Siapa yang Anda Butuhkan?
Seorang atlet terkenal duduk dengan percaya diri di kursi pesawatnya, bersiap untuk terbang ke pertandingan yang ia yakin akan dimenangkannya. Seorang pramugari lewat dan berkata, “Tuan, tolong kencangkan sabuk pengaman Anda.” Pria itu tersenyum. “Superman tidak butuh sabuk pengaman.” Dengan lugas, sang pramugari menjawab, “Superman juga tidak butuh pesawat. Jadi, silakan kencangkan sabuk pengamannya.” Sang atlet pun melakukannya.
Satu Hal yang Pasti
Pohon-pohon yang tumbuh di wilayah beriklim dingin menyiapkan diri menghadapi musim dingin melalui proses aklimatisasi yang disebut “pengerasan” (hardening). Air dialirkan keluar dari sel-sel tanaman agar tidak membeku, mengembang, lalu merusak pohon. Air yang tersisa di antara sel-sel tersebut terlalu murni untuk dapat ditempeli kristal es. Suhunya kini mungkin turun hingga 40 derajat di bawah nol, tetapi pohonnya tidak retak. Di tengah hari-hari yang pendek dalam musim dingin, pohon-pohon itu mengeras pada waktu yang sama setiap tahunnya karena mengikuti pola yang tetap. Tanaman itu tidak bergantung pada cuaca yang bisa saja tidak menentu, melainkan pada matahari, satu-satunya hal yang pasti.
Kenakan Perlengkapan Senjata Allah
Nafi dan Kamran pernah terlibat dalam perebutan kekuasaan di negaranya. Setelah bertempur bertahun-tahun, dan pihak mereka akhirnya menang, keduanya diberi pekerjaan sebagai karyawan kantor di ibu kota. Namun, mereka tidak menikmatinya. Sangat sedikit pekerjaan yang bisa dilakukan, sehingga mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Nafi berkata bahwa banyak rekannya, “termasuk saya, sudah kecanduan internet, terutama Twitter.” Kamran menambahkan, “Ujian dan tantangan sesungguhnya bukanlah perang, tetapi justru saat ini. Apa yang dulu sederhana sekarang menjadi jauh lebih rumit.” Tentang beragam godaan yang dijumpainya di dunia maya, ia berkata, “Banyak . . . yang terjerumus ke dalam perangkap yang tampaknya manis, tetapi sebenarnya pahit.”
Agen Raja yang Maha Tinggi
Anna dan suaminya tinggal di Argentina bersama dua anak mereka. Mereka hidup tertutup dan hanya berbicara dalam bahasa Spanyol dengan fasih. Namun, mereka bukan warga negara Argentina. Mereka bekerja sebagai agen tidur, yakni mata-mata yang berasal dari negara lain. Mereka sangat mahir membaur dengan budaya sehari-hari dari tempat mereka tinggal, bahkan hingga cara memegang garpu. Meski demikian, sebuah perubahan dalam catatan sipil mereka menimbulkan kecurigaan, lalu akhirnya pasangan itu ketahuan dan ditangkap. Saat keluarga itu diterbangkan kembali ke negara asalnya, Anna memandang putrinya yang baru berusia 11 tahun. Bagaimana ia akan menjelaskan bahwa mereka bukanlah seperti yang selama ini dipikirkan putrinya?
Berontak dan Kembali
The Wild One (Orang yang Liar) adalah film tahun 1953 yang dibintangi Marlon Brando. Brando berperan sebagai Johnny Strabler, seorang pemimpin geng motor yang pemurung dan bermasalah. Dalam salah satu adegan, seorang wanita muda memperhatikan jaket anggota geng yang mencantumkan singkatan B.R.M.C. Ketika mengetahui bahwa huruf “R” tersebut berarti “rebels” (pemberontak), ia tertawa dan menyentuh lengan Brando yang sedang bermain drum. “Hai, Johnny. Kamu berontak terhadap apa?” Johnny menjawab, “Apa saja yang ada di depanku.”
Menyalahgunakan Nama Allah
Selembar foto lama, yang merekam adegan di luar markas besar Nazi di sebuah kota pada masa Perang Dunia II, mengandung peringatan yang penting bagi kita semua. Di dalamnya tampak seorang wanita berbusana rapi sedang menyeberang jalan, seorang pria berjas berjalan di trotoar, dan seorang lainnya membaca papan pengumuman di sudut gedung. Mereka semua tampaknya tidak menyadari spanduk besar yang tergantung di atas pintu masuk markas besar itu, dengan tulisan: “Dengan menolak orang Yahudi, saya berjuang di jalan Tuhan.”
Tidak Pilih Kasih
Pada tahun 1872, Presiden Amerika Serikat, Ulysses S. Grant, diberhentikan karena mengendarai kereta kudanya secara gegabah di Washington DC. Menurut sebuah artikel, petugas yang menghentikannya, William West, menegur Grant dengan berkata, “Tuan, cara mengendara Anda yang ugal-ugalan bisa membahayakan nyawa orang-orang yang menyeberangi jalan.” Grant meminta maaf. Namun, pada malam berikutnya, ia kembali berkendara dengan cara yang sama. West kembali menghentikan kereta kuda itu dan berkata, “Mohon maaf, Bapak Presiden. Saya harus melakukan ini. Anda memang kepala negara, dan saya hanya seorang petugas polisi, tetapi saya harus menjalankan tugas.” West pun menahan sang presiden.
Nilai Diri Kita di dalam Kristus
Mario adalah seorang pecandu kokain dan alkohol berusia 28 tahun yang dipenjara karena melakukan perampokan. Pada saat dijatuhi hukuman, ia disebut hakim sebagai “sampah masyarakat.” Walau sedih, Mario tidak menyangkalinya. Pada pertengahan masa tahanannya, ia melihat sebuah iklan tentang kompetisi jurnalisme. Hal itu menarik perhatian Mario, maka ia mendaftarkan diri untuk berkuliah di sebuah universitas lokal. Ia langsung jatuh cinta dengan dunia jurnalisme. Karena senang bekerja dalam bidang penulisan berita, setelah dibebaskan dari penjara, Mario menuntaskan pendidikan tingkat magisternya dalam bidang jurnalistik dan kini bekerja sebagai penulis untuk harian The New York Times. Ia bukan lagi seorang sampah masyarakat!
Menyelamatkan Hidup
Adolfo Kaminsky tahu cara menghilangkan tinta yang tidak terhapus dari permukaan kertas. Sebagai anggota dari gerakan perlawanan terhadap Nazi di Prancis, ia berusaha mengubah kartu-kartu identitas warga dan berhasil menyelamatkan ratusan orang dari ancaman kamp konsentrasi. Suatu kali, ia mendapat waktu tiga hari untuk memalsukan 900 akta kelahiran dan surat baptis serta kartu jatah makan bagi 300 anak-anak keturunan Yahudi. Ia bekerja tanpa tidur selama dua hari berturut-turut, dengan mengingatkan dirinya, “Aku dapat membuat 30 dokumen kosong dalam satu jam. Jika aku tertidur satu jam saja, 30 orang akan mati.”