Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Karen Pimpo

Siap untuk Bermurah Hati

Dalam upacara peringatan untuk mengenang mendiang paman buyut saya, disajikan hidangan daging sapi panggang, jagung, dan kacang-kacangan. Menu itu dipilih sebagai bentuk penghormatan atas keramahtamahan yang telah ia dan istrinya tunjukkan selama bertahun-tahun. Biasanya, setiap Minggu pagi, mereka menaruh daging dan sayuran ke dalam alat masak bersuhu rendah sebelum kemudian berangkat ke gereja. Seusai kebaktian, mereka akan mengajak seseorang untuk makan siang bersama, bisa teman dekat atau orang yang baru mereka kenal. Siapa pun itu, mereka pasti menyediakan makanan yang berlimpah di rumah. Hari Minggu sore memang mereka khususkan untuk menjamu tamu dengan penuh kasih.

Mendapat Istirahat

“Taktik tidur” adalah serangkaian panduan bagi tentara untuk tidur dengan efektif selama 10 hingga 30 menit. Karena mengalami gejolak adrenalin, kesepian, atau kecemasan, para tentara yang kurang tidur sering mengalami kesulitan untuk beristirahat. Saran yang diberikan panduan itu termasuk menggunakan penyumbat telinga dan membaca sebelum tidur. Di dalamnya juga disediakan permen karet dengan kadar kafein khusus untuk mengurangi rasa pening setelah bangun dari tidur singkat.

Bertekun dalam Doa

Setelah nenek buyut Clara meninggal dunia, keluarganya mewarisi daftar nama orang-orang yang beliau doakan dengan tekun, yang panjangnya mencapai tiga meter. Daftar yang diketik beliau terdiri dari nama-nama keluarga besar, para sahabat, orang-orang yang didoakan oleh teman-temannya, hingga nama para penginjil, pendeta, dan lembaga pelayanan yang terkenal. Pada pinggiran kertas itu, ada tulisan tangan berisi nama-nama anggota keluarga baru dan pokok doa khusus. Saya pun terharu ketika melihat nama ibu saya masuk dalam daftar tersebut, yang ditambahkan saat beliau masih kecil.

Menuai Berkat-Nya

Alan adalah petani buah generasi kelima yang mengelola kebun ceri, persik, dan apel milik keluarganya. Selama bertahun-tahun, keluarganya telah menyempurnakan keahlian bercocok tanam agar dapat menuai panen yang melimpah. Dengan saksama, mereka menanam bibit-bibit pohon, memasang pagar untuk menghalau rusa, dan menggunakan kipas-kipas khusus yang menjaga udara tetap hangat saat embun beku mengancam tanaman. Meski demikian, semua usaha itu tidak menjamin adanya hasil panen yang baik. Faktor-faktor lain seperti kondisi cuaca, penyerbuk, dan penyakit berada di luar kendali mereka.

Mempersembahkan Hidup bagi Allah

“Saya bersyukur kepada Allah atas kebaikan-Nya,” demikian bunyi sebuah plakat, “karena Dia mengizinkan saya mengambil bagian dalam pembangunan jalan raya ini sebagai bingkai bagi lukisan indah ciptaan-Nya.” Konon itulah ucapan Samuel Christopher Lancaster, seorang insinyur jalan raya, pada tahun 1915. Plakat tersebut dipasang pada sebuah tempat orang dapat melihat pemandangan jalan yang dirancangnya, yaitu jalur yang membawa para pengendara menyusuri ngarai Sungai Columbia di antara hutan, air terjun, dan tebing-tebing batu yang menakjubkan.

Kekasih Abadi Allah

Salah satu surat cinta paling dramatis dan misterius sepanjang masa ditulis oleh komponis Ludwig van Beethoven, ditemukan setelah kematiannya pada tahun 1827. Ditulis dengan tergesa-gesa dan penuh gairah, surat itu memuat kalimat seperti, “Kekasih abadiku . . . aku hanya bisa hidup sepenuhnya bersamamu atau tidak sama sekali.” Yang tragis, surat itu tampaknya tak pernah terkirim, dan siapa penerimanya pun tetap menjadi misteri.

Belas Kasihan atas Kegagalan Kita

Dalam suatu kelas sekolah Minggu, kesabaran saya terhadap seorang anak berusia tiga tahun bernama Peter mulai menipis. Ia tampak gelisah, bersikap ketus kepada anak-anak lain, dan tidak mau tenang, bahkan setelah para guru menawarkan mainan yang paling ia inginkan. Rasa iba saya perlahan berubah menjadi kekesalan. Jika ia terus bersikap keras kepala dan menyulitkan, saya pikir lebih baik ia dikembalikan saja kepada orangtuanya dan tidak perlu ada di kelas.

Yesus, Hadiah Terbesar

“Musik apakah paling indah / Selain kidung penuh berkah / Tentang Sang Raja lahir bawa anugerah?” Baris-baris syair abad ke-17 berjudul “What Sweeter Music” karya Robert Herrick ini diinterpretasikan ulang oleh komposer paduan suara masa kini, John Rutter, dan menjadi salah satu favorit di masa Adven. Melodinya yang lembut menggambarkan musim penantian yang panjang dan dingin, yang menghangat oleh pengharapan akan kedatangan Yesus. Para penyanyi membawakan kidung Natal bagi-Nya, sementara para pendengar diundang untuk mempersembahkan hati mereka.

Kota yang Layak Dicari?

Pada tanggal 29 Mei 1925, Percy Fawcett mengirim surat terakhir kepada istrinya sebelum masuk lebih dalam ke hutan-hutan di Brasil yang belum pernah dipetakan. Dalam upayanya bertahun-tahun mencari sebuah kota terhilang yang menurut dongeng penuh dengan kemegahan, Fawcett bertekad menjadi penjelajah pertama yang berhasil membagikan lokasi kota itu kepada dunia luar. Namun, tim ekspedisi yang dipimpinnya tersesat, kota itu tidak pernah ditemukan, dan banyak ekspedisi selanjutnya yang gagal menemukan kota itu maupun membawa mereka kembali.