Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Sheridan Voysey

Rela Meminta Bantuan

Ketika pesta yang akan kami adakan semakin dekat waktunya, saya dan istri mulai menyusun rencana. Mengingat banyak orang yang akan hadir, perlukah kami memesan katering? Jika kami memasak sendiri, perlukah kami membeli alat pemanggang? Mengingat ada kemungkinan hujan turun hari itu, haruskah kami membeli tenda? Tak lama kemudian urusan pesta tersebut jadi meluas, bahkan cukup merepotkan. Karena berusaha menyediakan semuanya sendiri, kami pun kehilangan kesempatan untuk menerima bantuan dari orang lain.

Kepedulian yang Bijaksana

Sungguh pemandangan yang menyayat hati. Lima puluh lima ekor paus pilot terdampar di sebuah pantai di Skotlandia. Para relawan mencoba menyelamatkan mereka, tetapi paus-paus tersebut tidak tertolong. Tidak ada yang tahu mengapa mereka terdampar bersama, tetapi bisa jadi karena ikatan sosial yang kuat di antara paus-paus itu. Ketika salah seekor dari mereka mengalami masalah, yang lain akan datang membantu—sebuah naluri…

Mendahulukan Penyembahan

Saya tidak pernah berencana mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang mendorong terjalinnya persahabatan antarorang dewasa. Saat saya terpanggil untuk melakukannya, saya mempunyai banyak pertanyaan. Bagaimana kegiatan amal ini akan didanai, dan siapa yang akan membantu saya mendirikannya? Bantuan terbesar yang saya terima untuk hal-hal tersebut tidak datang dari buku bisnis, melainkan Alkitab.

Ziarah Kehidupan

Lebih dari dua ratus juta orang dari berbagai kepercayaan melakukan ziarah setiap tahunnya. Dari zaman ke zaman, tugas seorang peziarah adalah melakukan perjalanan ke sebuah tempat suci untuk menerima berkat tertentu. Tujuan perjalanan mereka adalah sebuah kuil, katedral, tempat suci, atau suatu lokasi, tempat berkat itu dapat diterima.

Mengoreksi dengan Kasih

Dalam kisah The Wise Woman (Wanita Bijaksana), George MacDonald bercerita tentang dua gadis egois yang membuat sengsara semua orang, termasuk diri mereka sendiri. Akhirnya, seorang wanita bijaksana hadir dan memberikan serangkaian ujian yang akan menolong mereka untuk kembali menjadi “indah”.

Tangisan Bahagia

Saat berangkat dari rumah di suatu pagi, Dean disambut beberapa temannya yang membawa balon. Salah seorang dari mereka mendekati Dean. “Kami mengirimkan puisi-puisimu ke sebuah kompetisi,” kata Josh, yang kemudian menyerahkan selembar amplop kepada Dean. Di dalamnya terdapat selembar kartu bertuliskan “Juara 1”. Dean dan teman-temannya pun menangis bahagia. Teman-teman Dean telah melakukan sesuatu yang istimewa untuk meneguhkan bakat menulis yang dimilikinya.

Lima Hal Baik

Menurut penelitian, orang yang sungguh-sungguh mensyukuri apa yang mereka miliki mengalami tidur yang lebih nyenyak, tubuh yang jarang sakit, dan perasaan yang lebih bahagia. Sungguh manfaat-manfaat yang sangat mengesankan. Para psikolog bahkan menyarankan agar kita membuat “daftar ucapan syukur” untuk meningkatkan kesejahteraan jiwa kita, dengan rajin menuliskan lima hal yang kita syukuri setiap minggunya.

Pemimpin Menurut Mazmur 72

Pada bulan Juli 2022, perdana menteri Inggris yang sedang menjabat saat itu terpaksa mengundurkan diri, setelah banyak orang merasa integritas beliau telah tercoreng (sementara perdana menteri baru yang diangkat menggantikannya pun mengundurkan diri hanya beberapa bulan setelah menjabat!). Peristiwa politik tersebut dipicu setelah menteri kesehatan Inggris menghadiri pertemuan doa makan pagi tahunan yang diadakan parlemen. Mendengar khotbah dalam pertemuan doa itu, ia merasa tertegur tentang perlunya integritas dalam jabatan publik dan memutuskan untuk meletakkan jabatannya. Ketika menteri-menteri yang lain ikut mengundurkan diri, sang perdana menteri menyadari bahwa ia pun harus mundur. Itulah momen luar biasa yang berawal dari persekutuan doa yang berlangsung dengan damai.

Mengingat Sang Pencipta

Saya baru membaca sebuah novel yang bercerita tentang seorang wanita bernama Nicola yang menolak untuk menerima kenyataan bahwa ia mengidap kanker stadium akhir. Ketika teman-teman Nicola yang jengkel mendesaknya untuk menghadapi kebenaran, terkuaklah alasan dari sikapnya tersebut. “Aku telah menyia-nyiakan hidupku,” kata Nicola kepada mereka. Meski bertalenta besar dan lahir dalam keluarga kaya, “Aku tidak melakukan apa-apa dengan hidupku. Aku ceroboh dan tidak pernah tekun melakukan apa pun.” Bayangan bahwa ia akan meninggalkan dunia dengan merasa tidak banyak yang telah ia capai, ternyata terlalu menyakitkan untuk diterima Nicola.