Tinggal di dalam Yesus
“Kesenangan akan menjadi sempurna hanya bila dikenang.” Kalimat ini, yang diucapkan oleh salah satu tokoh dalam buku Out of the Silent Planet karya C. S. Lewis, menggambarkan sukacita yang dirasakan sewaktu mengenang pengalaman berharga dalam hidup. Saat kita menikmati pemandangan yang menakjubkan di sepanjang pendakian atau berbagi momen penting dengan orang terkasih, apa yang kita rasakan saat itu mungkin baru kesenangan mula-mula. Sering kali, dengan mengenang kembali momen-momen tersebut (dan yang serupa dengan itu), sukacita kita justru berlipat ganda.
Saling Menunjukkan Kemurahan Hati
Ketika Melanie mulai sering sakit kepala, dokter yang memeriksanya menemukan tumor jinak pada kelenjar pituitarinya. Tumor seukuran buah prem itu diangkat lewat operasi pada tahun 2003, dan sekali lagi pada tahun 2006 setelah sempat kambuh. Kemudian, pada tahun 2017, ketika tumor itu muncul untuk ketiga kalinya, Melanie memilih menjalani terapi radiasi yang menyebabkan kerontokan rambutnya. Matt, putranya yang berusia 27 tahun, memutuskan untuk memanjangkan rambutnya sendiri agar dapat membuat wig untuk sang ibu.
Mencari Wajah Allah
Para pengendara mobil yang melewati Highway 18 di kawasan barat Oregon pada musim gugur akan disambut dengan kejutan menyenangkan: sebuah wajah tersenyum raksasa di lereng bukit yang ditutupi pepohonan. Wajah ceria itu hanya terlihat pada musim gugur, ketika cabang-cabang pohon cemara jenis Larch menjadi berwarna kuning, kontras dengan pohon cemara jenis Douglas berwarna hijau gelap di sekelilingnya (yang membentuk mata dan mulut wajah itu). Sebuah perusahaan pengolahan kayu menanam wajah berdiameter 90 meter itu pada tahun 2011 sebagai upaya penghijauan kembali dari hutan yang telah mereka tebang.
Upaya Restorasi
Pada April 2019, kebakaran melanda Notre-Dame de Paris, katedral abad pertengahan yang terkenal, menghancurkan menara serta balok-balok kayu ek yang menyangga atap berbahan timah. Tak lama setelah itu, rencana restorasi langsung disusun. Donasi mengalir dari seluruh dunia, dan para perajin mulai bekerja dengan menerapkan teknik pembangunan, kayu, dan batu yang sama seperti yang digunakan pada struktur aslinya.
Menjadi Terang bagi Kristus
Saat pandemi virus corona, sekolah-sekolah di seluruh dunia memutuskan siswa-siswi harus belajar dari rumah demi alasan kesehatan dan keselamatan. Gedung sekolah dan arena olahraganya menjadi kosong dan tidak terpakai. Menyadari banyaknya orang yang mengalami penderitaan berat, para guru berusaha melakukan sesuatu untuk menunjukkan bahwa mereka merindukan para siswa dan menyemangati murid-murid itu agar tetap giat belajar. Karena itu, banyak sekolah mengadakan tantangan “Jadilah Terang” dengan menyalakan lampu-lampu di arena olahraga mereka yang kosong setiap malam.
Permulaan yang Kecil
Pada tahun 1848, insinyur Charles Ellet Jr. menghadapi kebingungan besar: bagaimana membangun jembatan untuk melintasi jurang Air Terjun Niagara? Bagaimana menyeberangkan kabel melintasi sungai yang deras? Terinspirasi oleh sebuah mimpi, Charles memutuskan untuk mengadakan kontes menerbangkan layang-layang. Seorang remaja asal Amerika Serikat, Hofman Walsh, meraih hadiah lima dolar ketika layang-layangnya berhasil mendarat di sisi sungai yang terletak di wilayah Amerika Serikat. Tali layang-layang Hofman kemudian diikat pada sebatang pohon dan digunakan untuk menarik tali yang lebih ringan ke seberang sungai. Secara bertahap, tali yang lebih berat pun ditarik hingga akhirnya kabel utama dapat diseberangkan. Dari permulaan yang kecil inilah, konstruksi Jembatan Gantung Air Terjun Niagara dimulai.
Hari Ini Sangat Berharga
Pham, seorang kolektor asal Vietnam, telah menyelamatkan 20 buah jam gereja dari berbagai penjuru Eropa—jam-jam tua yang kini banyak digantikan oleh versi elektronik. Salah satu jam tersebut dibuat di Italia pada tahun 1750 dan, secara luar biasa, masih menunjukkan waktu dengan akurat. Pham menikmati proses perbaikan dan pelestarian benda-benda bersejarah itu. Baginya, jam-jam tersebut menjadi pengingat akan betapa berharganya waktu dan pentingnya menikmati setiap momen yang ada.
Karunia dari Allah
Ludwig van Beethoven dikenal sebagai salah satu komposer paling legendaris sepanjang masa. Meski telah wafat hampir dua abad lalu pada tahun 1827, karya Beethoven masih sering dimainkan di seluruh dunia. Namun, studi terbaru terhadap DNA Beethoven mengungkap fakta mengejutkan: secara genetik, kemungkinan ia tidak terlahir dengan keahlian yang kemudian dimilikinya. Ketika gen Beethoven dibandingkan dengan 14.500 individu yang menunjukkan kemampuan…
Kumpulan Besar Orang Banyak
Pada tahun 2010, hampir 4.000 orang percaya berkumpul di Cape Town, Afrika Selatan. Para peserta konferensi dari 198 negara hadir dalam pertemuan yang dianggap paling mewakili gereja Kristen dalam 2.000 tahun terakhir, sejak masa Yesus hidup di dunia.