Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Linda Washington

Duka yang Diubahkan

Jim dan Jamie Dutcher adalah pembuat film yang terkenal memiliki pengetahuan luas tentang serigala. Menurut mereka, jika sedang senang, serigala akan mengibas-ngibaskan ekor sambil bermain-main. Namun, kalau ada salah satu anggotanya mati, kawanan serigala itu akan berduka selama berminggu-minggu. Mereka akan mendatangi tempat serigala itu mati dan memperlihatkan duka mendalam dengan ekor yang terkulai dan lolongan sedih.

Potret Keputusasaan

Pada masa Depresi Besar di Amerika Serikat, fotografer terkenal Dorothea Lange menjepret foto Florence Owens Thompson dan anak-anaknya. Foto terkenal yang diberi judul Migrant Mother itu menjadi potret keputusasaan seorang ibu setelah ladang kacang polongnya mengalami gagal panen. Lange mengambil foto itu di Nipomo, California dalam penugasan dari Dinas Perlindungan Pertanian dengan maksud agar para pejabat kementerian menyadari kebutuhan para buruh tani musiman yang sangat mendesak.

Iman yang Tabah

Ernest Shackleton (1874–1922) pernah gagal saat memimpin ekspedisi untuk melintasi Antartika pada tahun 1914. Ketika kapalnya yang diberi nama “Ketabahan” terperangkap es tebal di Laut Weddell, perjalanan tersebut berubah menjadi lomba untuk bertahan hidup. Tanpa dapat berkomunikasi sama sekali dengan dunia luar, Shackleton dan krunya menggunakan sejumlah sekoci untuk melakukan perjalanan ke pantai terdekat di Pulau Gajah. Sementara sebagian besar kru tetap bertahan di pulau tersebut, Shackleton dan lima awak kapal menempuh perjalanan sejauh 1.287 km selama dua minggu menyeberangi samudra sampai tiba di Georgia Selatan untuk meminta bantuan bagi mereka yang masih tertinggal di pulau. Ekspedisi “gagal” tersebut berubah menjadi catatan kemenangan dalam buku-buku sejarah ketika semua anak buah Schakleton selamat, berkat keberanian dan ketabahan mereka.

Keajaiban Salju Putih

Pada abad ke-17, Sir Isaac Newton menggunakan sebuah prisma untuk mempelajari bagaimana cahaya membantu kita melihat bermacam-macam warna. Ia menemukan bahwa ketika cahaya melewati suatu objek, objek itu terlihat seperti memiliki warna tertentu. Sebutir kristal es terlihat tembus cahaya, dan salju terbentuk dari banyak kristal es yang melebur menjadi satu. Ketika cahaya melewati kristal-kristal yang menyatu itu, salju pun terlihat berwarna putih.

Meneguhkan Lutut yang Goyah

Waktu masih kecil, saya mendengar lagu berjudul “He Looked Beyond My Fault and Saw My Need” (Dia Tidak Lagi Melihat Kesalahanku tetapi Melihat Kebutuhanku) karangan Dottie Rambo pada tahun 1967, dan salah mengartikannya menjadi “He Looked Beyond My Fault and Saw My Knee” (Dia Tidak Lagi Melihat Kesalahanku tetapi Melihat Lututku). Dengan logika kanak-kanak, saya bertanya-tanya untuk apa Tuhan melihat lutut orang. Apakah karena lutut itu goyah? Saya tahu bahwa istilah “lutut yang goyah” berarti “takut.” Saya kemudian memahami bahwa ternyata Dottie menulis lagu tentang kasih Allah yang tak bersyarat itu sebagai respons terhadap pendapat kakak lelakinya, Eddie, yang mengira ia tidak pantas dikasihi karena banyaknya kesalahan yang sudah diperbuatnya. Dottie meyakinkan kakaknya bahwa Allah melihat kelemahannya tetapi masih mengasihinya.

Mustahil Gagal

“Mustahil gagal!” Kalimat ini diucapkan oleh Susan B. Anthony (1820–1906), tokoh pembela hak-hak asasi perempuan di Amerika Serikat. Meski terus-menerus menghadapi kritik, bahkan ditahan, diadili, dan dinyatakan bersalah karena memberikan suara secara ilegal, Anthony bersumpah takkan menyerah berjuang agar kaum wanita mendapatkan hak pilih karena meyakini bahwa perjuangannya itu benar. Meski Anthony wafat sebelum melihat buah dari perjuangannya, pernyataannya terbukti benar. Pada tahun 1920, amandemen kesembilan belas terhadap Konstitusi Amerika Serikat memberi hak kepada wanita untuk memilih.

Dibentuk dengan Saksama

Dalam sebuah video YouTube, Alan Glustoff, seorang petani keju di Goshen, New York, menjelaskan cara memfermentasi keju, suatu proses yang dilakukan untuk memberi rasa dan tekstur pada keju. Sebelum dapat dijual ke pasar, setiap blok keju disimpan dalam sebuah rak di gua bawah tanah selama enam hingga dua belas bulan. Dalam lingkungan yang lembab ini, keju tersebut diawasi dengan saksama. “Kami berusaha sedapat mungkin memberikan bagi keju itu lingkungan yang tepat untuk berkembang. . . [dan] mencapai potensinya yang paling maksimal,” jelas Glustoff.

Terang Dalam Kegelapan

Dalam buku These Are the Generations, Mr. Bae bercerita tentang kesetiaan Allah dan kuasa Injil dalam menembus kegelapan. Kakek, orangtua, dan keluarganya sendiri menderita penganiayaan karena membagikan iman mereka di dalam Kristus ke orang lain. Namun, ada hal menarik yang terjadi ketika Mr. Bae dipenjara karena bersaksi tentang Allah kepada seorang teman: Ia merasakan imannya bertumbuh. Hal yang sama terjadi kepada orangtuanya ketika mereka dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi. Mereka terus membagikan kasih Kristus di sana. Bagi Mr. Bae, janji dalam Yohanes 1:5 itu benar adanya: “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.”

Penjinak Lidah

Dalam buku West with the Night, penulis Beryl Markham menerangkan usahanya menjinakkan Camciscan, seekor kuda jantan yang beringas. Ternyata upaya itu tidak mudah. Apa pun strategi yang diterapkan, Markham tidak pernah benar-benar berhasil menjinakkan kuda jantan itu, bahkan hanya pernah menaklukkannya satu kali.