Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Karen Huang

Masa Depan Kita bersama Kristus

Ayah saya sudah sejak lama ingin mengunjungi Swiss. Sejak beliau didiagnosis mengalami demensia frontotemporal (gangguan otak akibat penyusutan sel saraf), ibu saya memutuskan untuk menemaninya selagi ia masih kuat secara fisik. Ibu saya lalu bercerita, “Suatu hari, saat salju berhembus di sekitar kami di Gunung Titlis, ibu melihat sukacita besar di wajah ayahmu. Itulah kebahagiaan karena mimpinya menjadi kenyataan.” Namun, beberapa waktu kemudian, air mata ibu saya mengalir sewaktu ayah saya bertanya, “Beri tahu aku, kita sedang ada di mana?”

Menjadi Saluran Kasih Allah

Semasa remaja, relasi saya dengan teman gereja saya, Lisa, sempat retak. Karena itu, saya cemas ketika mengetahui bahwa kami akan tinggal sekamar di sepanjang kamp musim panas. Namun, seminggu pertama kamp berlalu dengan lancar, karena kami berdua memilih untuk bersikap sopan.

Mengikuti Jalan Allah

Selama ini, Ken selalu menghindari para buruh migran yang bekerja di kompleks apartemennya. Kebiasaan dan gaya hidup mereka yang begitu berbeda membuatnya kesal. Namun, suatu hari saat ia berdoa, timbul pikiran yang menusuk hatinya: Mereka sudah menjadi tetanggamu selama bertahun-tahun, tetapi belum pernah sekali pun engkau membagikan Injil kepada mereka. Karena itu, pikirkan baik-baik sikapmu terhadap mereka.

Menjadi Pelaku Firman

Di atas meja saya terdapat papan memo yang mencantumkan berbagai pengingat. Salah satunya adalah daftar berjudul “10 Kebiasaan untuk Menjaga Kesehatan” yang saya gunting dari majalah kesehatan bertahun-tahun lalu. Baru-baru ini saya tersadar, meski melihat daftar itu setiap hari, saya hanya dapat mengingat empat kebiasaan. Tulisan itu sudah menjadi begitu biasa, sehingga selama ini saya hanya melihatnya sekilas, tanpa benar-benar memperhatikan atau melakukan pesan di dalamnya.

Allah Hadir dalam Hal-Hal Terkecil

Keponakan saya yang baru masuk kuliah mulai sibuk dengan berbagai tugas dan penyesuaian diri di tempat tinggalnya yang baru. Suatu kali, karena masalah keamanan yang muncul belakangan ini, pihak kampus mewajibkan mahasiswa untuk mendaftarkan kendaraan mereka. Karena menyadari bahwa hal itu akan menambah daftar tugasnya yang sudah banyak, saya pun menawarkan diri untuk menolongnya.

Fokus kepada Allah

Setidaknya ia lulus, pikir Jess sambil memegang kertas ujian anaknya. Selama ini ia telah membantu putranya belajar matematika, tetapi dengan urusan rumah dan tambahan pekerjaan dari atasannya belakangan ini, sulit untuk melakukannya dengan teratur. Dalam keputusasaan, Jess teringat pada istrinya yang telah berpulang: Lisa, kamu pasti lebih tahu apa yang harus dilakukan. Aku tidak sebaik kamu dalam mengurus rumah tangga.

Mensyukuri Pemberian Allah

Seorang pria tua menghabiskan waktu yang panjang di dalam toko, sambil memperhatikan satu demi satu tas ransel anak-anak. Ia berkata kepada saya, “Cucu saya berulang tahun hari ini. Saya harap ia menyukai hadiah ini.” Akhirnya ia mendatangi kasir dengan menggenggam sebuah ransel merah muda bergambar karakter kartun, wajahnya penuh harap dan semangat.

Kasih Setia Allah

Dalam kegiatan penjangkauan yang diadakan gereja kami di sebuah panti jompo, seorang penghuni lansia bernama Ed menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya bertahun-tahun silam. Hari itu, ia diantar oleh putrinya ke tempat itu lalu ditinggalkan begitu saja di trotoar. Karena duduk di atas kursi roda, Ed tidak mampu berdiri untuk mengejar putrinya. Putrinya kembali ke mobil tanpa menoleh sedikit pun, lalu pergi. Padahal sebelumnya ia sempat berkata, “Kita akan pergi ke hotel yang bagus.” Namun, hari itu adalah terakhir kalinya Ed melihat putrinya.

Bagaimana Hidup dengan Baik

Pedro menjadi pengikut Yesus pada usia 50 tahun. Tadinya ia seorang pemarah dan pendendam yang sering menyakiti orang-orang di sekitarnya. Setelah menjalani proses konseling dari gerejanya, ia menyesali kehidupannya di masa lalu. “Sekarang saya mempunyai lebih sedikit waktu di depan daripada yang sudah berlalu.” katanya. “Saya ingin mengisi masa depan itu dengan baik, tetapi bagaimana caranya?”