itulah reaksi saya saat membuka sarang lebah dan mendapati koloni yang sebelumnya makmur kini mati mendadak. Sarang yang penuh madu itu telah saya rawat dengan cermat sepanjang musim dingin yang relatif ringan. Tadinya saya berharap mendapat panen lebih awal. Sayangnya, cuaca dingin yang tiba-tiba melanda di tengah suhu hangat membuat semuanya gagal.
Ketika Kasih Hadir
“Mengapa kamu menangis?” tanya seorang sukarelawan dari pelayanan kemanusiaan Kristen kepada seorang wanita yang rumahnya hancur akibat terjangan badai Helena. Wanita yang tadinya menangis tersedu-sedu itu menjawab, “Aku menangis bukan karena semua milikku lenyap, tetapi karena aku baru saja mengalami kasih.”
Kebaikan yang Tak Kasatmata
Wajah itu sebenarnya sudah ada sejak awal, tetapi tidak seorang pun menyadarinya. Ketika Sir Joshua Reynolds melukis The Death of Cardinal Beaufort pada tahun 1789, ia menyisipkan wajah Iblis dalam bayang-bayang gelap di belakang pria yang sekarat itu. Reynolds dengan jeli menggambarkan adegan dari drama karya Shakespeare yang menyebutkan kehadiran “si jahat yang sibuk dan suka ikut campur.” Namun, pendekatan literal ini tidak disukai oleh sebagian orang. Setelah Reynolds wafat pada tahun 1792, wajah itu ditimpa cat dan kemudian terlupakan. Baru-baru ini, melalui proses konservasi seni, wajah tersebut berhasil diungkap kembali dari balik lapisan cat dan pernis.
Berharga di Mata Allah
Selama bertahun-tahun, sebuah lukisan tergantung di dinding sebuah rumah, terabaikan dan nyaris tak diperhatikan. Hingga suatu hari, lukisan itu terjatuh. Ketika dibawa untuk diperbaiki, sang pemugar lukisan menemukan fakta yang mengejutkan: lukisan itu adalah mahakarya Rembrandt yang telah lama hilang, The Adoration of the Magi (Penghormatan Para Majus). Selama ini, orang mengira hanya salinannya yang masih ada. Namun ternyata, yang tergantung diam selama ini adalah karya asli. Nilainya pun melonjak seketika menjadi ratusan juta dolar.
Harga yang Harus Dibayar
Warga lokal menyebutnya “Jalan tanpa Tujuan,” tetapi nama resmi jalan itu adalah Lakeview Drive. Jalan sepanjang hampir 10 km dengan pemandangan indah itu menghadap ke arah Danau Fontana di kawasan Taman Nasional Great Smoky Mountains, dekat Bryson City, Carolina Utara. Setelah melewati terowongan sepanjang kurang lebih 365 m yang dibangun dengan membelah sisi pegunungan granit, jalan itu tiba-tiba terputus. Pemerintah setempat sudah menghabiskan jutaan dolar, tetapi kekhawatiran terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkannya menghentikan proyek itu.