Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Sheridan Voysey

Kemuliaan dan Keagungan Allah

Langit-langit dari Gedung Perjamuan London sungguh menakjubkan. Lukisan pada langit-langit itu adalah karya Sir Peter Paul Rubens, yang dibuat dari tahun 1629 sampai 1634 atas perintah Raja Charles I untuk mengagungkan masa pemerintahan dinastinya. Dalam salah satu lukisan, dewi Minerva digambarkan merayakan pencapaian ayah Charles, Raja James I. Lukisan lain menampilkan Raja James yang sedang dibawa ke surga di atas sayap elang. Para tamu perjamuan yang menatap langit-langit itu akan menangkap pesan yang jelas: Raja-raja seperti Charles dan ayahnya begitu didewakan.

Meneladan Pengampunan Allah

Saya pernah bekerja bersama Madge, seorang juru masak yang hebat. “Ayo cicipi sup kacang polong dan ham buatanku!” katanya suatu hari. Saya berkata bahwa saya tidak suka kacang polong, tetapi Madge hanya tersenyum dan berkata, “Kamu akan suka setelah mencicipi sup buatanku.” Keesokan harinya, ia memberi saya tempat makan berisi sup yang dimasaknya khusus untuk saya.

Doa Terselubung

Setelah mengalami kekejaman di kamp konsentrasi Auschwitz, Elie Wiesel kehilangan imannya. “Di mana Engkau, Allah yang penuh kemurahan?” tanyanya, saat mengingat kekejian yang ia dan orang lain alami. “Dari kecil, aku tak berharap banyak dari sesama manusia. Namun, aku berharap banyak dari-Mu.”

Digerakkan oleh Kasih

Setelah percaya kepada Yesus baru-baru ini, Emily Kenward melihat lingkungan di sekitarnya dengan sudut pandang yang berbeda. Suatu ketika, saat menyusuri Lavender Street di Brighton, Inggris, ia memperhatikan banyak rumah yang menutup tirainya pada siang hari, dan bagaimana orang-orang lanjut usia jarang terlihat, meski jumlah mereka cukup banyak. Timbullah sebuah ide dalam benak Emily.

Identitas yang Diberikan Kristus

Bertahun-tahun lalu, seniman Michael Landy menghitung seluruh barang miliknya dan tiba pada angka 7.227. Yang ia lakukan setelah itu sungguh mengejutkan. Landy mendirikan sebuah pabrik di pusat perbelanjaan tersibuk di London dan menghancurkan semua miliknya di muka umum. Pakaian, karya seni, surat cinta, bahkan mobilnya dilucuti dan dibongkar, lalu ditaruh di atas ban berjalan yang membawa benda-benda itu masuk ke dalam mesin penghancur. Sementara orang-orang lalu-lalang dan sibuk berbelanja di sekitarnya, karya seni Landy seolah bertanya: “Siapakah kita tanpa kepemilikan kita?”

Kerinduan yang Terpenuhi

Blaise Pascal pernah berkata bahwa dalam diri manusia ada “kehampaan yang tak terbatas” yang hanya dapat diisi oleh Allah yang tak terbatas. Doa Agustinus menggemakan hal yang sama: “Engkau telah menciptakan kami bagi diri-Mu, ya Tuhan, dan hati kami tidak akan pernah tenang sebelum menemukan peristirahatannya di dalam Engkau.” Dalam Alkitab, Daud sendiri menyatakan bagaimana seluruh diri kita “rindu” kepada Allah, bagaikan orang yang haus akan air di tengah padang gurun (Mzm. 63:2).

Mata yang Dibuka oleh Allah

Suatu sore di sebuah kafe, saya memperhatikan seorang balita yang duduk bersama orangtuanya di meja sebelah. Sementara orangtuanya asyik berbincang dengan teman-teman mereka, seekor merpati terbang masuk dan mulai mematuk remah-remah di lantai. Kagum melihat peristiwa ini, gadis kecil tersebut menjerit kegirangan dalam usaha untuk menarik perhatian orang-orang dewasa di sekitarnya. Namun, mereka semua tidak melihat apa yang dilihatnya. Mereka hanya tersenyum sebentar kepadanya, lalu kembali melanjutkan percakapan.

Harta Kesayangan

Ayah saya pertama kali bertatapan dengan ibu saya dalam sebuah pesta di London. Setelah itu, ia menyelinap masuk ke pesta berikutnya, lalu mengadakan pesta yang lain, semuanya demi bertemu dengan ibu saya lagi. Akhirnya, ia berhasil mengajak Ibu pergi berjalan-jalan ke pedesaan, lalu menjemputnya dengan mobil Rover tua, harta milik yang paling disayanginya.

Kisah yang Memperingatkan

Dalam film klasik Citizen Kane, Charles Foster Kane mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan dengan membangun kerajaan surat kabar. Dalam kisah yang mengingatkan kita pada Pengkhotbah 2:4-11, Kane tidak membatasi dirinya dari kesenangan, dengan membangun sebuah kastil berisi taman-taman megah yang dipenuhi benda-benda seni.