Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Linda Washington

Luputkan Orang yang Lemah

Mana yang akan Anda pilih—bermain ski dalam liburan di Swiss atau menyelamatkan anak-anak di Praha dari bahaya? Seorang pria biasa bernama Nicholas Winton memilih yang kedua. Pada tahun 1938, perang antara Cekoslowakia dan Jerman terancam pecah. Setelah mengunjungi kamp-kamp pengungsi di Praha, tempat banyak orang Yahudi hidup dalam keadaan yang menyedihkan, ia merasa terpanggil untuk menyelamatkan mereka. Ia pun menggalang dana untuk dapat membawa ratusan anak keluar dari Praha dalam keadaan selamat ke Inggris agar bisa diasuh oleh keluarga-keluarga di Inggris sebelum pecah Perang Dunia II.

Dimurnikan dalam Api

Emas dua puluh empat karat adalah emas yang hampir mencapai kadar 100 persen dengan sedikit kotoran (impurities). Namun, persentase itu sulit untuk dicapai. Untuk memurnikan emas, biasanya digunakan satu dari dua metode yang ada. Proses Miller merupakan proses yang tercepat dan termurah, tetapi hanya menghasilkan emas yang 99,95 persen murni. Proses Wohlwill membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya, tetapi menghasilkan emas yang 99,99 persen murni.

Peran Anggota Kerajaan

Dalam keluarga kerajaan, semakin dekat seseorang dengan takhta, semakin ia dikenal luas. Anggota keluarga lainnya hampir pasti terlupakan. Deretan pewaris takhta Kerajaan Inggris berjumlah hampir enam puluh orang. Salah satunya adalah Lord Frederick Windsor, pewaris takhta yang berada di urutan keempat puluh sembilan. Karena jauh dari sorotan publik, ia pun bisa menjalani hidupnya dengan tenang. Meski bekerja sebagai seorang analis keuangan, ia tidak terhitung sebagai “anggota keluarga kerajaan yang bekerja”, yakni para anggota keluarga yang digaji untuk menjalankan tugas mewakili keluarga kerajaan.

Duka yang Diubahkan

Jim dan Jamie Dutcher adalah pembuat film yang terkenal memiliki pengetahuan luas tentang serigala. Menurut mereka, jika sedang senang, serigala akan mengibas-ngibaskan ekor sambil bermain-main. Namun, kalau ada salah satu anggotanya mati, kawanan serigala itu akan berduka selama berminggu-minggu. Mereka akan mendatangi tempat serigala itu mati dan memperlihatkan duka mendalam dengan ekor yang terkulai dan lolongan sedih.

Potret Keputusasaan

Pada masa Depresi Besar di Amerika Serikat, fotografer terkenal Dorothea Lange menjepret foto Florence Owens Thompson dan anak-anaknya. Foto terkenal yang diberi judul Migrant Mother itu menjadi potret keputusasaan seorang ibu setelah ladang kacang polongnya mengalami gagal panen. Lange mengambil foto itu di Nipomo, California dalam penugasan dari Dinas Perlindungan Pertanian dengan maksud agar para pejabat kementerian menyadari kebutuhan para buruh tani musiman yang sangat mendesak.

Iman yang Tabah

Ernest Shackleton (1874–1922) pernah gagal saat memimpin ekspedisi untuk melintasi Antartika pada tahun 1914. Ketika kapalnya yang diberi nama “Ketabahan” terperangkap es tebal di Laut Weddell, perjalanan tersebut berubah menjadi lomba untuk bertahan hidup. Tanpa dapat berkomunikasi sama sekali dengan dunia luar, Shackleton dan krunya menggunakan sejumlah sekoci untuk melakukan perjalanan ke pantai terdekat di Pulau Gajah. Sementara sebagian besar kru tetap bertahan di pulau tersebut, Shackleton dan lima awak kapal menempuh perjalanan sejauh 1.287 km selama dua minggu menyeberangi samudra sampai tiba di Georgia Selatan untuk meminta bantuan bagi mereka yang masih tertinggal di pulau. Ekspedisi “gagal” tersebut berubah menjadi catatan kemenangan dalam buku-buku sejarah ketika semua anak buah Schakleton selamat, berkat keberanian dan ketabahan mereka.

Keajaiban Salju Putih

Pada abad ke-17, Sir Isaac Newton menggunakan sebuah prisma untuk mempelajari bagaimana cahaya membantu kita melihat bermacam-macam warna. Ia menemukan bahwa ketika cahaya melewati suatu objek, objek itu terlihat seperti memiliki warna tertentu. Sebutir kristal es terlihat tembus cahaya, dan salju terbentuk dari banyak kristal es yang melebur menjadi satu. Ketika cahaya melewati kristal-kristal yang menyatu itu, salju pun terlihat berwarna putih.

Meneguhkan Lutut yang Goyah

Waktu masih kecil, saya mendengar lagu berjudul “He Looked Beyond My Fault and Saw My Need” (Dia Tidak Lagi Melihat Kesalahanku tetapi Melihat Kebutuhanku) karangan Dottie Rambo pada tahun 1967, dan salah mengartikannya menjadi “He Looked Beyond My Fault and Saw My Knee” (Dia Tidak Lagi Melihat Kesalahanku tetapi Melihat Lututku). Dengan logika kanak-kanak, saya bertanya-tanya untuk apa Tuhan melihat lutut orang. Apakah karena lutut itu goyah? Saya tahu bahwa istilah “lutut yang goyah” berarti “takut.” Saya kemudian memahami bahwa ternyata Dottie menulis lagu tentang kasih Allah yang tak bersyarat itu sebagai respons terhadap pendapat kakak lelakinya, Eddie, yang mengira ia tidak pantas dikasihi karena banyaknya kesalahan yang sudah diperbuatnya. Dottie meyakinkan kakaknya bahwa Allah melihat kelemahannya tetapi masih mengasihinya.

Mustahil Gagal

“Mustahil gagal!” Kalimat ini diucapkan oleh Susan B. Anthony (1820–1906), tokoh pembela hak-hak asasi perempuan di Amerika Serikat. Meski terus-menerus menghadapi kritik, bahkan ditahan, diadili, dan dinyatakan bersalah karena memberikan suara secara ilegal, Anthony bersumpah takkan menyerah berjuang agar kaum wanita mendapatkan hak pilih karena meyakini bahwa perjuangannya itu benar. Meski Anthony wafat sebelum melihat buah dari perjuangannya, pernyataannya terbukti benar. Pada tahun 1920, amandemen kesembilan belas terhadap Konstitusi Amerika Serikat memberi hak kepada wanita untuk memilih.