Memberi dari Pemberian Allah
Kemurahan hati Stanley selalu membuat saya kagum. Ia sering membawakan makanan dan hadiah untuk para lansia di gereja, petugas kebersihan di lingkungannya, atau siapa saja yang perlu disemangati.
Bagian Kita, Bagian Allah
Di Singapura, pemerintah mendorong masyarakat untuk mendukung kegiatan amal melalui program penggandaan donasi. Pemerintah akan “menambahkan” jumlah donasi yang diberikan kepada lembaga amal tertentu dengan kontribusi yang sama besar atau lebih. Dengan melipatgandakan kontribusi masyarakat, pemerintah berharap dapat mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam kegiatan amal.
Sukacita dari Yesus
Perawatan kanker yang dijalani Nancy mengakibatkan banyak sariawan dalam mulut dan tenggorokannya, sampai-sampai ia tidak bisa menelan sepotong roti. Ia terpaksa minum susu untuk mengisi perutnya selama berhari-hari. Namun, satu hal tetap memunculkan senyum di wajah perempuan berusia 60 tahun itu, yakni sukacita dari mengenal Tuhan Yesus—dan kebersamaan dengan para cucu lelakinya. Waktu yang ia habiskan bersama mereka setiap minggu menolongnya untuk tidak larut memikirkan keadaannya. “Kalau bukan karena mereka, aku pasti sudah menyerah,” kata Nancy.
Sepenuhnya Mengabdi kepada Allah
Seperti halnya semua warga laki-laki Singapura yang sudah berusia 18 tahun, saya diwajibkan menjalani dinas militer. Sejujurnya, saya merasa berat hati harus menempuh kewajiban selama dua setengah tahun itu. Seperti banyak pemuda lainnya, saya berusaha memenuhi syarat yang paling minimum: menaati perintah yang diberikan secara harfiah, tidak lebih dan tidak kurang.
Integritas Sejati
Dalam suatu wawancara kerja, Carol berulang kali ditanya, “Mengapa Anda keluar dari pekerjaan sebelumnya?” Pewawancara itu menduga ada konflik antara Carol dan mantan atasannya, sehingga ia ingin tahu lebih jauh.
Menantikan Allah
Joseph menelusuri daftar lowongan pekerjaan dengan rasa frustrasi. Pekerjaan terakhirnya sebagai pelayan memang memberinya gaji yang cukup memadai, tetapi rutinitas pekerjaan di akhir pekan—suatu hal biasa dalam industri restoran—menyulitkannya sebagai orang percaya untuk beribadah di gereja. “Mengapa Allah tidak menjawab doaku?” keluhnya. “Bukankah Dia mau aku pergi ke gereja?”
Jawaban dari Pelangi Allah
Saat sedang berlibur di luar negeri, Owen menerima pesan yang kurang mengenakkan dari rekan kerjanya: “Bos sedang berpikir untuk menggantikanmu dengan orang lain.” Dengan hati yang cemas, ia berdoa di suatu subuh, “Di manakah Engkau, Tuhan?” Kemudian, saat membuka tirai jendela, ia melihat pelangi yang indah dan megah terbentang di atas danau. Hatinya langsung diliputi kehangatan. “Aku merasa seperti Allah berkata, ‘Jangan khawatir, Aku di sini,’” kenangnya di kemudian hari.
Harapan dalam Iman
Putra Kristin meninggal dunia karena kanker saat usianya baru tujuh tahun. Tiga tahun kemudian, putranya yang lain didiagnosis dengan penyakit yang tak dapat disembuhkan. Teman-teman Kristin yang belum mengenal Kristus ikut berduka, tetapi mereka tak dapat memahami mengapa ia tetap mempercayai Tuhan. “Bagaimana mungkin Allah yang kamu sembah membiarkan semua ini terjadi? Mengapa kamu masih percaya kepada-Nya?” tanya mereka.
Tenang di dalam Allah
Suatu malam, tetangga saya, Sam, pulang tanpa mobilnya. Dengan tenang ia berkata kepada istrinya, “Mobilnya dicuri. Aku mau tidur saja. Besok akan kuurus.” Istrinya tertegun, tidak tahu mengapa Sam bisa bersikap begitu santai. Sam hanya menjawab, “Tidak ada yang bisa kulakukan, dan panik juga tidak akan mengubah keadaan.”