Penulis

Lihat Semua
Mart DeHaan

Mart DeHaan

Cucu dari pendiri RBC Ministries, Dr. M. R. DeHaan, telah melayani lebih dari 45 tahun. Mart bisa didengar melalui program siaran radio Discover the Word dan juga tampil di program video Day of Discovery. Ia dan istrinya, Diane, memiliki dua anak yang telah dewasa.

Artikel oleh Mart DeHaan

Mengapa Saya?

Buku berjudul The Book of Odds berisi kumpulan berbagai kejadian langka yang menimpa satu dari sekian banyak orang. Catatan menyatakan bahwa satu di antara sejuta orang pernah disambar petir. Satu dari 25.000 orang mengalami gangguan kesehatan yang disebut “sindrom patah hati” yang diakibatkan oleh peristiwa guncangan atau kehilangan yang besar. Pengalaman-pengalaman tidak masuk akal yang dicatat dalam buku itu menyimpan pertanyaan yang tidak terjawab: Bagaimana jika kita menjadi salah satu yang mengalaminya?

Alasan Lambat Bertindak

Dalam tayangan serial televisi BBC berjudul The Life of Mammals, pembawa acara David Attenborough memanjat pohon untuk melihat hewan kungkang tiga jari. Berhadap-hadapan langsung dengan mamalia yang paling lambat gerakannya di dunia itu, David menyapanya dengan berseru: “Ciluk-ba!” Setelah tidak mendapat reaksi apa pun dari hewan tersebut, David lantas menjelaskan bahwa gerakan kungkang yang lambat itu bukanlah tanpa alasan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena makanan pokok kungkang adalah daun-daunan yang sulit dicerna dengan kandungan nutrisi yang rendah.

Api Kudus

Setelah bertahun-tahun mengalami kekeringan, kebakaran hutan di California Selatan membuat sebagian warga merasa kejadian tersebut merupakan perbuatan Allah. Kesan menakutkan itu semakin menjadi-jadi ketika sumber berita mulai menyebut kebakaran tersebut dengan istilah “Holy Fire” atau Api (Kebakaran) Kudus. Banyak pihak yang tidak mengenal daerah itu tidak tahu bahwa sebutan tersebut sebenarnya mengacu pada nama daerah terdampak yang bernama Lembah Holy Jim. Namun, siapakah Holy Jim? Menurut legenda setempat, ia adalah seorang peternak lebah dari abad ke-19 yang tidak peduli pada agama dan suka marah-marah, sehingga tetangga-tetangganya justru memberinya julukan ironis tersebut.

Si Anak Sulung

Penulis Henri Nouwen mengingat kembali kunjungannya ke sebuah museum di St. Petersburg, Rusia. Ia pernah menghabiskan waktu berjam-jam di sana merenungi lukisan karya Rembrandt tentang kisah anak yang hilang. Seiring berjalannya waktu, pergeseran dari cahaya matahari yang masuk melalui jendela ke arah lukisan membuat Nouwen seolah-olah melihat lukisan yang berbeda-beda akibat pencahayaan yang berubah-ubah. Setiap pergeseran seolah menyingkapkan hal baru tentang kasih seorang ayah kepada anak lelakinya yang terpuruk.

Kabar Baik untuk Kaki

Iklan itu membuat saya tersenyum: “Kaus kaki paling nyaman sepanjang sejarah kaki.” Kemudian, untuk menegaskan pernyataannya sebagai kabar baik untuk kaki, iklan itu mengatakan bahwa karena kaus kaki adalah jenis pakaian yang paling banyak dibutuhkan di tempat-tempat penampungan tunawisma, maka untuk setiap pasang kaus kaki yang terjual, perusahaan akan mendonasikan sepasang kaus kaki bagi mereka yang membutuhkan.

Nama di Atas Segala Nama

Nama Antonio Stradivari (1644–1737) telah melegenda dalam dunia musik. Biola, selo, dan biola alto yang dibuatnya bernilai sangat tinggi karena kualitas karya dan kejernihan suaranya sehingga banyak di antaranya diberikan nama masing-masing. Contohnya, salah satu biola diberi nama Messiah-Salabue Stradivarius. Setelah pemain biola, Joseph Joachim (1831–1907) memainkannya, ia menulis, “Bunyi biola Strad, si unik “Messie”, yang begitu lembut nan agung itu terus terngiang dalam ingatan saya.”

Melihat Cahaya Terang

Di kota Los Angeles, Brian, seorang tunawisma yang sedang berjuang mengatasi kecanduannya, datang ke suatu lembaga pelayanan tunawisma bernama The Midnight Mission. Itulah awal perjalanan panjang Brian menuju pemulihan.

Bernyanyi dalam Roh

Semasa Kebangunan Rohani di Wales pada awal abad kedua puluh, guru Alkitab dan penulis G. Campbell Morgan menceritakan apa yang ia lihat di sana. Ia meyakini Allah Roh Kudus bergerak di tengah umat-Nya “bagaikan gelombang besar saat lagu-lagu pujian dinyanyikan.” Morgan menulis bahwa ia menyaksikan bagaimana musik dapat menyatukan seluruh jemaat dalam kebaktian-kebaktian yang mendorong jemaat untuk berdoa tanpa diminta, mengakui dosa, dan menyanyi secara spontan. Ketika ada yang terbawa perasaan dan berdoa terlalu lama, atau mengatakan sesuatu yang tidak sejalan dengan yang lain, seseorang akan mulai bernyanyi perlahan. Yang lain pun mengikuti, satu demi satu, hingga akhirnya terbentuk paduan suara yang kekuatannya menenggelamkan suara-suara lain.

Perubahan Hati

Menurut Lembaga Sensus AS, orang Amerika pindah rumah rata-rata 11 sampai 12 kali sepanjang hidup mereka. Dalam setahun terakhir, 28 juta orang berkemas, pindah, dan menempati rumah mereka yang baru.