Penulis

Lihat Semua

Artikel oleh Tim Gustafson

“Hal-Hal tentang Tuhan”

Sebagian besar rekan kerja Mike tidak tahu banyak tentang Kekristenan, dan mereka juga tidak terlalu peduli. Namun, mereka tahu Mike peduli tentang imannya. Suatu hari menjelang Paskah, salah seorang dari mereka mengungkapkan kebingungannya tentang asal mula hari raya itu dan bertanya kepada Mike, “Hai, Mike! Kamu kan tahu hal-hal tentang Tuhan. Apa itu Paskah?”

Apalah Arti Sebuah Nama?

Dalam kehendak Allah, putra kami Kofi lahir pada hari Jumat, sesuai dengan arti namanya—anak laki-laki yang lahir pada hari Jumat. Kami memberinya nama seperti nama teman kami, seorang pendeta asal Ghana yang pernah kehilangan putra tunggalnya. Beliau pun selalu mendoakan anak kami. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami.

Prediksi yang Salah

Pada tengah hari tanggal 21 September 1938, seorang ahli meteorologi muda memperingatkan Badan Meteorologi AS tentang badai topan yang mengarah ke utara menuju wilayah New England. Namun, kepala lembaga itu mencemooh prediksi Charles Pierce. Baginya tidak mungkin badai tropis akan bergerak hingga sejauh itu ke arah utara.

Kesetrum

“Saya merasa seperti kesetrum,” kata Profesor Holly Ordway tentang reaksinya setelah membaca puisi indah karya John Donne berjudul “Holy Sonnet 14”. Ada sesuatu yang kualami lewat puisi ini, entah apa, pikirnya. Ordway mengenangnya sebagai momen istimewa ketika pemikirannya yang dahulu ateis mulai terbuka terhadap kemungkinan adanya kekuatan supernatural. Pada akhirnya, Ordway pun percaya kepada kebenaran yang mengubahkan hidup tentang Kristus yang telah bangkit.

Ratapan Mercy

Ayah Mercy menganggap dirinya sakit karena diguna-guna, padahal sebenarnya ia menderita AIDS. Waktu ia meninggal, Mercy yang berumur 10 tahun menjadi semakin dekat dengan ibunya. Namun, ibunya juga jatuh sakit dan meninggal tiga tahun kemudian. Sejak saat itu, kakak Mercy yang mengurus kelima saudaranya. Mercy pun mulai menulis jurnal tentang hidupnya yang penuh kepedihan.

Seratus Tahun dari Sekarang

“Aku hanya ingin orang-orang masih mengingatku seratus tahun dari sekarang,” kata Rod Sterling, penulis naskah dan pencipta serial televisi The Twilight Zone pada tahun 1975. Sterling ingin orang-orang mengingatnya sebagai penulis ulung. Kita dapat memahami keinginan Sterling untuk meninggalkan kesan yang abadi, karena hal itu memberi makna bagi hidup kita.

Sisi Lain Kasih

Penginapan Romawi pada zaman Kristus memiliki reputasi yang sangat buruk sehingga para rabi Yahudi pun tidak mengizinkan ternak mereka dititip di sana. Kondisi yang begitu sulit membuat orang-orang Kristen yang bepergian biasanya mencari tumpangan dari saudara-saudari seiman mereka.

Lahar di Firdaus

Suasana begitu sunyi, di luar desis lahar panas mengalir pelan di pinggir pepohonan tropis. Warga distrik Puna, Hawaii, berdiri mematung dengan wajah muram bercampur takjub. Biasanya mereka menjuluki daerah itu “firdaus.” Namun, hari itu, lahar panas yang keluar dari retakan di tanah mengingatkan orang bahwa Allah membentuk kepulauan ini lewat kekuatan vulkanis dahsyat yang tidak dapat ditaklukkan.

Hanya Sentuhan Biasa

Hanya sentuhan biasa, tetapi ternyata itu membawa dampak besar bagi Colin. Ia merasakan ketegangan yang semakin meningkat saat kelompok kecilnya sedang bersiap untuk mengikuti suatu pelayanan sosial di daerah yang dikenal sangat tidak bersahabat kepada orang Kristen. Ketika menceritakan kekhawatirannya tersebut kepada seorang rekannya, rekan ini berhenti sejenak, meletakkan tangannya di bahu Colin, lalu mengucapkan beberapa kalimat yang menguatkan hatinya. Kini Colin mengenang sentuhan biasa itu sebagai titik balik yang mengingatkannya kepada kebenaran sederhana, yaitu bahwa Allah selalu menyertainya.