Datang kepada Allah dalam Doa
Suatu hari Adrián Simancas sedang bermain perahu kayak bersama ayahnya di Selat Magellan, Chili. Tiba-tiba saja, pria berusia 24 tahun itu dilahap oleh seekor paus bungkuk. “Aku pikir aku sudah mati,” kata Adrián kepada media. Setelah beberapa detik, paus itu memuntahkannya kembali ke perairan yang sangat dingin. Rompi pelampung yang dikenakan Adrián membuatnya mengapung di permukaan air, dan sang ayah segera membawanya ke tempat yang aman.
Menantikan Allah
Semasa kecil, saya selalu bersemangat setiap kali melihat rambu-rambu tertentu muncul di tepi jalan. Saya mengira papan rambu warna-warni itu menandakan bahwa kami sudah tiba di taman hiburan yang kami tuju. Saya yang tadinya mulai mengemasi barang-barang dengan gembira, akhirnya kecewa ketika menyadari masih ada banyak rambu berikutnya dan perjalanan kami masih berlanjut. Akhirnya saya mengerti bahwa rambu-rambu itu hanya menyatakan kepada pengunjung bahwa lokasi yang dituju sudah dekat, tetapi masih beberapa kilometer di depan.
Memperdalam Pengenalan akan Allah
Segera setelah saya melompat ke dalam air, kacamata renang saya dipenuhi air, membuat saya hampir tidak bisa melihat. Walaupun tidak pernah mengikuti les renang, saya berjuang pelan-pelan menyelesaikan dua putaran lomba yang saya ikuti secara spontan. Namun, bertahun-tahun kemudian, setelah mengikuti les dan mempelajari teknik pernapasan serta gaya renang yang benar, saya dapat menikmati keempat gaya renang yang dilombakan.
Terhilang, tetapi Kini Ditemukan
Bertahun-tahun lalu, saat saya berkunjung ke kawasan Amazon di Ekuador bersama ayah saya, kami menaiki perahu menuju sebuah desa kecil untuk menikmati pemandangan dan mengenali kehidupan penduduk di sana. Ayah saya membelikan saya sejumlah perhiasan hasil kerajinan tangan, termasuk sepasang anting. Anting-anting itu hanya saya kenakan pada acara-acara khusus, seperti ketika saya mengunjungi saudara perempuan saya untuk merayakan ulang tahun saya. Namun, sepulang dari sana, saya panik ketika menyadari salah satu anting itu hilang. Saya sampai mencarinya ke mana-mana.
Aman dalam Tangan Allah
Saat wahana di taman hiburan yang saya tumpangi bergerak makin tinggi, saya berusaha menutup mata dan mengabaikan suara berderit yang terdengar. Namun, saat wahana itu berhenti sejenak, saya melakukan kesalahan dengan membuka mata, dan rasa takut langsung menyergap ketika melihat kendaraan yang kami tumpangi akan segera meluncur ke bawah. Saya kembali menutup mata dan berteriak-teriak di sepanjang perjalanan yang menurun. Kenangan masa kecil itu masih membekas dan membuat saya merinding sampai sekarang.
Satu dalam Yesus
Mimpi saya untuk menyaksikan kompetisi olahraga dan bertemu dengan para atlet menjadi nyata ketika saya menghadiri Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin sebagai jurnalis. Saya terpesona mendengar orang dari seluruh dunia berbicara dalam bahasa mereka masing-masing dan melihat berbagai bangsa bergembira bersama.
Pergi dan Ceritakan tentang Yesus
Saat bus kami menanjak di jalan sempit yang membelah Pegunungan Andes, suasana di dalam kendaraan penuh tawa dan nyanyian dari rekan-rekan saya. Sementara saya yang menatap keluar jendela begitu terkejut melihat tidak adanya pagar pembatas antara bus dan jurang di sisi jalan. Rasa cemas mulai muncul seiring perjalanan yang makin mendaki, sehingga saya mempertanyakan dalam hati mengapa tim misi kami perlu jauh-jauh datang ke wilayah terpencil di Ekuador ini. Saat itulah saya tersadar: Allah begitu mengasihi orang-orang di sana, hingga Dia rela mengutus Putra-Nya sendiri untuk mati bagi mereka. Keyakinan itu memberi saya keberanian untuk menempuh perjalanan yang menegangkan ini demi menyampaikan kasih Allah tersebut kepada mereka.
Pemulihan Ilahi
Hati saya hancur. Pikiran saya kacau. Seorang teman yang membantu menyetel laptop baru saya tanpa sengaja menghapus semua foto dan video yang telah saya pindahkan ke sana. Kenangan berharga bersama keluarga dan teman-teman selama bertahun-tahun lenyap dalam sekejap. Saya panik. Momen-momen dari liburan, perjalanan, dan acara spesial itu tak mungkin bisa saya ulang kembali. Sebelum saya tenggelam dalam emosi, teman saya berkata ia akan mencoba mengembalikannya. Syukurlah, setelah melewati beberapa jam yang meresahkan, saya sangat lega dan gembira melihat semua foto dan video itu muncul kembali.
Berdiri Teguh di dalam Kristus
Baru-baru ini, ibu saya menceritakan dengan penuh semangat suatu konfrontasi mengejutkan yang ia saksikan melalui siaran langsung kamera web di sebuah sumber air di Afrika. Seekor Gemsbok—antelop berukuran besar dengan tanduk panjang hingga lebih dari 60 cm—terlihat seperti makhluk yang tangguh dan tidak mudah takut. Namun, sifat asli Gemsbok baru terlihat saat berhadapan dengan sekelompok burung unta yang berani dan liar.