Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Karen Huang

Perkataan yang Memuliakan Allah

Saat Alex, seorang editor penerbitan, mengecek emailnya, ia sudah siap membaca pesan penuh kemarahan dari seorang penulis. Beberapa bulan terakhir ini, ia bekerja sama dengan seorang pebisnis terkemuka untuk menghasilkan sebuah buku. Namun, tiba-tiba saja, penerbit memutuskan untuk membatalkan penerbitan buku tersebut karena masalah internal. Setelah memberitahukan kabar mengecewakan itu kepada sang penulis, Alex pun menyiapkan diri untuk menghadapi balasan yang kurang bersahabat.

Bertindak Sesuai Janji Allah

Pieter mencium foto orangtuanya yang sudah lanjut usia setiap malam. Sudah bertahun-tahun ia tidak berjumpa langsung dengan mereka. Ketika sebagai pemuda ia memutuskan untuk mengikut Yesus, keluarga dan komunitasnya mendesak dirinya untuk meninggalkan imannya itu. Saat ia menolak, orangtuanya tidak lagi mengakuinya sebagai anak. “Di Alkitab, Allah berjanji akan menolong anak-anak-Nya dalam masa sulit, dan saya percaya kepada-Nya,” kata Pieter. “Memilih untuk mengikut Dia memang membuat saya menderita, tetapi Dia selalu menolong saya untuk bertahan.”

Masa Depan Kita bersama Kristus

Ayah saya sudah sejak lama ingin mengunjungi Swiss. Sejak beliau didiagnosis mengalami demensia frontotemporal (gangguan otak akibat penyusutan sel saraf), ibu saya memutuskan untuk menemaninya selagi ia masih kuat secara fisik. Ibu saya lalu bercerita, “Suatu hari, saat salju berhembus di sekitar kami di Gunung Titlis, ibu melihat sukacita besar di wajah ayahmu. Itulah kebahagiaan karena mimpinya menjadi kenyataan.” Namun, beberapa waktu kemudian, air mata ibu saya mengalir sewaktu ayah saya bertanya, “Beri tahu aku, kita sedang ada di mana?”

Menjadi Saluran Kasih Allah

Semasa remaja, relasi saya dengan teman gereja saya, Lisa, sempat retak. Karena itu, saya cemas ketika mengetahui bahwa kami akan tinggal sekamar di sepanjang kamp musim panas. Namun, seminggu pertama kamp berlalu dengan lancar, karena kami berdua memilih untuk bersikap sopan.

Mengikuti Jalan Allah

Selama ini, Ken selalu menghindari para buruh migran yang bekerja di kompleks apartemennya. Kebiasaan dan gaya hidup mereka yang begitu berbeda membuatnya kesal. Namun, suatu hari saat ia berdoa, timbul pikiran yang menusuk hatinya: Mereka sudah menjadi tetanggamu selama bertahun-tahun, tetapi belum pernah sekali pun engkau membagikan Injil kepada mereka. Karena itu, pikirkan baik-baik sikapmu terhadap mereka.

Menjadi Pelaku Firman

Di atas meja saya terdapat papan memo yang mencantumkan berbagai pengingat. Salah satunya adalah daftar berjudul “10 Kebiasaan untuk Menjaga Kesehatan” yang saya gunting dari majalah kesehatan bertahun-tahun lalu. Baru-baru ini saya tersadar, meski melihat daftar itu setiap hari, saya hanya dapat mengingat empat kebiasaan. Tulisan itu sudah menjadi begitu biasa, sehingga selama ini saya hanya melihatnya sekilas, tanpa benar-benar memperhatikan atau melakukan pesan di dalamnya.

Allah Hadir dalam Hal-Hal Terkecil

Keponakan saya yang baru masuk kuliah mulai sibuk dengan berbagai tugas dan penyesuaian diri di tempat tinggalnya yang baru. Suatu kali, karena masalah keamanan yang muncul belakangan ini, pihak kampus mewajibkan mahasiswa untuk mendaftarkan kendaraan mereka. Karena menyadari bahwa hal itu akan menambah daftar tugasnya yang sudah banyak, saya pun menawarkan diri untuk menolongnya.

Fokus kepada Allah

Setidaknya ia lulus, pikir Jess sambil memegang kertas ujian anaknya. Selama ini ia telah membantu putranya belajar matematika, tetapi dengan urusan rumah dan tambahan pekerjaan dari atasannya belakangan ini, sulit untuk melakukannya dengan teratur. Dalam keputusasaan, Jess teringat pada istrinya yang telah berpulang: Lisa, kamu pasti lebih tahu apa yang harus dilakukan. Aku tidak sebaik kamu dalam mengurus rumah tangga.

Mensyukuri Pemberian Allah

Seorang pria tua menghabiskan waktu yang panjang di dalam toko, sambil memperhatikan satu demi satu tas ransel anak-anak. Ia berkata kepada saya, “Cucu saya berulang tahun hari ini. Saya harap ia menyukai hadiah ini.” Akhirnya ia mendatangi kasir dengan menggenggam sebuah ransel merah muda bergambar karakter kartun, wajahnya penuh harap dan semangat.