Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Tom Felten

Tangan Bapa yang Terulur

Hati Mary Slessor yang penuh belas kasih mendorongnya untuk merangkul mereka yang membutuhkan pertolongan. Misionaris asal Skotlandia yang lahir pada tahun 1848 ini melayani masyarakat Okoyong di suatu tempat terpencil. Di sana, takhayul membuat orang-orang percaya bahwa sewaktu bayi kembar lahir, salah satunya baik dan yang lain adalah anak iblis. Kepercayaan itu sering membuat bayi-bayi kembar ditelantarkan, dibiarkan kelaparan, atau menghadapi bahaya lainnya. Dengan mencerminkan hati Allah yang penuh kasih, Mary turun tangan untuk menyelamatkan ratusan anak yang terancam mati, bahkan mengadopsi sendiri sembilan orang di antara mereka!

Pengorbanan dalam Kerendahan Hati

Seorang pilot bersama dua putrinya terbang dari Soldotna, Alaska, untuk melihat-lihat pemandangan. Namun, pesawat kecil yang dikemudikannya tidak pernah tiba di tujuan. Beberapa pilot lokal kemudian melakukan pencarian darurat, dan salah satu dari mereka yang bernama Terry Godes berhasil menemukan bangkai pesawat yang hampir tenggelam di sebuah danau yang sebagian airnya membeku. Ketiga anggota keluarga itu, yang bertahan hidup dengan berdiri di atas sayap pesawat selama berjam-jam, akhirnya diselamatkan oleh Garda Nasional. Godes rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi orang lain, yang berujung pada penyelamatan para korban. Dengan rendah hati, ia berkata, “Saya hanya seseorang yang lebih dahulu menemukan pesawat itu.”

Sudut Pandang Allah

Hudson Taylor pernah merasa gelisah. Ia sudah meninggalkan Inggris untuk memberitakan Injil di Tiongkok, dan pelayanannya berjalan baik meski penuh tantangan. Namun, pada tahun 1865, ketika ia mempertimbangkan untuk mengutus lebih banyak orang untuk melayani di daerah berbahaya tanpa perlindungan, ia merasakan “konflik batin yang hebat.” Setelah bergumul dalam doa, Taylor menulis, “Tuhan menaklukkan ketidak-percayaanku, dan kuserahkan diriku kepada Allah . . . [dengan menyadari] bahwa semua tanggung jawab . . . serta segala konsekuensi ada dalam tangan-Nya.”

Kasih yang Melimpah

Todd mengajak adiknya, Alex, yang baru lulus kuliah, untuk tinggal bersama di rumahnya. Ia ingin membantu kondisi finansial Alex dengan mengizinkannya tinggal tanpa membayar sewa untuk sementara waktu. Todd baru mulai meminta Alex membayar sewa setelah enam bulan berlalu. Bertahun-tahun kemudian, saat Alex mengajukan pinjaman untuk membeli rumah, Todd mengejutkannya. Ternyata selama ini ia telah menyimpan uang sewa Alex di rekening tabungan, dan seluruh uang itu kini menjadi milik Alex! Alex pun menangis terharu karena menerima pemberian yang begitu melimpah.

Iman dan Fitnah

Hembusan angin kencang membuat api terus berkobar selama berhari-hari. Sejarawan Romawi Tacitus menggambarkan kekacauan yang terjadi: teriakan di mana-mana, warga berlarian menyelamatkan diri, dan akhirnya hampir dua pertiga kota Roma hancur. Kaisar Nero menyebarkan fitnah bahwa para pengikut Yesus yang memulai kebakaran itu. Ia membenci orang Kristen dan menuduh mereka menjadi penyebab bencana besar tersebut, meski beredar rumor yang mengatakan bahwa Nero sendiri yang memerintahkan pembakaran itu!

Hati yang Diubahkan oleh Allah

Seperti banyak orang lainnya, Russell mulai mengenal pornografi sejak usia muda. Dorongan untuk mengaksesnya begitu kuat hingga meracuni hatinya. “Hidupku sepenuhnya diselubungi oleh pornografi,” tulisnya, “sampai itu menjadi seperti kanker yang mengakar kuat pada diriku.” Namun, oleh anugerah Allah, Russell akhirnya terbebas dari jerat pornografi—dan juga dari berbagai kecanduan lainnya—ketika ia menerima keselamatan dalam Yesus Kristus dan mengalami perubahan dari dalam batinnya. “Ini semua karena Yesus Kristus, . . . [Dialah] yang sudah menyelamatkan saya,” ungkapnya.

Harapan dalam Penantian

Alida melakukan tes DNA pada tahun 2020 dan mendapatkan hasil yang cocok dengan seorang pria yang tinggal di sisi yang lain dari Amerika Serikat. Ia dan anak-anak perempuannya lalu menemukan artikel berita dari dekade 1950-an yang membawa mereka pada kesimpulan bahwa pria tersebut adalah Luis, paman Alida yang sudah lama hilang! Luis diculik di sebuah taman pada tahun 1951 ketika masih berusia enam tahun. Tes DNA tadi, yang diambil 70 tahun setelah Luis menghilang, berujung pada reuni membahagiakan antara Luis dan keluarga biologisnya. Alida berkata, “Saya harap, dengan tersebarnya cerita [kami], semoga ada keluarga lain yang terbantu. . . . Pesan saya, jangan pernah menyerah.”

Sikap Berdoa

Perjuangan panjang melawan suatu penyakit kronis telah membuat Jimmy menderita. Walau rindu meluangkan waktu bersama Allah setiap pagi, dengan berdoa dan merenungkan firman-Nya, Jimmy kesulitan menemukan posisi duduk yang tidak membuatnya kesakitan. Ia sudah menggeser tubuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain, tetapi tidak juga menemukan posisi yang nyaman. Akhirnya, dalam keputusasaannya, ia berlutut. Namun, tanpa diduga, sikap seperti berdoa itu ternyata dapat mengurangi rasa sakit pada tubuhnya. Jadi, di hari-hari berikutnya Jimmy pun mengambil waktu bersama Allah dengan berlutut—posisi yang membuatnya nyaman sembari berdoa kepada-Nya.

Panggilan Kita dalam Kristus

Ginnie Hislop menerima tepuk tangan berdiri yang meriah ketika ia menerima ijazah magisternya pada tahun 2024. Mengapa? Karena penghargaan itu diterimanya 84 tahun setelah ia menyelesaikan kuliahnya! Pada tahun 1941, sebenarnya ia hanya tinggal mengumpulkan tesisnya. Namun, kekasihnya saat itu, George, tiba-tiba dipanggil untuk berdinas selama Perang Dunia II. Keduanya segera menikah dan tinggal di pangkalan terpencil, sehingga Ginnie harus melepaskan studinya yang hampir selesai. Namun, setelah jeda yang sangat panjang, Ginnie akhirnya mampu menyelesaikan apa yang sudah lama dimulainya.