Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Kirsten Holmberg

Lem yang Baik dari Allah

Para ilmuwan dari Universitas Penn State baru-baru ini menciptakan sejenis lem yang sangat kuat tetapi mudah dilepas. Desain ini terinspirasi dari hewan siput yang lendirnya mengeras dalam kondisi kering dan merenggang lagi ketika basah. Karena sifat lendirnya yang berubah-ubah itu, siput bisa bergerak bebas pada kondisi lembab atau sebaliknya, menempel pada permukaan tempatnya berada ketika pergerakan bisa membahayakan keberadaannya.

Indahnya Kabar Baik

John Nash dianugerahi Hadiah Nobel dalam bidang Ekonomi pada tahun 1994, sebagai pengakuan atas terobosan yang dicapainya dalam ilmu matematika. Sejak saat itu rumus yang ia ciptakan terus digunakan oleh kalangan bisnis di seluruh dunia untuk memahami dinamika kompetisi dan persaingan. Buku dan film yang mendokumentasikan hidup Nash, A Beautiful Mind, menyebutnya sebagai sosok dengan “pikiran yang indah”—bukan karena bentuknya yang memikat, melainkan karena apa yang sanggup dilakukan Nash dengan pikirannya.

Keajaiban Penciptaan

Ketika menjelajahi Root Glacier di Alaska, Tim menemukan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Meski bekerja sebagai peneliti gletser, ia tidak mengenali bola-bola lumut yang memenuhi permukaan gletser. Setelah mempelajari bola-bola berwarna terang itu selama bertahun-tahun, Tim dan rekan-rekannya menemukan fakta bahwa, tidak seperti lumut di pohon, “tikus-tikus gletser” itu tidak menempel pada permukaan dan—yang lebih mengejutkan lagi—bergerak serempak, seperti sekawanan hewan. Awalnya, Tim dan rekan-rekan mengira lumut-lumut itu tertiup angin atau berguling-guling dari atas, tetapi setelah diteliti, mereka menepiskan dugaan tersebut.

Bersembunyi dari Allah

Saya memejamkan mata dan mulai menghitung keras-keras. Teman-teman saya di kelas tiga SD itu bergegas keluar untuk mencari tempat persembunyian. Setelah lama mencari di setiap lemari, peti, dan ruangan, saya belum juga menemukan mereka. Rasanya konyol sekali saat akhirnya ada yang melompat dari balik pot tanaman pakis yang menggantung pada langit-langit. Padahal hanya kepalanya saja yang tertutup pakis, sementara tubuhnya terlihat jelas selama ini!

Boleh Mendekat

Akibat pandemi COVID-19, untuk mengambil sesuatu dari safe deposit box (fasilitas penyimpanan untuk menyimpan barang maupun dokumen berharga) dibutuhkan lebih banyak protokol daripada sebelumnya. Saya harus membuat janji terlebih dahulu, menelepon begitu sampai agar diizinkan masuk ke bank, menunjukkan kartu identitas dan tanda tangan, lalu menunggu untuk diantar ke lemari besi oleh petugas bank yang ditunjuk. Begitu tiba di dalam, pintu yang tebal kembali dikunci sampai saya menemukan yang saya perlukan. Saya tidak akan bisa masuk jika tidak mengikuti peraturan.

Kehadiran Virtual

Ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia, para ahli kesehatan menyarankan agar kita menjaga jarak untuk memperlambat penyebaran. Banyak negara meminta warganya melakukan isolasi mandiri atau mengungsi ke tempat isolasi yang aman. Para karyawan diharuskan bekerja dari rumah sebisa mungkin, sementara yang lain bergumul dengan masalah finansial karena kehilangan pekerjaan. Seperti banyak orang lain, saya beribadah dan melakukan pertemuan kelompok kecil melalui platform digital. Sebagai warga dunia, kita mempraktikkan bentuk-bentuk kebersamaan yang baru, meski tidak bertemu secara fisik.

Berdiam di dalam Allah

Saat tengah berjalan menuju mobil, Zander melepaskan diri dari tangan ibunya dan berlari kencang kembali ke pintu gereja. Ia tidak mau pulang! Ibunya mengejar dan dengan penuh kasih berusaha mendekap anaknya kembali supaya mereka bisa segera pulang. Ketika akhirnya sang ibu berhasil merangkul kembali bocah berusia empat tahun itu, Zander menangis tersedu-sedu dan menoleh ke gereja dengan tatapan sedih sambil mereka berjalan pergi.

Bunyikan Belnya

Setelah tiga puluh kali menjalani terapi radiasi, Darla akhirnya dinyatakan bebas dari kanker. Sebagai bagian dari tradisi rumah sakit, seorang penyintas kanker akan membunyikan “lonceng bebas kanker” yang menandai berakhirnya pengobatan dan merayakan pemulihan kesehatannya. Darla pun tidak ketinggalan. Namun, saking semangat dan antusiasnya, Darla membunyikan lonceng itu sampai-sampai talinya terlepas! Gelak tawa pun membahana.

Iman Remaja

Masa remaja terkadang menjadi masa yang paling menyiksa dalam hidup—bagi orangtua maupun anak. Semasa remaja, saya berusaha “melepaskan diri” dari pengaruh ibu saya dengan terang-terangan menolak nilai-nilai yang diajarkannya dan memberontak terhadap aturan-aturan yang ditetapkannya. Saya melakukannya dengan kecurigaan bahwa semua itu hanya dibuat untuk membuat saya menderita. Sekarang kami sudah berdamai kembali, tetapi waktu itu hubungan kami diwarnai banyak ketegangan. Ibu pasti menyesalkan penolakan saya terhadap nasihat-nasihatnya, karena seandainya saja saya taat, saya bisa terhindar dari banyak penderitaan fisik dan mental yang tidak perlu.