Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Sheridan Voysey

Semuanya Sudah Diampuni

Dalam salah satu cerita pendeknya, Ernest Hemingway mengisahkan tentang seorang ayah asal Spanyol yang rindu untuk dapat bersatu kembali dengan sang putra yang telah menjauh darinya. Ia memasang iklan di surat kabar lokal dengan tulisan: Paco, temui Ayah di Hotel Montana pada hari Selasa siang. Semuanya sudah diampuni. Ketika ayah tersebut tiba, ia menemukan kerumunan orang sedang menunggu. Delapan ratus Paco telah menanggapi iklan tersebut, dan mereka semua mendambakan pengampunan dari ayah mereka.

Keindahan Lahir dari Kelemahan

Selama 50 tahun terakhir masa hidupnya, seorang seniman bernama Degas menderita penyakit pada retinanya. Ia pun beralih dari menggunakan pewarna cat ke pastel karena garis berkapur yang dihasilkannya lebih mudah dilihat. Renoir harus meletakkan kuas di antara jari-jarinya ketika radang sendi membuat jari-jari itu mengepal seperti cakar. Kemudian, ketika operasi membuat Matisse tidak lagi bisa berpindah-pindah tempat, ia beralih kepada seni kolase dengan mengarahkan asistennya untuk menempelkan potongan-potongan kertas berwarna pada lembaran kertas yang lebih besar di dinding. Yang kemudian dihasilkan dari setiap pengalaman sulit tersebut adalah karya-karya kreatif yang mendobrak zaman: Blue Dancers karya Degas, Girls at the Piano karya Renoir, The Sorrows of the King karya Matisse, serta mahakarya lainnya. Ketika para seniman itu beradaptasi dengan kesulitan yang dialami, keindahan pun lahir dari kelemahan fisik mereka.

Allah Fondasi Kita yang Teguh

Rumah kami perlu direnovasi, karena dinding dapur mulai rontok dan lantainya sudah melengkung. Setelah sebagian besar dapur dirobohkan, para tukang bangunan mulai menggali tanah untuk membuat fondasi yang baru. Saat itulah sesuatu yang tidak lazim terjadi.

Perbuatan Kasih

Dalam novel About Grace, seorang tokoh bernama David Winkler berharap dapat menemukan sang putri yang terasing darinya, dan hanya Herman Sheeler yang bisa menolongnya. Namun, itu tidak mudah. Putri David sebenarnya adalah buah perselingkuhan antara David dan istri Herman, dan Herman telah memperingatkan David agar tidak menghubungi mereka lagi.

Ambisi dalam Persahabatan

Gregorius dari Nazianzus dan Basilius dari Kaisarea adalah dua pemimpin ternama di gereja abad ke-4 yang juga berteman dekat. Mereka bertemu pertama kalinya saat masih menjadi mahasiswa bidang filsafat, dan Gregorius berkata bahwa mereka seperti menjadi “dua tubuh dengan satu jiwa.”

Bermitra dengan Allah

Saat kawan saya dan suaminya berjuang untuk memperoleh keturunan, para dokter menyarankan agar ia menjalani prosedur medis tertentu. Kawan saya ragu untuk mengikuti saran tersebut. “Bukankah doa saja cukup untuk menjawab masalah kami?” katanya. “Apakah saya benar-benar perlu melakukan prosedur itu?” Sebenarnya kawan saya sedang belajar untuk memahami peranan tindakan manusia dalam menggenapi karya Allah.

Kecepatan Sukacita

Berjalanlah dalam kecepatan sukacita. Suatu pagi, ungkapan ini terlintas dalam benak saya sewaktu sedang mendoakan tahun yang akan datang, dan ungkapan tersebut rasanya tepat. Saya mempunyai kecenderungan untuk bekerja terlalu keras, dan ini sering menguras sukacita saya. Jadi, berpegang pada ungkapan tersebut, saya berkomitmen untuk bekerja dengan kecepatan yang menyenangkan di tahun yang baru, dengan menyediakan waktu bagi teman-teman dan melakukan kegiatan-kegiatan yang membawa sukacita.

Kembalinya Sang Raja

Dengan miliaran pemirsa dari seluruh dunia, pemakaman Ratu Elizabeth II mungkin menjadi siaran yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah. Satu juta orang berbaris memadati jalan-jalan kota London pada hari itu, dan 250.000 orang mengantre berjam-jam untuk melihat peti mati Sang Ratu. Momen bersejarah itu dihadiri 500 orang pembesar seperti para raja, ratu, presiden, dan kepala negara dari seluruh dunia yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada seorang wanita luar biasa yang dikenal karena kekuatan dan karakternya.

Tempat Kerja dengan Nilai Kerajaan

Pabrik-pabrik di Inggris pada zaman Victoria adalah tempat yang suram. Tingkat kecelakaan kerja sangat tinggi, dan banyak buruh hidup miskin. “Bagaimana orang-orang dapat memiliki harapan, jika rumah mereka begitu kumuh?” tanya George Cadbury. Maka, ia pun membangun sebuah pabrik baru untuk usaha cokelatnya yang sedang berkembang, yang pada gilirannya juga menguntungkan orang-orang yang bekerja di perusahaannya.