Sukacita dalam Yesus
“Saya berhak untuk bahagia,” kata seorang remaja saat berbicara di hadapan dewan legislatif. Perkataan itu bisa diucapkan oleh siapa saja, di mana saja, karena itulah jeritan hati manusia. Seorang pengajar ilmu pengembangan diri bahkan berkata, “Tuhan mau kamu bahagia.”
Daftar Ini Adalah Kehidupan
Dengan bantuan mesin tik manual, Itzhak Stern bekerja semalaman untuk mengetik nama demi nama—total 1.098 nama. Itulah daftar nama buruh berlatar belakang Yahudi yang dilindungi oleh Oskar Schindler sang pemilik pabrik dari kejaran tentara Nazi. Dengan mengepit dokumen tersebut, Stern menyatakan, “Daftar ini adalah kebaikan yang tertinggi. Daftar ini adalah kehidupan.” Nama-nama yang tercantum di dalam daftar tersebut pun berhasil luput dari kengerian Holocaust. Pada tahun 2012, diperkirakan keturunan dari mereka yang bertahan hidup itu berjumlah 8.500 orang.Â
Pengendalian Diri yang Bijaksana
Setelah pihak Selatan menderita kekalahan telak di Gettysburg dalam Perang Saudara Amerika (1863), Jenderal Robert E. Lee memimpin pasukannya yang babak belur kembali ke wilayah Selatan. Namun, hujan deras membuat Sungai Potomac meluap sehingga menghalangi perjalanan pulang mereka. Presiden Abraham Lincoln mendesak Jenderal George Meade agar menyerang. Namun, pasukan Meade sama lelahnya dengan pasukan Lee, sehingga ia memutuskan untuk mengistirahatkan pasukannya.
Hati Seorang Tuli
Untuk meningkatkan keahlian berbahasa isyarat, Leisa berkecimpung di dunia orang-orang Tuli. Ia segera memahami masalah yang mereka hadapi. Kaum Tuli merasa diabaikan oleh mereka yang dapat mendengar, dituntut untuk membaca bahasa bibir tanpa cela, dan sering dikesampingkan dari kesempatan mendapat promosi dalam pekerjaan. Kebanyakan acara publik juga dilangsungkan tanpa bahasa isyarat.
Kesempatan untuk Keajaiban
Fotografer Ronn Murray sangat menyukai cuaca dingin. “Cuaca dngin berarti langit akan cerah,” katanya. “Dan itu memberi kesempatan untuk melihat keajaiban!”
Ketika Hidup Dinyatakan
Pada tahun 1986, bencana nuklir Chernobyl di Ukraina mendominasi perhatian dunia. Setelah mengetahui besarnya dampak musibah tersebut, para pejabat bergegas mengambil tindakan yang penting untuk membendung radiasi. Akan tetapi, radiasi sinar gamma yang mematikan dari puing-puing radioaktif terus menghancurkan robot yang dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa kehancuran yang terjadi.
Mengasihi Musuh Kita
Suatu kali dalam Perang Dunia II, Lynne Weston, seorang anggota korps medis Angkatan Laut AS, bergabung dengan regu marinir dalam penyerangan terhadap pulau-pulau yang dikuasai musuh. Menghadapi korban dengan luka-luka serius adalah hal yang tak terelakkan. Dengan penuh dedikasi, ia memberikan pertolongan pertama kepada para prajurit yang terluka untuk mempersiapkan evakuasi mereka. Dalam sebuah insiden, unitnya menemukan seorang prajurit musuh dengan luka parah di perut. Karena lukanya, prajurit itu tidak bisa diberi minum air. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, Kopral Weston pun memberikan transfusi plasma darah.
Isu-isu yang Sensitif
Dalam salah satu komik Peanuts, seorang teman mengejek Linus yang percaya adanya Labu Raksasa. Dengan kecewa, Linus pergi dan berkata, “Sekarang aku tahu ada tiga hal yang tidak boleh dibahas dengan orang lain . . . agama, politik, dan Labu Raksasa!”
Pencapaian
Pada tahun 1921, seniman Sam Rodia mulai membangun Menara Watts miliknya. Tiga puluh tiga tahun kemudian, 17 buah karya seni dengan tinggi mencapai 30 meter berdiri menjulang di atas Los Angeles. Musisi Jerry Garcia menganggap remeh karya Rodia tersebut. “Itulah pencapaiannya,” kata Garcia. “Sesuatu yang masih ada setelah orangnya meninggal dunia.” Lalu katanya, “Saya rasa itu tidak cocok bagi saya.”