Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Patricia Raybon

Musim Kasih

Bunga tidak harus mekar untuk terlihat indah, kata desainer tata ruang luar ternama Piet Oudolf. Bahkan di tengah musim dingin, desain karya ahli taman asal Belanda yang meraih penghargaan itu tetap memukau dengan keindahannya. “Keindahan dapat ditemukan dalam banyak hal yang tidak terpikirkan oleh kita,” ujar Oudolf, meski ada yang mungkin tidak sependapat. “Saat saya mengatakan bahwa saya menyukai tanaman yang terlihat mati [dorman],” katanya, “saya dianggap aneh, karena pada umumnya orang tidak menyukai tanaman mati.”

Akar yang Dalam

Douglas Kent, seorang arsitek lanskap, menelusuri lingkungan Los Angeles yang hangus setelah dilanda kebakaran dahsyat tahun 2025. Ia menemukan sesuatu yang mengejutkan: ada pohon-pohon yang tetap hidup dan menghijau, tepat di samping mobil-mobil yang meleleh dan bangunan yang terbakar. Banyak di antaranya bahkan berdaun lebat, berbuah banyak, serta memiliki batang dan cabang yang kuat. Bagaimana bisa?

Pertahanan yang Kokoh

Tim basket cucu kami yang duduk di kelas tujuh berusaha keras mencetak angka di lapangan. Mereka begitu bersemangat menyerang. Namun, setiap kali berhasil mencetak angka, pelatih segera mendesak mereka kembali ke area pertahanan untuk menjaga lawan—sesuatu yang sering kali enggan mereka lakukan. Semua ingin mencetak angka, tetapi tampaknya tidak ada yang mau bekerja keras untuk bertahan.

Melangkah Seirama

Lillian Colón, yang tumbuh besar di panti asuhan, berhasil mengalahkan 400 penari lainnya untuk meraih posisi yang sangat didambakan dalam kelompok tari ternama di dunia. Hingga usia 40-an, Lillian berpentas bersama kelompok itu dalam sinkronisasi koreografi yang kompak. Kini, sebagai pelatih tari di usianya yang ke-70, ia berusaha menanamkan pelajaran terbesar kepada para siswanya: Bekerja sama agar tetap seirama. “Di atas maupun di bawah panggung, hidup kita saling terkait erat,” katanya, “dan kita semua akan berhasil jika kita mendukung dan memperhatikan satu sama lain.”

Kuasa Kebangkitan

Tagihan listrik rumah Loretta mencapai 100 dolar, jauh lebih tinggi dari biasanya. “Tuhan pasti akan menyediakan uangnya,” ucap Loretta kepada putranya. Lalu, pada hari itu juga, ia menerima pesan singkat dari adiknya: “Kak, kamu selalu mendukungku dan aku ingin berterima kasih. Coba lihat, aku mengirimkan sesuatu kepadamu lewat pos.” Sore itu, Loretta menerima kartu hadiah, persis senilai 100 dolar. Sebagian orang mungkin menyebutnya kebetulan, tetapi bagi Loretta, itu sebuah mukjizat. Ia selalu berharap kepada Allah yang hidup untuk menyediakan kebutuhannya.

Terus Maju dengan Iman

Untuk dapat berprofesi sebagai pengacara di California, AS, Maxcy Filer harus lulus ujian tingkat negara bagian yang berlangsung tiga hari berturut-turut. Bukan hanya sekali atau dua kali, Filer harus mengikuti ujian tersebut sebanyak 48 kali sebelum akhirnya berhasil. Ia mempunyai tujuan yang jelas: menjadi pembela hukum bagi kaum kurang mampu dan terpinggirkan di kota Compton yang ia cintai. Selama 25 tahun perjuangan itu—dari ujian pertama sampai lulus—Filer dan istrinya membesarkan tujuh anak, yang semuanya berhasil duduk di perguruan tinggi. Ketika akhirnya Filer disumpah sebagai pengacara, sang hakim berkata, “Tiga kata yang mewakili Maxcy Filer: ketekunan, ketekunan, ketekunan.”

Kekuatan yang Lahir dari Kesulitan

Jess sudah berusia lanjut saat pertama kalinya mendengar dongeng anak-anak tentang seorang bocah laki-laki dan seekor kupu-kupu. Ia segera memahami pelajaran dari kisah tersebut tentang kekuatan yang lahir dari kesulitan. Dalam cerita itu, si bocah laki-laki menerima kepompong kupu-kupu dan diberi tahu agar tidak membukanya. Namun, saat kepompong itu mulai bergerak dan bergetar di tangannya, ia tak bisa menahan diri. Anak itu mengambil gunting lalu merobek kepompong itu agar kupu-kupu di dalamnya dapat keluar.

Dididik dalam Kasih

Woody Cooper pernah berdiri di antara kerumunan yang mengolok-olok Dorothy Counts, seorang gadis berkulit hitam yang mendaftar ke sekolah menengah bagi siswa kulit putih di Carolina Utara. Ketika para siswa mengejek dan melemparkan sampah ke arah Dorothy, Woody tidak menegur mereka. Bahkan saat seorang siswi berteriak, “Ayo, teman-teman, ludahi dia!” Woody tetap tidak berkata apa-apa. Di kemudian hari, ia merenung, Kenapa aku tidak angkat suara sedikit pun? Padahal ia hanya siswi biasa yang ingin bersekolah. Empat puluh sembilan tahun setelah peristiwa tersebut, setelah didera rasa bersalah dan melihat dirinya dalam foto yang merekam kejadian itu, Woody memutuskan untuk menghubungi Dorothy dan meminta maaf.

Berpegang Teguh kepada Allah

Dalam kejuaraan gulat tingkat distrik di sekolah kami, anak-anak berusia delapan tahun bertanding di atas matras dengan menerapkan teknik pegangan yang cerdik untuk menjatuhkan lawan demi meraih kemenangan. Gulat adalah olahraga kuno yang menuntut strategi cermat dalam memadukan gerakan menjatuhkan, melepaskan diri, mengunci, dan berbagai teknik lain yang menghasilkan poin untuk mencapai kemenangan. Seorang gadis kecil dari kelas tiga, yang menjadi kesayangan penonton, memiliki gerakan yang sangat cepat sehingga ia dengan lincah dapat mengecoh dan menaklukkan lawan-lawannya.