Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Monica Brands

Hal Buruk dan Hal Indah

Rasa takut dapat membuat kita tak berdaya. Kita tahu segala hal yang bisa membuat kita takut—segala sesuatu yang menyakiti kita di masa lalu, yang sangat mudah melukai kita kembali. Jadi terkadang kita terperangkap—tak bisa mengulang kembali, tetapi terlalu takut untuk melangkah maju. Aku tak bisa melakukannya. Aku tak cukup pintar, tak cukup kuat, tak cukup berani untuk maju, karena aku khawatir akan disakiti seperti itu lagi.

Bagi Sahabat-Sahabat Kita

Dalam novel Wuthering Heights karya Emily Bronte, seorang tokoh pemarah yang sering mengutip ayat Alkitab untuk mengkritik orang lain digambarkan seperti “orang Farisi yang merasa paling benar, yang selalu menyelidiki Alkitab untuk mengumpulkan janji-janji di dalamnya bagi dirinya sendiri, tetapi melontarkan kutuk kepada orang-orang di sekitarnya.”

Pemulihan yang Besar

Saya sangat menyukai hujan lebat. Waktu masih kanak-kanak, manakala hujan lebat datang—dengan guntur yang menggelegar dan air yang turun menghunjam ke bumi—saya dan saudara-saudara saya langsung lari keluar rumah untuk bermain air dan meluncur di bawah guyuran hujan. Setelah beberapa saat lamanya, kami pun masuk kembali ke rumah dalam keadaan basah kuyup.

Menyadari Ketidaksempurnaan

Seorang dosen di kampus memberi saya nasihat yang bijak setelah melihat sifat perfeksionis membuat saya sering menunda-nunda. “Jangan biarkan kesempurnaan mematikan apa yang baik,” katanya. Ia menjelaskan bahwa usaha menampilkan sesuatu yang sempurna bisa menghalangi risiko-risiko yang sebenarnya diperlukan seseorang untuk bertumbuh. Dengan menerima kenyataan bahwa pekerjaan saya tidak akan pernah sempurna, saya justru memperoleh kebebasan untuk terus bertumbuh.

Berkat di Tengah Kekacauan

Kadang saya berpikir, ketika saya membuat kacau, saya sendiri yang harus membereskannya. Walaupun saya percaya bahwa Allah penuh kasih sayang, saya cenderung bersikap seolah-olah Dia hanya mau menolong pada saat keadaan saya baik-baik saja.

Bebas Mengikut

Pelatih lari lintas alam di SMA saya dahulu pernah menasihati saya sebelum lomba, “Jangan berusaha untuk memimpin. Mereka yang berada di depan biasanya akan cepat kelelahan.” Ia menyarankan agar saya berlari dekat dengan para pelari yang tercepat. Dengan membiarkan mereka mengatur kecepatan, saya dapat menjaga kekuatan mental dan fisik yang saya butuhkan untuk menyelesaikan perlombaan dengan baik.

Kebaikan Orang yang Tak Dikenal

Ketika baru lulus kuliah, keadaan mengharuskan saya untuk membatasi uang belanja saya tidak lebih dari 25 dolar seminggu. Suatu hari, saat sedang antre membayar, saya merasa bahwa total harga dari barang-barang yang saya ingin beli lebih besar daripada sisa uang yang saya kantongi. Oleh karena itu, saya berkata kepada kasir, “Tolong berhenti kalau total harganya sudah 20 dolar.” Ternyata saya dapat membeli semua barang yang saya pilih, kecuali sebungkus merica.

Arti Hidup Ini

Akhir-akhir ini, saat membaca buku-buku yang berisi nasihat pengelolaan uang, saya memperhatikan ada tren yang menarik. Hampir semua buku itu memberikan nasihat yang baik, tetapi banyak di antaranya menyiratkan bahwa alasan utama dari hidup hemat adalah keinginan untuk hidup bak miliuner di masa depan. Namun, satu buku memberikan perspektif yang berbeda. Buku itu menganjurkan bahwa hidup apa adanya sangatlah penting untuk memiliki hidup yang berkelimpahan. Jika Anda merasa membutuhkan sesuatu yang lebih mewah atau harta yang lebih banyak untuk dapat merasakan sukacita, buku itu menyatakan, “Anda telah kehilangan arti hidup ini.”

Mempengaruhi Hidup

Adakalanya hidup kita dapat berubah dalam sekejap oleh kuatnya pengaruh yang diberikan orang lain. Bruce Springsteen, legenda musik rock ’n’ roll, meyakini bahwa karya para musisilah yang telah menolongnya melewati masa kanak-kanak yang keras dan menang atas depresi. Ia berkata, “Anda dapat mengubah hidup seseorang dalam tiga menit dengan lagu yang tepat,” dan ia mengalami sendiri kebenaran ucapan itu.